Menantu Untuk Ibu

Menantu Untuk Ibu
Eps. 20 – Tante Ana


__ADS_3

Eps. 20 – Tante Ana


Ana : “Awas!!”


Ckkiiittt!! Ana memeluk Nadia erat-erat. Keduanya terjatuh di tengah jalan dengan banyak


kendaraan berhenti mendadak. Untung saja tidak ada yang terluka parah. Ana


meringis merasakan sakit di kedua lututnya. Ia memeriksa keadaan Nadia dengan


cepat.


Ana : “Nak, apa kamu baik-baik saja? Ada yang sakit? Luka?”


Nadia tertegun saat Ana memeriksa kaki dan tangannya. Ia melirik kedua lutut Ana yang


mengeluarkan darah.


Nadia : “Tante luka.”


Ana : “Apa? Oh, pantas saja sakit. Kamu bisa bangun?”


Nadia mencoba berdiri, tapi karena masih shock, kakinya terasa lemas. Nadia jatuh lagi,


dengan cepat Ana menariknya agar tidak terluka.


Ana : “Ach! Aduch..!”


Berat tubuh Nadia menimpa lengan dan tubuh Ana. Ada luka lagi di sikunya sekarang. Ana


mencoba tersenyum pada Nadia untuk menenangkannya. Ia meringis menahan perih di


lutut dan sikunya.


Nadia : “Tante...”


Ana : “Gak pa-pa. Tenang ya. Kamu udah aman, nak. Lain kali kalau nyebrang jalan, lihat


kanan kiri dulu ya.”


Nadia : “Tante, cerewet sekali ya.”


Ana : “Oh, dear. Seharusnya kau bilang terima kasih, nak. Aku sampe luka begini loh.”


Nadia merasa aneh dengan Ana, disaat semua orang selalu mencoba menarik perhatiannya dengan


bersikap dan berkata-kata manis, Ana justru terus menasihatinya. Dirinya sudah


terbiasa melihat bodyguard Nanda terluka karena menolongnya, itu sudah tugas


mereka. Jadi Nadia tidak perlu mengucapkan terima kasih.


Seseorang menarik tubuh Nadia dari atas tubuh Ana. Seseorang lainnya membantu Ana bangun.


Mereka berjalan ke pinggir jalan dengan cepat. Ana bengong melihat siapa yang


menarik mereka berdua ke pinggir jalan. Beberapa pria besar tampak melingkari


gadis cilik itu, memisahkannya dengan Ana.


Mereka bahkan tidak menanyakan kondisi Ana dan tetap menahan wanita cantik itu agar tidak


beranjak dari duduknya di pinggir jalan. Ana membuka tasnya dan mengeluarkan


tisu basah. Ia membersihkan sendiri luka di lutut dan sikunya.


Nadia melihat rok yang dipakai Ana sedikit sobek, memperlihatkan pahanya yang putih mulus. Ia

__ADS_1


menarik jas salah satu bodyguard di dekatnya dan memerintahkannya melepas jas


yang dipakainya. Nadia melemparkan jas itu ke pangkuan Ana.


Ana : “Hei, nak. Bukan begitu caranya memberikan barang pada orang lain. Kau harus


menyerahkannya langsung dan menunggu orang itu mengambilnya.”


Nadia : “Kenapa tante gak bilang makasih?”


Ana : “Kamu juga gak bilang makasih tadi. Kita impas sekarang ya.”


Ana mencoba berdiri, ia memberikan jas itu pada Nadia dan mengucapkan terima kasih atas


pinjaman jas-nya. Nadia yang menerima kembali jas itu, merasakan jantungnya


berdebar kencang. Ia terpana melihat senyuman manis Ana.


Ana : “Mereka bodyguard-mu ya?”


Nadia : “Ya.”


Ana : “Ya, sudah. Aku pergi dulu ya. Bye.”


Ana hampir berbalik dan berjalan sedikit tertatih ketika Nadia bertanya lagi padanya.


Nadia : “Siapa nama tante?”


Ana : “Kau harus katakan dulu siapa namamu sebelum kau bertanya pada orang lain.”


Nadia : “Tante ribet sekali sich. Namaku Nadia.”


Ana : “Hihi... kau imut sekali kalau sedang cemberut seperti itu. Namaku Ana. Aku harus pulang


sekarang. Sampai jumpa, Nadia.”


pada salah satu bodyguard itu yang langsung mengikuti langkah Ana. Mobil Nadia


datang dengan cepat dan membawanya menuju kantor Nanda.


*****


Nanda sedang meeting saat mendengar kabar kalau Nadia hampir tertabrak mobil ketika


seharusnya ia berada di mall. Dirinya langsung pergi dari tengah meeting dan masuk


ke ruang kerjanya. Charlie mengatakan kalau Nadia sedang dalam perjalanan ke


kantor karena tidak ditemukan luka di tubuhnya.


Nanda : “Katamu dia hampir ketabrak! Gimana bisa gak luka?”


Charlie : “Seorang wanita menolongnya, tuan muda. Wanita itu yang terluka.”


Nanda : “Berapa uang yang ia minta?”


Charlie : “Wanita itu pergi setelah bicara dengan nona muda.”


Nanda : “Nadia? Bicara dengan orang asing?”


Charlie : “Iya, tuan muda. Nona muda bahkan berkenalan dengan wanita itu.”


Nanda : “Hmm... menarik. Cari tahu tentang wanita itu.”


Charlie : “Baik, tuan muda.”


Charlie sudah menyiapkan hukuman untuk bodyguard yang saat itu sedang mengawal Nadia. Saat

__ADS_1


mereka semua sampai di kantor Nanda, tampak dua bodyguard baru mengawal Nadia


masuk ke dalam lift.


Nadia mengeluh bosan, ia tidak pernah mendapatkan bodyguard yang sama. Semuanya berwajah datar


dan tidak mau menurutinya kalau itu diluar aturan yang dibuat Nanda. Terlalu


banyak peraturan terkadang membuat Nadia kesal pada kakak pertamanya itu. Tapi


Nanda selalu memenuhi apapun keinginannya.


Nadia kembali teringat pada wanita yang ia panggil tante tadi. Ia penasaran pada sosok Ana, ia


ingin bertemu lagi dengan Ana. Pasti Nanda bersedia memenuhi keinginannya itu.


Nadia : “Kakak!!”


Nadia berlari ke pelukan Nanda ketika melihat kakaknya itu. Nanda langsung berlutut dan


memeriksa keadaan adik perempuannya itu.


Nadia : “Kak, aku gak pa-pa.”


Nanda : “Tapi kamu hampir ketabrak tadi. Kenapa kamu nyebrang sendirian?”


Nadia : “Aku kesal sama bodyguard yang tadi. Aku suruh jalan jauhan dikit, malah mepet


terus. Itu loh mall, aku kan malu, kak.”


Nanda : “Ya, nanti kakak suruh jauhan dikit. Tapi jangan cemberut gitu dong. Mau apa?”


Nadia tersenyum senang dalam hatinya, ini saatnya minta dicarikan tante Ana. Tapi Nadia masih


menampakkan wajah cemberut di depan Nanda.


Nadia : “Yang kumau kakak gak bisa cariin.”


Nanda : “Apa, sayang? Bilang dong sama kakak. Kalau Nadia gak bilang, kakak kan gak tau.”


Nadia : “Beneran ya? Janji?”


Nanda : “Iya, kakak janji akan cariin apa yang Nadia mau.”


Nadia : “Aku mau ketemu tante Ana lagi.”


Nanda : “Siapa tante Ana?”


Nadia : “Tante yang tadi nolong aku, kak. Cariin sekarang, kita bawa pulang, kak.”


Charlie yang mendengar permintaan nona mudanya, menahan tawa, memangnya tante Ana itu kucing, bisa


dibawa pulang semudah itu. Tapi kalau Nanda sudah memberinya perintah, dalam


sekejap, tante Ana akan sampai ke tempat yang diinginkan Nanda.


Nanda : “Charlie, sudah ketemu orangnya?”


Charlie : “Sudah, tuan muda. Mau dibawa kemana?”


Nanda : “Bawa pulang ke villa. Nadia mau pulang sekarang? Charlie akan mengantarmu.”


Nadia : “Maunya pulang sama kakak. Tapi tante Ana?”


*****


Klik profil author untuk mampir ke novel author yang lain ya. (jangan lupa tinggalkan jejakmu). Tq.

__ADS_1


__ADS_2