Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 21 – Hamil?


__ADS_3

Eps. 21 – Hamil?


“Iya, bu. Kok


ibu bisa tahu?”


“Dari dulu Joya


kalau sudah demam, kalau gak masuk angin, ya karena mau flu. Ibu sudah hafal, Boy.”


Boy


menyelesaikan makan malamnya dengan cepat. Ia ingin melihat keadaan Joya lagi.


Bi Ijah mengikuti Boy sambil membawa makan malam untuk Joya. Saat Boy masuk ke


kamar, ia tidak melihat Joya diatas tempat tidur.


“Joya? Kamu di


dalam?”tanya Boy dari depan pintu kamar mandi.


“Iya, mas.


Bentar. Masih sakit perut.”


“Tapi kamu gak


pa-pa, kan?”


“Iya, bentar


mas.”


Boy meminta Bi


Ijah meninggalkan saja nampan berisik makan malam Joya diatas meja. Ia


memeriksa e-mail masuk di ponselnya dan membalas dengan cepat. Joya akhirnya


keluar dari kamar mandi, ia terlihat menggigil dan segera masuk ke bawah


selimut lagi.


“Hii, dingin


banget.”


“Ayo, makan


dulu.”


“Males makan,


mas. Mau bobok lagi.”


Boy mendekatkan


nampan  ke samping Joya, melihat Joya


hanya mengaduk-ngaduk nasi dipiring tanpa berniat memakannya, Boy menyuapi Joya


makan. Tapi hanya setengah yang sanggup dihabiskan Joya.


“Sudah, mas.


Aku mual.”


“Kamu sakit apa


sich?”


“Aku kan dah


bilang masuk angin, trus tadi juga capek.”


“Kalau itu kamu


yang nyerang mas ya. Padahal mas uda mau nolak.”


Joya melipat


kedua tangannya di depan dada, “Nolak nich? Gak mau lagi?”


Boy nyengir


lebar, ia mengusap-usap kening Joya yang sudah tidak sepanas tadi. “Kamu jangan


memaksakan diri kerja sampai sakit gini ya. Seporsinya aja. Secukupnya. Lagian


masih ada besok.”


“Iya, mas. Aku


salah, maaf.”


“Sebagai


hukumannya, mas mau lagi...”


Joya tidak bisa

__ADS_1


menghindar dari jarak tangkap Boy, ia masih berusaha nego tapi ia lupa kalau


Boy sangat ahli dibidang negosiasi. Pokoknya harus deal dengan keuntungan untuk


Boy. Joya tertawa geli saat Boy menciumi lehernya.


“Mas, aku


ngantuk banget nich. Besok aja ya.”


“Iya, tidur ada


dech. Biarin mas gini dulu bentar.”


“Tapi kan gak


bisa tidur jadinya.”


Boy


menghentikan aksinya dan berbaring di samping Joya. “Tidur, sayang. Cepat


sembuh ya.”


Joya mulai


memejamkan matanya dan tertidur pulas.


*****


Siang


berikutnya, Joya sedang membersihkan bahan masakan bersama Bi Ijah, saat Ny.


Lastri pulang membawa buah-buahan. Hari itu ia tidak masuk ke kantor Boy karena


masih sakit, kepalanya pusing dan badannya panas lagi. Ny. Besar sudah meminta


Joya ke dokter bersamanya, tapi Joya hanya ingin istirahat di rumah.


*** bukannya


istirahat, Joya tetap saja bandel ikut membantu mengerjakan pekerjaan di dapur.


Alasannya karena ia tambah pusing berada di kamar sejak pagi. Ny. Lastri


meletakkan bungkusan yang dibawanya di dekat Joya.


“Makan siangnya


apa nich, Joya?”tanya Ny.Lastri.


“Soto ayam,


Bau duren


memenuhi dapur saat Ny. Lastri membuka plastik pembungkus buah. Tiba-tiba Joya


merasa pusing dan perutnya mual, ia berlari ke kamar mandi dan muntah-muntah


disana.


“Hoeek...


Hoeekk... Uhuk... Hoeekk...”


Bi Ijah ikut


masuk ke kamar mandi dan memijat perlahan tengkuk Joya, tapi muntahnya malah


semakin keras. Ny. Lastri melongok ke dalam kamar mandi. Ia berpikir sejenak


sebelum tersenyum sedikit ragu.


”Apa ini


tandanya? Dimana aku simpan benda itu ya?”


Ny. Lastri


pergi mencari sesuatu dari dalam lemari di kamarnya, ia tersenyum senang ketika


melihat benda yang ia cari ketemu juga. Ny. Lastri memperhatikan tanggal


kadaluarsa di benda itu dan membawanya keluar kamar.


Ia kembali


berdiri di depan kamar mandi, Joya masih muntah-muntah di dalam. Setelah merasa


lebih baik, Joya keluar dari kamar mandi di papah Bi Ijah.


“Joya, coba tes


pakai ini.”kata Ny.Lastri sambil menyerahkan sebuah tespack ke tangan Joya.


Joya menerima


tespack yang disodorkan Ny. Lastri. Tapi ia mencium bau duren lagi, dan kembali


muntah-muntah.

__ADS_1


“Hoeek...


Hoeekk... Hoeekk...”


Ny. Besar yang


sedang istirahat di kamarnya, keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi. Ia


mendengar suara muntah Joya yang cukup keras dan mengkhawatirkan keadaan Joya.


“Ada apa


Lastri? Joya kenapa?”


Ny. Lastri


berbisik pada Ny. Besar yang langsung menelpon dokter Risman dari dalam


kamarnya. Sementara Ny. Lastri kembali ke dapur dan memerintahkan pelayan yang


lain membawa duren keluar dari dapur.


“Mbak, tolong


bawa keluar durennya dari dapur. Bungkus plastik double ya. Jangan sampai


baunya masuk ke dalam rumah. Padahal aku pengen banget makan duren itu. Tapi ya


sudahlah.”


Joya keluar


dari kamar mandi, tubuhnya gemetar karena terus memuntahkan sarapannya. Bi Ijah


memegangi Joya agar tidak jatuh bersama Ny. Lastri mereka menuntun Joya naik ke


lantai 2 menuju kamarnya.


“Joya, ayo kita


tes dulu, mb bantu ya.”


Ny. Lastri


membawa Joya ke dalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian, Joya keluar dipapah


Ny. Lastri yang memberikan hasil tespack ke Ny. Besar. Ny. Besar melihat hasil


tespack itu dan tersenyum senang.


“Akhirnya Boy


berhasil ya!”seru Ny. Besar senang.


Joya yang tidak


mengerti apa-apa, hanya terdiam memegangi perutnya yang sakit. Ia sudah


dibaringkan di atas tempat tidur. Bi Ijah mengoleskan minyak kayu putih ke


tubuh Joya yang mulai terasa dingin.


Dokter Risman


datang, dan langsung memeriksa Joya, “Joya kapan terakhir datang bulan?”


Joya melirik


kalender diatas nakas, sudah sebulan lebih dia tidak datang bulan. Setelah


lewat enam bulan sejak pernikahannya dengan Boy, Joya baru menyadari datang


bulannya terlambat.


“Sudah sebulan


lebih, dokter. Saya kenapa ya, dok?”


“Selamat ya, Joya.


Joya sedang hamil, perkiraannya baru dua bulan. Nanti lebih jelasnya bisa ke


dokter kandungan langsung ya. Saya kasi rekomendasi dokter kandungan yang


bagus.”


“Saya? Hamil?”Joya


sedikit linglung karena tidak percaya kalau dirinya sedang mengandung.


Joya memegang


perutnya yang masih rata. Ny. Besar memeluk Joya, “Selamat ya nak, kau akan


jadi ibu. Boy… sedang apa anak itu sekarang?”


*****


Klik


profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa

__ADS_1


tinggalkan jejakmu). Tq.


__ADS_2