
Eps. 20 – Menggoda
Nanda
“Makan malam
dengan wanita lain, eh. Ternyata kau ini playboy juga ya, tuan muda. Aku sudah
tertipu dengan kepolosanmu. Lihat saja apa kau bisa pergi malam ini.”
Ana bersikap
seolah-olah ia tidak menguping tadi. Ia membuka pintu kamar dan berpura-pura
terkejut melihat Nanda dan Charlie ada di dalam kamarnya.
“Oh, kalian
disini. Suamiku, kamu sudah mandi?”tanya Ana.
“Belum. Nadia
sudah selesai mandi?”tanya Nanda.
“Sudah. Aku
akan mandi duluan ya.”kata Ana sambil berjalan masuk ke kamar mandi.
Nanda memberi
tanda pada Charlie agar keluar dari kamarnya. Charlie segera menelpon Dita
begitu ia keluar dari kamar Nanda.
“Halo, nona
Dita. Saya Charlie.”kata Charlie.
“Ada apa, tuan
Charlie? Ada yang bisa saya bantu?”tanya Dita dengan nada menggoda.
“Nona
bersiaplah malam ini untuk makan malam dengan tuan muda Nanda di hotel X.”kata
Charlie.
“Apa tuan
Charlie juga ikut?”
“Saya harus
ikut, nona. Anda keberatan?”
“Tentu saja
tidak. Sampai jumpa nanti.”
Charlie menutup
telponnya dan mengetuk pintu kamar Nanda lagi. Nanda membuka pintunya,
“Maaf, tuan muda.
Nona Dita akan datang malam ini di hotel X.”
“Ya bersiaplah.
Kau pergi dulu. Aku masih mau mandi.”kata Nanda.
“Baik, tuan
muda.”
Nanda menutup
pintu dan mendengar Ana memanggilnya dari balik pintu kamar mandi.
“Suamiku,
tolong ambilkan handuk.”
“Ada di lemari
di dalam kamar mandi.”kata Nanda.
“Gak ketemu,
sayang. Dimana?”
Nanda membuka
pintu kamar mandi yang tidak terkunci. Ia melihat Ana sedang membungkuk di
depannya. Nanda menelan salivanya melihat Ana belum memakai apa-apa. Tubuh dan
rambutnya masih basah, terlihat sangat menggoda.
Ana melihat
kearah Nanda dan berjalan mendekatinya sambil tersenyum menggoda. Ia membuka
kancing kemeja Nanda dan melepaskan kemeja itu. Nanda sudah bersiap menyerang
Ana, saat tiba-tiba Ana berjalan menuju pintu kamar mandi setelah merapatkan
kemeja Nanda di tubuhnya.
“Suamiku, mandi
__ADS_1
dulu ya. Nadia kelamaan nunggu kita nanti.”kata Ana tanpa rasa bersalah.
“Hei,
selesaikan dulu ini. Jangan pergi dulu!”teriak Nanda.
“Habis makan
malam aku lanjutin ya. Cepetan mandi, suamiku.”
Ana keluar dari
kamar Nanda dan masuk ke kamar tempat pakaiannya diletakkan. Ia seharusnya bisa
mandi di kamar itu, tapi tadi Ana ingin mengambil sikat giginya di kamar Nanda
dan malah mendengarkan rencana suaminya itu.
”Kita lihat
saja bagaimana kau akan menahan godaanku selanjutnya. Masih mau keluar gak.”
Ana mengganti
kemeja Nanda dengan dress pendek yang cukup seksi. Sesuai dengan gayanya yang
biasanya. Ia sengaja menunggu Nanda sambil memilih-milih lingerie di dalam
lemari itu. Saat Nanda masuk ke kamar itu, Ana berdiri di depan cermin dan
mematut dirinya dengan lingerie di depannya. Ana berpose sedikit menggoda dan
mengatakan akan memakai lingerie itu malam ini.
Nanda jadi
semakin penasaran dengan penampilan Ana nanti malam. Ia memutuskan tidak jadi
pergi makan malam dan akan menyuruh Charlie pergi untuk menggantikannya. Nanda
menelpon Charlie dari kamar itu.
“Charlie, kau
pergi makan malam, gantikan aku.”perintah Nanda begitu telpon tersambung.
“Tapi, tuan
muda...”
“Kirim makan
malam ke kamarku dan jangan ganggu kami. Bilang sama Nadia, dia harus jadi anak
baik dan tidur sendiri.”perintah Nanda lagi tanpa bisa dibantah. Ia langsung
menutup telponnya tanpa mendengarkan Charlie lagi.
“Oh, kamu mau
mengganti pakaiannya dengan lingeri.
Nanda mendekati
Ana yang sedang memperhatikan penampilannya di depan cermin. Sesekali ia
mengangkat rambutnya.
“Aaa... apa
yang kau lakukan?! Turunkan aku!!”jerit Ana saat Nanda menggendongnya keluar
dari kamar itu.
Pelayan yang
membawa makan malam untuk mereka sontak menyingkir memberi jalan. Mereka
tersenyum malu melihat Nanda menjatuhkan Ana diatas tempat tidurnya dan menyuruh
mereka semua keluar.
Ana tersenyum
penuh kemenangan saat Nanda menutup pintu kamar dan menguncinya. Meskipun harus
mengorbankan pinggangnya, setidaknya Ana berhasil membuat Nanda tidak jadi
makan malam dengan wanita lain.
*****
Dita menatap Charlie
yang duduk di hadapannya. Charlie tersenyum ramah pada Dita dan meminta maaf
sekali lagi karena Nanda tidak bisa datang. Charlie juga mengatakan kalau
apapun yang dipesan Dita malam ini, Nanda yang akan membayar semuanya.
Dita mulai
memesan satu set menu makan malam yang komplit. Ia juga ingin minum wine yang
harganya sangat fantastis. Charlie memaklumi kekecewaan wanita cantik di
depannya ini. Mereka mulai makan malam tanpa pembicaraan yang berarti.
Charlie
berusaha membahas tentang proyek agar suasana makan malam mereka tidak mencekam
__ADS_1
seperti saat itu, tapi Dita sepertinya tidak tertarik padanya. Charlie
menyesali dirinya yang harus menggantikan Nanda. Kalau itu makan malam bisnis,
pembicaraan yang panjang akan terus terjadi selama makan malam berlangsung.
Dita
menghabiskan wine di gelasnya yang keempat kalinya. Ia sudah terlihat mabuk
dengan wajah memerah.
“Nona,
sepertinya nona sudah mabuk. Sebaiknya kita pulang sekarang. Saya akan
mengantar nona pulang.”kata Charlie.
“Aku bisa
pulang sendiri, tuan. Makan malamnya enak. Sampaikan terima kasihku pada tuan
Nanda. Sampai jumpa, tuan Charlie.”kata Dita.
Charlie melihat
Dita berjalan sempoyongan menuju mobilnya. Ia hampir jatuh saat ingin membuka
pintu mobilnya. Charlie memberi tanda pada sopirnya untuk mengikuti mereka. Ia
membopong Dita dan meletakkannya di kursi penumpang mobil Dita. Sementara ia
mengendarai mobil Dita menuju apartmentnya.
“Tuan Nanda,
kau sangat jahat...”gumam Dita.
Charlie
tersenyum melihat Dita mengigau dalam mabuknya. Ia mengikuti GPS di mobil Dita
untuk sampai ke apartmentnya. Tak lama, mereka memasuki parkir basement apartment
Dita.
“Nona Dita,
kita sudah sampai di apartment anda. Bangun.”kata Charlie sambil mengguncang
bahu Dita.
“Hmm? Terima
kasih, tuan.”kata Dita sambil turun dari mobilnya.
Charlie melihat
Dita berjalan sempoyongan menuju lift. Dita bahkan tidak meminta kunci mobilnya
pada Charlie.
“Nona, lantai
berapa kamar anda? Biar saya antar.”tawar Charlie.
Dita
menyebutkan lantai dan nomor kamarnya pada Charlie sebelum bersandar di tubuh
Charlie. Charlie membopong Dita ketika mereka sampai di lantai apartment Dita.
Dengan kartu akses di tas Dita, Charlie membuka pintu kamar apartment itu.
Charlie melihat
sekeliling apartment yang sangat wangi itu sambil menggendong Dita masuk. Ketika
Charlie meletakkan tubuh Dita diatas tempat tidurnya, tangannya ditarik dan ia
terjatuh diatas tubuh Dita.
“Nona, anda
tidak apa-apa?”tanya Charlie sambil berusaha bangun.
Charlie sangat
terkejut saat Dita mendorongnya hingga mereka bertukar posisi.
“Tuan Nanda
sangat baik, mau mengirimkan asisten kesayangannya untuk menemaniku. Aku anggap
kau bonusnya, tuan Charlie.”kata Dita sambil menyusuri dada Charlie yang masih
terbungkus kemeja.
“Apa? Nona,
kendalikan dirimu.”kata Charlie.
Charlie tidak
bisa menghindar saat Dita menciumnya. Wanita cantik itu membuka paksa kemeja
dan melemparkannya entah kemana.
*****
Klik
__ADS_1
profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa
tinggalkan jejakmu). Tq.