Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 10 - Hampir ketahuan


__ADS_3

Jam 2 siang, Joya dan Niken sudah menunggu di lobby kantor. Mereka masih menunggu mobil yang akan mengantar mereka ke kota tujuan meeting mereka.


Tak lama, mobil Boy memasuki loby kantor. Niken meminta tolong pada Joya untuk memasukkan tasnya ke dalam bagasi sementara ia masuk duluan ke bagian depan mobil sambil membawa laptop dan tas tangannya.


Joya menutup bagasi dan cepat-cepat masuk ke kursi belakang, ia tidak memperhatikan kalau Boy sedang duduk di sampingnya. Saat ia menoleh ke samping, Rian sudah menjalankan mobilnya dan otomatis pintu mobil terkunci.


Tubuh Joya menegang, ia sama sekali lupa kalau Boy juga ikut meeting kali ini. Ia duduk sedikit meringkuk menempel pada pintu mobil. Ingin sekali ia mengatakan pada Niken untuk bertukar tempat dengannya tapi lidahnya kelu.


Sementara Boy bersikap acuh, seolah Joya tidak ada disampingnya. Kalau kondisinya mereka pacaran, Boy akan langsung menutup kaca dibelakang sopir dan minta cium pada Joya.


Mereka bisa bermesraan di kursi belakang yang luas dengan sangat nyaman. Ia akan merebahkan tubuh Joya di kursi dan mulai menciumnya. Tangan Boy akan membuka satu kancing atas kemeja yang dipakai Joya, dan meninggalkan bekas ciuman di lehernya.


Khayalan mesum Boy terus berkeliaran di otaknya. Senyum tipis Boy terlihat jelas oleh Rian, saat itu mobil yang ia kendarai sedang melaju di jalanan sepi. Tiba-tiba ada mobil yang menyalip mereka, Rian membelokkan setir mobil membuat tubuh Joya terlempar menabrak tubuh Boy.


Deg! Deg! Deg! Jantung Joya maraton di dalam sana. Ia ingin melepaskan dirinya dari pelukan Boy, tapi Boy memegang erat lengannya.


Boy : "Ada apa?"


Rian : "Maaf, pak. Ada mobil yang ugal-ugalan. Anda tidak apa-apa?"


Rian dan Niken menoleh kebelakang dan melotot melihat posisi Joya yang sangat intim dengan Boy. Merasa di perhatikan, Joya segera melepaskan diri dari pelukan Boy dan kembali meringkuk di tempatnya semula.


Boy : "Ayo jalan lagi."


Sikap Boy kembali terlihat acuh tapi dalam hatinya sangat senang bisa memeluk Joya. Apalagi tadi secara tidak sengaja tangannya menyentuh aset Joya. Tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar, sangat pas ditangan Boy.


Boy mengalihkan pandangannya keluar jendela, ia tidak ingin Joya melihat wajahnya yang sudah merah padam menahan hasratnya. Tubuh bagian bawahnya terasa ngilu karena menegang sempurna.

__ADS_1


Joya bukan tidak merasakan hal yang sama dengan Boy, ia juga tidak sengaja menyentuh aset Boy dibawah sana. Mereka berdua terlihat seperti pasangan baru yang masih malu-malu.


Rian yang melihat hal itu dari kaca spion depan, melirik Niken yang sejak tadi sibuk dengan laptop di depannya. Niken memeriksa kembali kelengkapan meeting mereka nanti.


Rian memperhatikan wajah Niken yang manis meskipun jarang tersenyum. Rian tahu kalau Niken jadi salah satu mata-mata Boy di perusahaan. Mereka sering berhubungan untuk setiap kasus yang diungkap Niken.


Bahkan tak jarang mereka sering lembur bersama-sama. Rian mulai tertarik pada Niken sejak melihatnya ketiduran di ruang kerjanya. Saat itu Rian mengecup kening Niken tanpa sadar.


Tugas luar kota kali ini juga punya misi untuk lebih mendekatkan Niken dan Rian. Modusnya simple, ia akan menbuat Niken begitu sibuk bersamanya hingga Joya harus menemani Boy.


------


Mobil Boy berhenti di depan lobby hotel tempat mereka akan menginap. Rian membuka bagasi mobil, menurunkan tas mereka semua. Joya membantu Rian, lebih-lebih ia tidak ingin lebih lama lagi terlalu dekat dengan Boy.


Hatinya masih belum siap, lebih baik untuk saat ini Boy mengacuhkannya saja. Joya menyerahkan tasnya pada room boy yang stand by di lobby. Rian memberikan kunci mobil pada valet parkir yang membawa mobil itu ke tempat parkir.


Rian dan Niken mengurus reservasi untuk kamar mereka berempat sambil memesan tempat meeting untuk siang itu juga. Setelah Boy dan Joya kembali dari toilet, masih dengan wajah merah, mereka langsung menuju ke kamar dulu.


Mereka berempat masuk ke dalam lift, sementara barang-barang mereka dibawakan oleh roomboy. Ting! Pintu lift terbuka. Beberapa orang masuk ke dalam lift itu.


Rian bergerak cepat berdiri di sisi Niken, sementara tubuh Joya terdorong ke depan Boy. Boy bisa mencium wangi shampoo dari rambut Joya. Aroma yang sangat di sukainya.


Orang-orang di dalam lift bergerak semakin mendesak Joya hingga menempel pada tubuh Boy. Rasanya jantung Joya sudah lompat dari tempatnya. Ia memegang dinding lift untuk menahan tubuhnya agar tidak menempel pada tubuh Boy.


Tapi jadinya ia hampir menempel pada orang di depannya. Joya memilih pasrah saja dan menunggu lift terbuka. Gejolak hati Joya juga dirasakan Boy. Hasrat, nafsu, logikanya membuat tubuhnya bereaksi pada tubuh Joya.


Boy tidak bisa menahannya saat Boy junior mulai mengeras dibawah sana. Dalam posisi berdiri, bokong Joya menempel sempurna di depan Boy junior. Joya merasakan sesuatu yang keras di bokongnya.

__ADS_1


Ia sedikit bingung bagian mana dari tubuh Boy yang bisa sekeras itu. Wajah Boy merah padam menahan birahinya, kalau mereka sedang berdua saja, ia akan menarik rok Joya ke atas dan melakukannya sambil berdiri.


Lift berjalan sangat lambat bagi Boy yang merasa kepanasan. Ia tetap berusaha menenangkan pikirannya dengan mengingat bahan meeting besok.


Joya menggerakkan tubuhnya sedikit karena pegal di kedua kakinya yang tegang. Meskipun bersandar sedikit pada Boy, ia tetap menahan tubuhnya sendiri.


Gerakan Joya kembali membuat Boy fokus pada tubuh Joya. Saat Boy ingin menyentuh pinggang Joya, pintu lift terbuka dan orang-orang yang tadi masuk, keluar semua meninggalkan mereka.


Boy langsung mengambil ponselnya dan terlihat sibuk membaca chat. Joya melangkah ke depan dan bersandar pada lift. Ia tak sengaja melirik ke bagian depan celana Boy dan melihat sesuatu menggelembung disana.


Wajah Joya memerah mengetahui apa yang sejak tadi mengganjal di bokongnya. Rian hanya memperhatikan apa yang terjadi pada kedua orang disebelahnya. Oh ayolah, sebaiknya mereka segera masuk ke dalam kamar sebelum meledak disini.


Ting! Pintu lift kembali terbuka di lantai kamar mereka. Rian membukakan pintu untuk mereka semua. Di dalam ruangan itu ada dua pintu lagi yang mengarah ke dua kamar yang berbeda tapi dihubungkan oleh connecting door.


Di dalam masing-masing kamar itu ada twin bed yang cukup besar untuk ditiduri dua orang dewasa. Niken menunjuk kamar disebelah kanan dan Joya mengikutinya masuk kesana.


Boy sudah masuk lebih dulu ke kamar di sebelah kiri dan langsung mandi. Ia harus mendinginkan seluruh tubuhnya atau pikirannya tidak akan bisa jernih berhadapan dengan Joya.


-------


Terima kasih sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.


Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.


Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL”, “Jebakan Cinta” dan “Duren Manis” dengan cerita yang gak kalah seru.


Makasi banyak...

__ADS_1


-------


__ADS_2