Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 20 – Menggoda Nanda


__ADS_3

Eps. 20 – Menggoda


Nanda


“Makan malam


dengan wanita lain, eh. Ternyata kau ini playboy juga ya, tuan muda. Aku sudah


tertipu dengan kepolosanmu. Lihat saja apa kau bisa pergi malam ini.”


Ana bersikap


seolah-olah ia tidak menguping tadi. Ia membuka pintu kamar dan berpura-pura


terkejut melihat Nanda dan Charlie ada di dalam kamarnya.


“Oh, kalian


disini. Suamiku, kamu sudah mandi?”tanya Ana.


“Belum. Nadia


sudah selesai mandi?”tanya Nanda.


“Sudah. Aku


akan mandi duluan ya.”kata Ana sambil berjalan masuk ke kamar mandi.


Nanda memberi


tanda pada Charlie agar keluar dari kamarnya. Charlie segera menelpon Dita


begitu ia keluar dari kamar Nanda.


“Halo, nona


Dita. Saya Charlie.”kata Charlie.


“Ada apa, tuan


Charlie? Ada yang bisa saya bantu?”tanya Dita dengan nada menggoda.


“Nona


bersiaplah malam ini untuk makan malam dengan tuan muda Nanda di hotel X.”kata


Charlie.


“Apa tuan


Charlie juga ikut?”


“Saya harus


ikut, nona. Anda keberatan?”


“Tentu saja


tidak. Sampai jumpa nanti.”


Charlie menutup


telponnya dan mengetuk pintu kamar Nanda lagi. Nanda membuka pintunya,


“Maaf, tuan muda.


Nona Dita akan datang malam ini di hotel X.”


“Ya bersiaplah.


Kau pergi dulu. Aku masih mau mandi.”kata Nanda.


“Baik, tuan


muda.”


Nanda menutup


pintu dan mendengar Ana memanggilnya dari balik pintu kamar mandi.


“Suamiku,


tolong ambilkan handuk.”


“Ada di lemari


di dalam kamar mandi.”kata Nanda.


“Gak ketemu,


sayang. Dimana?”


Nanda membuka


pintu kamar mandi yang tidak terkunci. Ia melihat Ana sedang membungkuk di


depannya. Nanda menelan salivanya melihat Ana belum memakai apa-apa. Tubuh dan


rambutnya masih basah, terlihat sangat menggoda.


Ana melihat


kearah Nanda dan berjalan mendekatinya sambil tersenyum menggoda. Ia membuka


kancing kemeja Nanda dan melepaskan kemeja itu. Nanda sudah bersiap menyerang


Ana, saat tiba-tiba Ana berjalan menuju pintu kamar mandi setelah merapatkan


kemeja Nanda di tubuhnya.


“Suamiku, mandi

__ADS_1


dulu ya. Nadia kelamaan nunggu kita nanti.”kata Ana tanpa rasa bersalah.


“Hei,


selesaikan dulu ini. Jangan pergi dulu!”teriak Nanda.


“Habis makan


malam aku lanjutin ya. Cepetan mandi, suamiku.”


Ana keluar dari


kamar Nanda dan masuk ke kamar tempat pakaiannya diletakkan. Ia seharusnya bisa


mandi di kamar itu, tapi tadi Ana ingin mengambil sikat giginya di kamar Nanda


dan malah mendengarkan rencana suaminya itu.


”Kita lihat


saja bagaimana kau akan menahan godaanku selanjutnya. Masih mau keluar gak.”


Ana mengganti


kemeja Nanda dengan dress pendek yang cukup seksi. Sesuai dengan gayanya yang


biasanya. Ia sengaja menunggu Nanda sambil memilih-milih lingerie di dalam


lemari itu. Saat Nanda masuk ke kamar itu, Ana berdiri di depan cermin dan


mematut dirinya dengan lingerie di depannya. Ana berpose sedikit menggoda dan


mengatakan akan memakai lingerie itu malam ini.


Nanda jadi


semakin penasaran dengan penampilan Ana nanti malam. Ia memutuskan tidak jadi


pergi makan malam dan akan menyuruh Charlie pergi untuk menggantikannya. Nanda


menelpon Charlie dari kamar itu.


“Charlie, kau


pergi makan malam, gantikan aku.”perintah Nanda begitu telpon tersambung.


“Tapi, tuan


muda...”


“Kirim makan


malam ke kamarku dan jangan ganggu kami. Bilang sama Nadia, dia harus jadi anak


baik dan tidur sendiri.”perintah Nanda lagi tanpa bisa dibantah. Ia langsung


menutup telponnya tanpa mendengarkan Charlie lagi.


“Oh, kamu mau


mengganti pakaiannya dengan lingeri.


Nanda mendekati


Ana yang sedang memperhatikan penampilannya di depan cermin. Sesekali ia


mengangkat rambutnya.


“Aaa... apa


yang kau lakukan?! Turunkan aku!!”jerit Ana saat Nanda menggendongnya keluar


dari kamar itu.


Pelayan yang


membawa makan malam untuk mereka sontak menyingkir memberi jalan. Mereka


tersenyum malu melihat Nanda menjatuhkan Ana diatas tempat tidurnya dan menyuruh


mereka semua keluar.


Ana tersenyum


penuh kemenangan saat Nanda menutup pintu kamar dan menguncinya. Meskipun harus


mengorbankan pinggangnya, setidaknya Ana berhasil membuat Nanda tidak jadi


makan malam dengan wanita lain.


*****


Dita menatap Charlie


yang duduk di hadapannya. Charlie tersenyum ramah pada Dita dan meminta maaf


sekali lagi karena Nanda tidak bisa datang. Charlie juga mengatakan kalau


apapun yang dipesan Dita malam ini, Nanda yang akan membayar semuanya.


Dita mulai


memesan satu set menu makan malam yang komplit. Ia juga ingin minum wine yang


harganya sangat fantastis. Charlie memaklumi kekecewaan wanita cantik di


depannya ini. Mereka mulai makan malam tanpa pembicaraan yang berarti.


Charlie


berusaha membahas tentang proyek agar suasana makan malam mereka tidak mencekam

__ADS_1


seperti saat itu, tapi Dita sepertinya tidak tertarik padanya. Charlie


menyesali dirinya yang harus menggantikan Nanda. Kalau itu makan malam bisnis,


pembicaraan yang panjang akan terus terjadi selama makan malam berlangsung.


Dita


menghabiskan wine di gelasnya yang keempat kalinya. Ia sudah terlihat mabuk


dengan wajah memerah.


“Nona,


sepertinya nona sudah mabuk. Sebaiknya kita pulang sekarang. Saya akan


mengantar nona pulang.”kata Charlie.


“Aku bisa


pulang sendiri, tuan. Makan malamnya enak. Sampaikan terima kasihku pada tuan


Nanda. Sampai jumpa, tuan Charlie.”kata Dita.


Charlie melihat


Dita berjalan sempoyongan menuju mobilnya. Ia hampir jatuh saat ingin membuka


pintu mobilnya. Charlie memberi tanda pada sopirnya untuk mengikuti mereka. Ia


membopong Dita dan meletakkannya di kursi penumpang mobil Dita. Sementara ia


mengendarai mobil Dita menuju apartmentnya.


“Tuan Nanda,


kau sangat jahat...”gumam Dita.


Charlie


tersenyum melihat Dita mengigau dalam mabuknya. Ia mengikuti GPS di mobil Dita


untuk sampai ke apartmentnya. Tak lama, mereka memasuki parkir basement apartment


Dita.


“Nona Dita,


kita sudah sampai di apartment anda. Bangun.”kata Charlie sambil mengguncang


bahu Dita.


“Hmm? Terima


kasih, tuan.”kata Dita sambil turun dari mobilnya.


Charlie melihat


Dita berjalan sempoyongan menuju lift. Dita bahkan tidak meminta kunci mobilnya


pada Charlie.


“Nona, lantai


berapa kamar anda? Biar saya antar.”tawar Charlie.


Dita


menyebutkan lantai dan nomor kamarnya pada Charlie sebelum bersandar di tubuh


Charlie. Charlie membopong Dita ketika mereka sampai di lantai apartment Dita.


Dengan kartu akses di tas Dita, Charlie membuka pintu kamar apartment itu.


Charlie melihat


sekeliling apartment yang sangat wangi itu sambil menggendong Dita masuk. Ketika


Charlie meletakkan tubuh Dita diatas tempat tidurnya, tangannya ditarik dan ia


terjatuh diatas tubuh Dita.


“Nona, anda


tidak apa-apa?”tanya Charlie sambil berusaha bangun.


Charlie sangat


terkejut saat Dita mendorongnya hingga mereka bertukar posisi.


“Tuan Nanda


sangat baik, mau mengirimkan asisten kesayangannya untuk menemaniku. Aku anggap


kau bonusnya, tuan Charlie.”kata Dita sambil menyusuri dada Charlie yang masih


terbungkus kemeja.


“Apa? Nona,


kendalikan dirimu.”kata Charlie.


Charlie tidak


bisa menghindar saat Dita menciumnya. Wanita cantik itu membuka paksa kemeja


dan melemparkannya entah kemana.


*****


Klik

__ADS_1


profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa


tinggalkan jejakmu). Tq.


__ADS_2