
Rian dan Ny.
Besar menoleh saat pintu ruang istirahat akhirnya terbuka. Kepala Boy melongok
dari sana dan ia sangat terkejut melihat ibunya duduk manis di sofa.
Boy : “Ibu?! Ibu
uda lama disini?”
Rian : “Sudah
25 menit, tuan.”
Boy : “Rian,
kenapa kamu gak ngasih tahu aku?!”
Rian : “Gimana
caranya, tuan? Saya harus mendobrak masuk gitu? Dengan resiko saya dimutasi ke
negara A, mending nunggu dech.” Batin Rian kesal.
Boy : “Rian!
Keluar sana. Berdiri di depan pintu, jangan ada yang boleh masuk. Siapapun itu.”
Rian : “Baik,
tuan.”
Ny. Besar
kebingungan melihat Boy mengusir Rian dan menyuruhnya berdiri di depan pintu.
Ny. Besar : “Kenapa,
Boy? Ada apa?”
Boy : “Ini,
Joya mau keluar ke kamar mandi, bu. Joya, uda sana.”
Joya : “Tapi
ada ibu, mas. Malu.”
Boy : “Cuma ada
ibu. Gak pa-pa. Cepat sana pake baju.”
Ny. Besar
tersenyum penuh arti saat melihat Joya keluar hanya memakai selimut membungkus
tubuhnya.
Joya : “I...
Ibu...” Bahkan wajah Joya lebih merah dari vas merah yang ada di ruangan itu.
Ny. Besar : “Joya,
sayang. Ini, ibu bawain baju.”
Boy yang
melihat ibunya menyodorkan paper bag, segera mengambilnya dan memberikannya
pada Joya.
Joya : “Makasih,
bu. Joya ke kamar mandi dulu ya.”
Ny. Besar
berdehem melihat Boy hanya memakai boxernya dengan tubuh bagian atas memakai
kemeja tanpa dikancingkan.
Boy : “Hehe...
ntar, bu. Boy pake baju dulu.”
Ny. Besar cuma
geleng-geleng kepala melihat kedua pasangan pengantin baru itu. Ia melanjutkan
meminum teh-nya sambil tetap duduk menunggu.
Joya keluar
dari kamar mandi setelah 10 menit berada di dalam sana bersamaan dengan Boy
yang keluar dari ruang istirahat. Giliran Boy yang masuk ke kamar mandi.
Ny. Besar : “Joya,
sayang. Sini, nak. Rambutmu masih basah ya?”
Joya duduk di
samping Ny. Besar yang mengambil handuk kecil di tangannya. Ny. Besar mengusap
rambut Joya dengan sayang.
Joya : “Biar
Joya saja, bu.”
Ny. Besar : “Biar
ibu saja. Kamu ini, baru sehari gak ketemu, ibu kok kangen ya. Biasanya
pagi-pagi kamu yang buatin ibu teh.”
Joya : “Mas Boy
gak ngasih Joya pulang, bu.”
Ny. Besar : “Ibu
yang nyuruh. Biar kalian bisa punya waktu berdua. Eh, malah kerja si Boy itu.”
Joya : “Tadi
ada meeting mendadak, bu. Ibu udah makan?”
Ny. Besar : “Makanya
ibu kesini mau ngajak makan diluar. Sekalian mau nyulik kamu dari Boy.”
Joya : “Iya,
__ADS_1
bu. Mau, bu diculik. Mas Boy...”
Boy : “Aku
kenapa?”
Boy yang baru
keluar dari kamar mandi, mendengar pembicaraan ibunya dengan istrinya.
Joya : “Gak
jadi.”
Ny. Besar
melihat Joya seperti sedang menyembunyikan sesuatu, ia menoleh pada Boy dan
mengusirnya keluar.
Ny. Besar : “Boy!
Keluar sana!”
Boy : “Tapi,
bu...”
Ny. Besar : “Keluar
cepat!”
Boy berjalan
keluar dari ruang kerjanya, ia melihat Rian masih berdiri di depan pintu,
menunggu perintah darinya.
Boy : “Rian,
ambilin kursi.”
Rian
mengambilkan kursi untuk Boy,
Rian : “Tuan
kenapa keluar?”
Boy : “Aku
diusir.”
Rian : “Hah?!
Oh...”
Untung Rian
cepat berpikir, ada Ny. Besar di dalam. Siapa lagi yang bisa mengusir Boy
keluar kalau gak Ny. Besar.
Rian : “Tuan
mau lembur malam ini?”
Boy : “Sepertinya
nggak. Desainnya sudah jadi?”
tuan. Mau kesana?”
Boy : “Ya,
sudah kita kesana dulu. Biar Joya sama ibu. Lia mana?”
Rian : “Tadi
ijin pulang duluan. Katanya gak enak badan.”
Boy : “Hmm.”
Mereka berdua
berjalan kembali ke ruangan pemasaran. Saat itu staf pemasaran sedang berkumpul
di satu meja, memperhatikan salah satu staf yang sedang melakukan finishing
untuk desain mereka.
Rian : “Ehem...
Selamat sore. Bagaimana desainnya? Sudah selesai?”
Staf : “Sore ,
pak. Sudah, pak.”
Rian : “Ambilkan
laptop. Tuan Boy mau lihat.”
Salah seorang
staf mengambil laptop agar Boy bisa melihat desainnya dengan lebih jelas. Ada
dua versi, yang satu dibuat berdasarkan usul Joya dan satunya memang dari
pemikiran seluruh staf pemasaran.
Boy : “Jadi ada
2 versi ya. Besok punya kalian dulu yang ditunjukkan ya.”
Staf : Baik, tuan
Boy.”
Boy : “Sudah
mulai malam, kalian sudah makan malam?”
Staf : “Belum,
tuan. Kami mau makan dulu baru pulang.”
Boy : “Kalian
mau makan apa?”
Staf : “...”
semuanya saling pandang, bingung mau makan apa.
__ADS_1
Boy : “Rian,
Niken mana?”
Rian : “Tadi
masih di ruangannya, tuan.”
Boy : “Kalian
makan di restaurant sebelah ya. Rian ajak Niken juga. Makan malam hari ini saya
yang traktir.”
Staf : “Horee...
Terima kasih, tuan Boy.”
Rian mengikuti
Boy yang sudah beranjak dari tempatnya duduk tadi. Mereka kembali ke ruang
kerja Boy dan mendapati Ny. Besar dan Joya masih duduk di sofa. Keduanya
menatap Boy yang nyelonong masuk ke ruangannya.
Boy : “Eh, maaf
bu. Apa sudah selesai ngobrolnya?”
Ny. Besar : “Sudah
selesai gara-gara kamu masuk. Kenapa gak ketok pintu dulu sich?”
Boy menggaruk
kepalanya yang tidak gatal. Gini dech nasib anak kandung rasa anak angkat.
Salah melulu perasaan.
Boy : “Bu, Boy
laper nich. Kita makan yuk. Rian, kamu duluan sana.”
Rian : “Baik,
tuan Boy. Ny. Besar, ny. Joya, saya permisi dulu.”
Ny. Besar : “Iya,
hati-hati. Ingat pesan saya ya, Rian.”
Rian : “Baik,
Ny. Besar.”
Joya tersenyum
pada Rian tapi Boy dengan cepat menutupi senyuman Joya agar tidak dilihat Rian.
Rian : “Haih,
sekarang aku gak boleh lihat senyumnya nyonya Joya juga nich. Besok apalagi.” Gumam
Rian sambil keluar dari ruang kerja Boy.
Ny. Besar : “Kita
makan dimana?”
Boy : “Restaurant
sebelah aja, bu. Mau gak? Kalo pulang, kelamaan.”
Ny. Besar : “Memangnya
Joya gak masak di apartment?”
Boy : “Boy gak
ngasi, bu. Lagian sarapannya tadi pagi beda.”
Joya : “Trus nasi
goreng yang mas makan tadi pagi itu siapa yang masak?”
Boy : “Hehe...
aku ingetnya bukan yang itu. Galak banget sich. Aku makan lagi nich.”
Joya : “Bu, mas
Boy tuch...”
Joya menatap
ibu mertuanya dengan pandangan memelas.
Ny. Besar : “Boy,
jangan gitu sama Joya. Kita ke apartmentmu saja. Makan disana. Masak yang
gampang aja, ya Joya.”
Joya : “Iya,
bu.”
Senyum
mengembang lebar dari bibir Joya, ia merangkul lengan ibu mertuanya itu.
Ny.Besar mengelus kepala Joya, ia terlihat sangat sayang pada anak yang kini
jadi menantu kesayangannya itu.
Boy : “Heh! Ada
ibu aja dia berani sama aku, awas aja kalo ibu udah pulang nanti.” Seringai Boy
licik sambil tersenyum tipis.
🌼🌼🌼🌼🌼
Terima kasih
sudah membaca novel author dan dukungan untuk author.
Jangan lupa
like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.
Vote juga ya...
Mau tahu novel author yang lain? Klik profil author ya.
__ADS_1
Makasi banyak..
🌴🌴🌴🌴🌴