Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 20 – Honeymoon


__ADS_3

Boy dan Joya


sedang bersiap-siap untuk berangkat ke bandara. Hari ini mereka akan berangkat


ke Bali untuk liburan dan bukan honeymoon. Boy tidak mau memakai istilah itu


karena dia gak bisa macem-macem dengan Joya.


Boy : “Sudah semuanya


kan, sayang? Tiketnya sudah?”


Joya : “Udah,


mas. Ayo pamit sama ibu dulu.”


Mereka turun


dari lantai 2 dan melihat Ny. Besar sedang duduk di ruang tengah menunggu


mereka.


Boy : “Ibu, Boy


sama Joya pergi dulu. Ibu jaga kesehatan.”


Joya : “Bu,


Joya pergi sama mas Boy ya. Kalau ada apa-apa, telpon ya bu.”


Joya mencium


tangan ibu mertuanya yang mengelus kepalanya dengan sayang. Joya tersenyum


dengan manis dan memeluk ibu mertuanya itu.


Joya : “Joya


bakalan kangen banget sama ibu.”


Ny. Besar :


“Iya. Sudah sana berangkat. Nanti terlambat naik pesawat.”


Joya sibuk


melambaikan tangan pada Ny. Besar dan sopir Boy mengantar mereka sampai di


bandara.


*****


Setelah


melakukan perjalanan udara selama 1,5 jam, mereka sampai juga di bandara Ngurah


Rai Bali. Boy dan Joya menunggu koper mereka keluar dari bagasi dan membawanya


keluar dari kedatangan bandara. Joya melihat nama mereka terdapat di salah satu


papan yang dibawaa seorang pria paruh baya.


Boy : “Pak


Made, ya?” tanya Boy


Made : “Iya,


saya Made. Dengan  Pak Boy dan Ibu Joya?”


Mereka


bersalaman dan Made membawakan barang bawaan mereka. Ketiganya berjalan menuju


parkiran mobil dan Made menaikkann barang-barang Boy dan Joya ke dalam bagasi.


Setelah mereka


semua duduk di dalam mobil mini bus itu. Made menoleh dan bertanya pada Boy


ingin langsung ke hotel atau mau makan dulu.


Boy : “Kita


makan dulu ya, pak. Saya mau coba makan ayam betutu.”


Made : “Baik,


pak.”


Mereka langsung


meluncur ke sebuah warung makan yang cukup ramai di daerah Tuban-Kuta. Boy


menuntun Joya masuk ke dalam warung makan itu dan pelayan menunjuk tempat yang

__ADS_1


kosong untuk mereka berdua.


Tak lama,


pesanan mereka datang. Boy melihat cukup banyak cabai di atas makanan itu. Ia


meminta pada Joya agar jangan terlalu banyak makan sambal. Keduanya mulai


mengeluarkan keringat karena kepedasan. Joya menyelap keringat Boy di kening


dan pipinya. Bibir Boy semakin merah karena makanan yang pedas.


Potongan besar


ayam betutu itu disajikan dengan sayur plecing kangkung, kacang goreng, dan


nasi putih yang mengepul. Boy sampai dua kali memesan es jeruk untuk meredakan


rasa pedas dalam mulutnya.


Joya yang


terbiasa makan pedas, tidak mengalami kesulitan menghabiskan ayam betutu itu.


Ia merasa sangat kasihan dengan suaminya dan sedikit membantu membersihkan


cabai yang melekat di potongan ayam itu.


Joya : “Jangan


dipaksa makannya, mas. Ntar perut mas sakit.”


Boy : “Pedes


banget tapi enak ya. Aku gak bisa berhenti makan. Nanti di hotel pesen teh


tawar aja, biar gak sakit perut.”


Selesai makan,


Boy membayar bill mereka. Sambil tetap kepedasan, Boy dan Joya masuk ke dalam


mobil.


Boy : “Pak,


kita ke hotel dulu. Saya mau istirahat.”


Made : “Baik,


Mereka


melanjutkan perjalanan ke wilayah Kuta, ada sebuah hotel di pinggir pantai Kuta


yang sangat terkenal karena menghadap kearah pantai Kuta. Mereka bisa melihat


sunset dari kamar hotel itu. Made mengarahkan mobil masuk ke lobby hotel dan


membantu menurunkan barang-barang mereka dari dalam mobil.


Boy : “Pak Made


besok jemput kami lagi ya sekitar jam 10. Saya mau mampir ke toko baju kaos di


dekat tempat kita makan tadi. Habis itu langsung ke Ubud.”


Made : “Baik,


Pak Boy. Nanti saya di kontak saja. Sudah ada nomor WA, kan?”


Boy : “Ok, pak.


Makasih ya pak.”


Boy dan Joya


masuk ke dalam hotel dan memberikan kertas reservasi mereka pada resepsionis.


Boy menggenggam tangan Joya sambil tersenyum pada istrinya itu. Joya yang


ditatap intens jadi salah tingkah sendiri.


Joya : “Mas,


ngapain sich ngliatin gitu? Malu tau.”


Resepsionis


yang melihat kemesraan mereka berdua hanya senyum-senyum sambil melanjutkan


pekerjaan mereka.


Boy : “Kenapa?


Aku kan cuma ngliatin istriku aja. Kamu cantik.”

__ADS_1


Joya memegangi


pipinya yang memerah. Resepsionis memberikan kunci kamar Boy dan menunjukkan


arah kamar mereka. Mereka tidak perlu diantar karena semua petunjuk menuju


kamar mereka sudah sangat jelas tertera di beberapa papan yang ada disana.


Ketika akhirnya


mereka sampai di depan kamar, Boy membuka kunci pintunya dan mendorong


barang-barang mereka masuk.


Joya : “Wah,


pemandangannya bagus ya. Kita bisa ke pantai?”


Boy : “Ntar ya.


Agak sorean. Sekarang masih panas, sekalian kita lihat sunset nanti.”


Joya : “Mas mau


minum teh tawar sekarang? Minum sekarang ya. Daripada mules nanti.”


Boy : “Ya. Buat


aja disitu.” Tunjuk Boy ke meja berisi pemanas air.


Joya membuatkan


teh tawar untuk Boy. Sambil menunggu air meluap, Boy mendekati Joya. Ia memeluk


Joya dari belakang. Tangan nakal Boy mulai menurunkan retsleting baju yang


dipakai Joya saat itu.


Joya : “Mas,


mau ngapain?”


Boy : “Aku mau


buka bajumu. Selama kita di kamar, aku gak mau lihat kamu pake baju.”


Joya memukul


tangan Boy, ia ingin protes tapi Boy tetap meloloskan bajunya melewati kepala


Joya. Boy melempar baju Joya ke atas koper mereka. Ia kembali memeluk tubuh


Joya dari belakang. Tangannya turun kebawah, menurunkan retsleting celana yang


dipakai Joya.


Saat itu air


panas sudah mendidih dan Joya menuangkan air itu ke dalam cangkir teh yang


sudah ia siapkan sebelumnya. Joya membiarkan saja Boy meloloskan celana panjangnya


diantara kakinya. Boy tersenyum lebar, ia mencium pundak Joya.


Joya : “Mas,


ntar kebablasan.”


Boy : “Nggak,


sayang. Aku inget kok. Tapi aku mau mengingat liburan kita kali ini. Mau ya.


Gini aja selama kita di dalam kamar.”


Joya : “Iya,


mas. Sayang...”


Boy menarik


Joya ke atas tempat tidur mereka. Ia memeluk erat tubuh Joya dan menciumi


tengkuknya sampai Joya tertawa geli. Mereka saling bercanda dan bercengkrama


dengan selingan kecupan.


Sampai tak


terasa hari semakin sore dan sunset akan segera tiba.


*****


Klik profil


author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa tinggalkan

__ADS_1


jejakmu). Tq.


__ADS_2