Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
(Menikah) - Adik untuk Alvin


__ADS_3

Joya memperhatikan Alvin yang sedang duduk di dalam ruang kelas TK. Sesekali Alvin ikut berteriak saat ibu gurunya meminta mereka mengikuti kata-katanya.


Sekarang Alvin sudah berumur 5 tahun dan  sudah bersekolah di TK. Setiap hari Joya mengantar dan menunggui Alvin di sekolah, bukan karena Alvin takut ditinggal, tapi Joya ingin mengikuti perkembangan putranya di sekolah.


Seorang wanita muda berjalan mendekati Joya sambil mendorong kereta bayinya, Ibu Nava, anaknya juga satu


kelas dengan Alvin.


Ibu Nava : “Ibu Alvin, sudah lama tidak bertemu ya.”


Joya : “Eh, Ibu Nava ya, sudah melahirkan mb?”


Joya menatap penuh minat ke dalam kereta bayi yang ditaruh diantara mereka berdua. Seorang bayi tampak tidur dengan tenang di dalam sana. Joya tersenyum senang melihat bayi kecil itu. Ia ingat saat Alvin masih kecil, sama lucunya.


Ibu Nava : “Ini adiknya Nava, namanya Jodi mb. Nava selalu minta seorang adik, padahal papanya anak-anak sibuk sekali bekerja. Untung saja kami sempat berbulan madu kedua, jadi dech.”


Joya : “Oh, selamat ya mb atas kelahirannya. Eh, bayinya nangis mb.”


Ibu Nava seperti kebingungan mencari sesuatu dibawah kereta dorong itu,


Ibu Nava : “Aduh, saya lupa botol susunya ketinggalan di mobil. Mb, saya titip Jodi sebentar ya. Digendong saja


dulu. Saya segera kembali.”


Joya bengong ditinggal sendiri dengan seorang bayi, tangisan bayi di kereta semakin keras, Joya terpaksa menggendong bayi itu untuk menenangkannya. Kelas Alvin sudah bubar ketika Joya masih menggendong bayi Jodi, Alvin mendekati ibunya yang sedang tersenyum menyambutnya.


Alvin : “Mama, ini siapa?”


Joya : “Alvin, ini baby Jodi, adiknya Nava. Nava mana?”


Alvin : “Nava! Sini!”


Joya berjengit mendengar teriakan Alvin, bayi dalam gendongannya terkejut dan mulai menangis lagi. Joya terpaksa berdiri sambil menimang bayi itu agar tenang. Ibu Nava tampak berlari-lari menghampiri mereka.


Ibu Nava : “Aduh, maaf ya lama. Saya parkir mobil agak jauh. Sini Jodi, minum susu dulu ya.”


Joya menyerahkan Jodi pada ibunya, Alvin dan Nava memandangi baby Jodi yang asyik menyedot susu dalam botol susunya.


Alvin : “Mama, kenapa Nava punya adik? Alvin gak punya adik.”


Ibu Nava : “Makanya Alvin minta adik sama papa dong.”

__ADS_1


Joya tersenyum pada Alvin, mereka menunggu baby Jodi selesai minum susu dan berjalan ke parkiran bersama.


🌺🌺🌺🌺🌺


Saat makan malam, Boy yang baru saja datang dari kantor, melonggarkan dasinya dan meletakkan tasnya di dalam kamar. Entah kenapa sejak tiba dikantor ia tidak bisa konsentrasi bekerja, ia ingin bertemu Joya secepatnya.


Alvin : “Papa, makan malamnya sudah siap. Ayo kita makan dulu.”


Boy : “Iya, nak. Mama dimana, Alvin?”


Alvin : “Mama di dapur, lagi masak, pah. Pah, Alvin mau adik yang manis kayak adiknya Nava dong.”


Mata Boy membulat mendengar permintaan Alvin, pikirannya sudah kemana-mana karena perkataan putranya itu.


Boy : “Alvin sayangnya papa, kalau Alvin mau adik, Alvin harus janji dulu sama papa. Alvin harus mau tidur sendiri


di kamar Alvin ya.”


Alvin : “Oh, kalau Alvin mau tidur sendiri, besok Alvin dapat adik ya pah?”


Boy : “Kalau Alvin gak nangis minta mama malam-malam, pasti Alvin cepat dapat adik. Alvin mau?”


Boy : “Nanti Alvin masuk SD, pasti Alvin sudah punya adik. Ayo kita makan dulu.”


Boy menggendong putranya turun ke meja makan, semua orang sudah berkumpul disana. Alvin kembali berceloteh pada Joya,


Alvin : “Mama, Alvin sudah janji sama papa gak akan nangis malam-malam lagi. Jadi Alvin bisa cepat dapat adik.”


Joya hampir tersedak mendengar putranya berbicara dengan sangat polos.


Seluruh keluarga berhenti makan hanya untuk mendengarkan Alvin bicara, setelah itu suara riuh dan godaan mulai memenuhi meja makan membuat wajah Joya memerah.


Ia melotot melihat pada Boy yang tampak biasa saja, dari senyuman Boy, Joya bisa melihat tingkat kemesumannya sudah sampai pada puncaknya. Malam ini Joya tidak akan bisa tidur dengan tenang.


🌺🌺🌺🌺🌺


Waktunya tidur untuk anak-anak, Joya menepuk-nepuk pantat Alvin yang mulai tertidur di kamar anak-anak.


Dalam kamar itu ada 3 cucu Nyonya Besar yang juga masih kecil, tapi Alvin yang paling kecil usianya. Sementara cucu-cucu lain yang sudah lebih remaja, menempati kamar masing-masing.


Setelah memastikan Alvin tidur dengan nyaman, Joya mematikan lampu kamar, menggantinya dengan lampu tidur yang berbentuk kartun lucu. Ia keluar dari kamar anak-anak dan melihat babysister berjalan ke arahnya.

__ADS_1


Nyonya Besar memang menyewa satu babysister untuk membantu anak-anaknya mengasuh cucu-cucunya yang lumayan banyak, tapi lebih banyak tugasnya saat malam hari saja saat semua orang sudah beristirahat.


Joya : “Mb, saya titip Alvin ya.”


Babysister : “Baik, Nyonya Joya."


Setelah babysister masuk ke kamar anak-anak, Joya beranjak ke kamarnya di ujung tangga.


Joya masuk ke kamarnya, ia menutup pintu dan berbalik. Suasana kamar terasa berbeda malam itu, di sudut ruangan ada beberapa lilin yang menyala, harum bunga mawar merilekskan Joya.


Ia mendekati tempat tidur, ada sekuntum mawar merah diatas sebuah baju tidur. Joya mengangkat baju tidur itu,


Joya : "Apa bedanya pakai baju ini dengan telanjang?"


Joya berguman, tapi tetap mengganti pakaiannya dengan baju tidur itu di kamar mandi.


Joya melangkah keluar kamar mandi, tubuhnya terasa sedikit kedinginan memakai baju tidur itu. Ia melihat sekeliling kamar yang masih sepi, dimana Boy?


Lampu kamar tiba-tiba menyala, refleks Joya menyilangkan tangannya ke dada. Ia bernafas lega melihat Boy yang menghidupkan lampu.


Joya : “Darimana saja sih? Kau mengagetkan aku tahu.”


Boy memperhatikan Joya yang kembali menyisir rambutnya, liurnya hampir menetes melihat tubuh Joya dalam balutan baju tidur. Boy mengunci pintu kamar, berjalan mendekati Joya yang sudah menatapnya.


Boy dan Joya tertawa bersama, mereka menikmati malam yang panjang karena Alvin benar-benar menepati janjinya. Setelah melakukannya beberapa kali, Boy dan Joya tertidur karena kelelahan.


Dikamar anak-anak, Alvin tertawa dalam mimpinya, ia tampak sedang bermain dengan seorang anak yang usianya lebih kecil darinya.


-------


Terima kasih sudah membaca novel author, kisah Joya dan Boy masih akan berlanjut, jadi ditunggu kelanjutannya ya.


Jangan lupa like, fav, kritik dan saran sangat ditunggu author.


Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, "Duren Manis", dan “Jebakan Cinta” dengan cerita yang gak


kalah seru.


Tolong bantu vote ya...


-------

__ADS_1


__ADS_2