Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 10 - Liburan Tahun Kedua


__ADS_3

Liburan kali ini mereka semua berlibur ke luar negeri. Ny. Besar ingin mengajak Joya tapi Joya tidak bisa cuti lama-lama. Akhirnya Joya ditinggal di rumah hanya bersama seorang sopir dan satpam.


Joya tetap berangkat bekerja dan kembali tepat waktu. Ny. Besar tetap rutin v-call untuk memastikan keadaan Joya baik-baik saja. Joya menikmati kesendiriannya di rumah itu dan menghabiskan waktunya dengan membersihkan rumah setelah pulang kerja.


🌼🌼🌼🌼🌼


Tiga hari setelah Ny. Besar sekeluarga berangkat keluar negeri, Joya baru pulang dari bekerja. Ia membawa beberapa dokumen dari kantor untuk ia kerjakan di rumah karena Joya tidak mau lembur.


Setelah mandi dan makan malam, Joya duduk di meja makan dan mulai bekerja. Ia menyelesaikan laporan satu persatu dengan cepat sambil mengirimkan e-mail ke divisi terkait.


Tiba-tiba peet! Listrik padam tepat saat Joya selesai mengirim e-mail terakhir. Joya melihat sekeliling yang gelap gulita. Ia tidak terlalu takut dengan kegelapan.


Tapi yang membuat ia sedikit cemas adalah suara-suara yang muncul dari dalam kegelapan rumah itu. Joya menghidupkan senter di ponselnya. Ia merapikan dokumen yang menumpuk di meja makan dan membawa laptopnya kembali ke kamar.


Saat ia ingin menutup dan mengunci pintu kamarnya, suara berisik itu semakin keras terdengar. Seperti suara tas kresek yang biasa dipakai membungkus sesuatu.


Joya berjalan mendekati pintu kamarnya dan ia berteriak kaget,


Joya : "Aarrgghh...!! Hmmpph.."


Boy membekap mulut Joya yang berteriak di depan wajahnya. Tas kresek yang dibawanya sudah terjatuh ke lantai.


Boy : "Diam, ini aku. Berisik."


Boy melepaskan bekapannya pada Joya, ia mengambil tas kresek dibawah sana.


Joya : "Tuan??!! Bukannya tuan masih liburan?"


Boy : "Ini baju kotorku."


Bukannya menjawab pertanyaan Joya, Boy hanya mengatakan sebaris kalimat itu dan berbalik pergi dari hadapan Joya.


Joya meletakkan tas kresek itu di ruang laundry dan bergegas menyusul Boy yang terlihat berdiri di dekat meja makan. Ia mengambil air putih dan meminumnya.


Joya : "Tuan, sudah makan malam? Mau saya buatkan sesuatu?"


Boy : "Spageti 1."


Boy menarik kursi dan duduk di meja makan. Ia melirik Joya yang meraba-raba mencari peralatan masak di dapur. Joya lupa membawa ponselnya.


Sebuah sinar menerangi punggung Joya, Boy mengarahkan senter ponselnya ke arah Joya dan berdiri di dekatnya.


Joya segera memasak spageti untuk Boy. Setelah siap, Joya menghidangkannya diatas meja makan.


Joya : "Silakan, Tuan."

__ADS_1


Boy : "Ambilkan wine."


Boy mengarahkan ponselnya ke lemari penyimpanan wine yang terletak di sudut ruangan. Joya mengambilkan sebotol wine yang biasa diminum Boy dan menuangkannya ke gelas Boy.


Boy : "Duduk, temani aku minum."


Joya : "Saya tidak bisa minum, tuan."


Boy : "Kamu gak akan mabuk minum ini. Cepat minum."


Joya mengalah dan mengambil gelas juga. Ia meneguk wine itu dan merasakan wine itu sangat enak.


Joya : "Enak banget..."


Joya memegang kedua pipinya menikmati rasa wine yang manis. Boy tersenyum tipis melihat siasatnya berhasil.


Dalam keremangan malam itu, Joya tidak menyadari ada sepasang mata yang terus mengintainya. Menatap dirinya yang sedang menikmati minum wine.


Joya ingin berhenti minum, tapi rasa wine memikatnya hingga terus menuangkan wine ke gelasnya.


Setelah gelas keempat, Boy menjauhkan botol wine dari Joya.


Joya : "Jangan ambil botolnya. Mau lagi."


Boy : "Kamu uda mabuk. Udah."


Joya : "Saya mau ke kamar aja. Kamar saya."


Boy : "Malam ini kau harus tidur sama aku."


Joya : "Gak... Gak boleh. Kamar saya..."


Boy menggendong Joya yang hampir hilang kesadaran ke lantai 2. Saat hampir masuk ke kamar Boy, Joya mulai meronta.


Boy menurunkan Joya, menarik tangannya masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamarnya. Joya meraba-raba mencari tempat untuk berpegangan.


Kepalanya mulai pusing, matanya hampir terpejam sepenuhnya. Ia tersandung pinggiran ranjang dan jatuh ke atas ranjang Boy.


Listrik akhirnya kembali menyala, Joya sudah tertidur dengan posisi menelungkup di atas ranjang Boy.


Boy membalik tubuh Joya membetulkan posisi tidurnya. Kaos Joya tersingkap memperlihatkan perut rampingnya. Ia memakai baju kaos dan rok selutut malam itu.


Hasrat Boy mulai menggelora melihat Joya. Ia hampir mendekati Joya saat suara ponsel Joya mengagetkannya.


Boy mengambil ponsel Joya di dalam saku rok-nya. Ny. Besar calling. Boy mengusap wajahnya kasar, dilema di hadapannya membuat ia gelisah.

__ADS_1


Akhirnya Boy mengangkat telpon itu dan bicara dengan ibunya.


Boy : "Halo, bu."


Ny. Besar : "Boy? Dimana Joya? Kenapa kamu yang angkat telponnya?"


Boy : "Joya tidur, bu."


Ny. Besar : "Tidur? Kalian habis ngapain? Boy...!!"


Boy : "Tadi Joya minum wine, bu. Dia mabuk sekarang."


Ny. Besar : "Boy, kenapa kamu kasi dia minum wine?"


Boy : "Boy cuma... iseng..."


Sambungan berganti v-call. Boy merasa hidupnya tidak akan lama lagi. Ia menekan tombol hijau dan wajah ibunya muncul di layar ponsel.


Ny. Besar : "Lihat Joya... Mana dia?"


Boy mengarahkan kamera ponsel ke arah Joya yang masih tidur dengan baju tersingkap. Boy melotot kaget melihat penampilan Joya dan cepat-cepat menarik selimut menutupi tubuh Joya.


Ny. Besar : "Boy... Tolong jaga Joya. Kalo sampe lecet waktu ibu cek, siap-siap ibu hukum ya."


Boy : "Iya, bu..."


Boy menelan salivanya melihat ekspresi ibunya yang mengerikan. Empat hari lagi mereka semua akan pulang dan Boy memikirkan hukuman apa yang akan diberikan ibunya.


Mau lecet atau gak lecet, ibunya akan tetap menghukumnya setelah tahu apa yang dilakukan Boy pada Joya.


🌼🌼🌼🌼🌼


Jam 5 pagi, Joya menggeliat bangun. Ia memandang sekeliling kamar Boy dan menyadari dimana ia berbaring.


Boy masih tertidur di sampingnya, Joya beranjak bangun dari atas ranjang Boy. Ia berjalan pelan-pelan mendekati pintu kamar sambil memegangi kepalanya.


Ia mengingat sedikit kejadian semalam saat ia mabuk dan Boy memaksanya tidur disini. Setidaknya hanya itu yang dilakukan Boy, Joya menoleh lagi melihat Boy yang masih tidur.


🌼🌼🌼🌼🌼


Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.


Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.


Baca juga novel author yang lain dengan judul β€œPerempuan IDOL”, β€œJebakan Cinta” dan β€œDuren Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.

__ADS_1


Makasi banyak...


🌴🌴🌴🌴🌴


__ADS_2