
Eps. 20 – Teman lama
Nanda tidak
memperpanjang masalah itu lagi, mereka harus segera berangkat ke sekolah Nadia
dan lanjut ke kantor.
Proyek kerja
sama Nanda dan Boy sudah siap dimulai dan hari ini Dita dan Charlie akan
menemui Steven untuk membahas proyek IT untuk perusahaan Boy. Dita
membolak-balik dokumen ditangannya untuk memastikan nama orang yang harus
mereka temui di kantor Boy.
“Steven?”gumam
Dita yang duduk di samping Charlie.
“Ya. Dia yang
harus kita temui di kantor tuan Boy. Kenapa kau terus menyebut namanya?”
“Ach, nggak.
Takut lupa aja.”
Charlie dan
Dita sampai di kantor Boy. Mereka diantar ke ruang meeting di lantai ruang
kerja Boy dan Dita berhenti di dekat Carol.
“Carol?
Hai.”sapa Dita.
“Dita? Oh, my.
Uda lama banget kita gak ketemu.”
Kedua wanita
itu berpelukan membuat Charlie bingung dengan apa yang terjadi. Ketika Charlie
ingin menanyakan kapan Dita mengenal nyonya muda keduanya, sosok Steven muncul
diantara mereka.
Steven menatap
sosok Dita yang belum menyadari kedatangannya. Dita tersenyum bahagia ketika
__ADS_1
bisa bertemu lagi dengan Carol.
“Kenapa aja
kamu selama ini, Dita? Kita harus ngobrol banyak. Nggak mau tahu, ayo makan
malam sama-sama.”
“Ya, kita harus
rayakan pertemuan kita lagi.”kata Dita antusias.
“Apa aku boleh
bergabung?”tanya Steven membuat Dita langsung menoleh padanya.
Steven
tersenyum melihat Dita, “Apa kabar, Dita? Sudah 7 tahun berlalu ya.”
“Hai, Steven.”
Charlie melihat
Dita dan Steven saling menatap seolah mereka hanya berdua di dunia ini. Dan
Charlie tidak suka melihat tatapan Steven pada Dita.
Sepanjang meeting
dan Steven terus mencuri pandang satu sama lain. Charlie beberapa kali ingin
mengakhiri pembicaraan tapi Dita selalu menanyakan hal yang sebenarnya tidak
perlu mereka tanyakan sekarang.
“Ok, saya akan
siapkan schedule pekerjaan kami dan juga melaporkan progressnya setiap hari.
Steven, sampai jumpa lagi. Senang bisa bertemu denganmu lagi.”
“Aku juga. Kau
selalu terlihat cantik, Dita.”
Charlie jelas
tidak suka mendengar pujian Steven untuk Dita. Mereka berjumpa dengan Carol
lagi ketika keluar dari ruang meeting.
“Jadi bagaimana
kalau kita makan malam di rumah Nando, malam ini?”tanya Carol.
__ADS_1
“Ide bagus.
Bagaimana Steven? Kau bisa?”tanya Dita.
“Aku ikut. Kita
bisa ngobrol banyak seperti dulu.”
Charlie
mengepalkan tangannya tidak suka melihat Steven mencium tangan Dita. Apalagi
ketika Carol mengatakan kalau mereka masih terlihat serasi seperti dulu. Charlie
hampir mati penasaran dengan hubungan ketiga orang ini. Mereka sangat akrab
seperti teman lama yang baru bertemu kembali.
Charlie jadi
uring-uringan setelah mereka kembali ke kantor. Ia memarahi hampir semua staf
yang membuat kesalahan kecil. Bahkan untuk lewat di depannya saja kena marah
juga. Dita yang datang untuk melaporkan pekerjaannya pada Nanda, menahan
dirinya mendengar bentakan Charlie.
Pria itu sedang
mengetuk-ngetuk laporan di depannya. Salah satu staf berada disana, tampak
gemetar.
“Pergi dan
jangan muncul lagi sebelum semua ini selesai dengan benar!”bentak Charlie.
“Tuan Charlie,
apa tuan Nanda ada?”tanya Dita.
Charlie
mengabaikan Dita juga. Ia masih kesal sekaligus penasaran dan ia menahan
dirinya sampai waktu makan malam nanti. Dita yang dicuekin Charlie, mengetuk
pintu ruang kerja Nanda dan mendengar Nanda menyuruhnya masuk.
*****
Klik
profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa
__ADS_1
tinggalkan jejakmu). Tq.