
Alvin memandang cemas kearah tirai biru di ruangan dokter kandungan, Alvin memutuskan membawa Rara ke dokter kandungan yang juga sepupu Rara karena ia terus muntah-muntah. Sesekali terdengar gumaman Rara yang bicara dengan dokter. Belum juga dokter keluar dari ruang pemeriksaan, HP Alvin berdering, ia mengangkatnya.
Alvin : “Iya, pah.”
Papa Rara : “Vin, gimana keadaan Rara?”
Alvin : “Alvin belum tahu, pah. Rara masih diperiksa mb Clara.”
Papa Rara : “Kamu ini, papa uda bilang pelan-pelan, kenapa…” Mama Rara merebut telpon dari papa Rara yang mulai ngomel lagi.
Mama Rara : “Alvin, nanti kabarin mama kalau sudah selesai ya.”
Alvin : “Iya, mah.”
Alvin memeriksa beberapa pesan masuk ke HP-nya. Mamanya menanyakan keadaan Rara, dan papa Rara yang mulai mengirim pesan protektif terhadap Rara.
Alvin : “Ais…”
Akhirnya pemeriksaan Rara selesai, Alvin memandang Rara yang tampak pucat.
Alvin : “Gimana?”
dr. Clara : “Gak apa-apa kok, memang ada tanda-tanda kehamilan, tapi belum jelas kelihatan.”
Alvin : “Jadi Rara hamil apa gak, dok?”
dr. Clara : “Untuk jelasnya, datang lagi 2 minggu ya. Dan tolong Alvin sabar ya…”
Alvin : “Maksud dokter?”
Dr. Clara : “Jangan berhubungan dulu selama dua minggu ini.”
Alvin : “Mampus!” Alvin menepok jidatnya, tubuhnya langsung lemes dan pucat.
Sementara dr. Clara dan Rara senyum-senyum penuh arti melihat reaksi Alvin.
Sepanjang perjalanan pulang, Alvin hanya diam mendengarkan Rara menelpon orang tua mereka, ia juga mengabaikan pesan panjang dari papa Rara yang membuatnya tidak merasa lebih baik. Bayangkan dua minggu harus puasa, dua hari saja Alvin sudah pusing.
Rara menahan senyumnya melihat Alvin cemberut, mereka baru sampai di rumah dan Alvin merajuk. Sifat manjanya mulai keluar, Alvin minta disuapin makan, seharian mereka hanya berbaring di tempat tidur karena Alvin ingin disayang-sayang.
Rara : “Sayang, bangun dong. Kamu kok males banget sich.”
Alvin : “Aku masih mau kayak gini.”
Rara : “Kamu kok manja banget sich? Udah sore, nich. Bentar lagi bibik pulang loh.”
Alvin : “Nanti aja bangun kalo bibik mau pulang, aku mau peluk kamu terus. Besok aku dah kerja, pulang sore. Malem juga gak dapet jatah. Hiks…”
__ADS_1
Rara mengelus kepala Alvin, sebenarnya dia kasihan melihat Alvin terus merajuk, tapi ia juga tidak bisa berkata apa-apa. Disatu sisi ada Alvin yang selalu tidak bisa menahan hasratnya, disisi lain Rara mulai kuatir kalau benar-benar hamil, apa yang harus ia lakukan? Ini pengalaman pertamanya dan mamanya tinggal jauh dari sini. Rara bukan termasuk anak manja, dia hanya tidak punya pengalaman yang cukup untuk menjadi ibu muda sekarang.
Alvin menoleh menatap Rara yang masih berpikir tentang hamil atau tidak. Semua pikiran Rara tampak jelas di wajahnya,
Alvin : “Sayang, I love you…”
Rara memejamkan mata saat Alvin menciumnya, Tangan Alvin menyusup meraba punggung Rara yang mulai menggeliat karena geli, ia ingin bangun tapi Alvin menahan tengkuknya, tetap menciumnya. Rara merasakannya dan cepat-cepat melepaskan ciumannya.
Rara : “Sayang, kamu nakal.”
Alvin : “Aku gak nakal…”
Rara : “Mandi dulu sana."
Alvin : “Ayo mandi, aku jelasin di kamar mandi.”
Rara cuma pasrah saat Alvin menariknya ke dalam kamar mandi, sementara bibik ragu-ragu ingin mengetuk pintu kamar Rara dan Alvin. Akhirnya bibik pulang tanpa berpamitan.
-------
Aliya baru keluar dari ruang sidang tugas akhirnya, akhirnya ia lulus juga setelah dibantai selama 3 jam lebih. Aliya duduk di kursi dekat sana, ia benar-benar mengantuk dan lapar sekarang. Hidungnya mencium bau wangi sandwich
kesukaannya, ketika membuka mata, Aldo berdiri di depannya membawa sekotak sandwich, softdrink dan bunga mawar merah.
Aldo : “Hai, Al. Kamu lapar?”
Aldo : “Hallooo… Aliya…”
Aliya : “Ngapain kamu disini?”
Aldo : “Kau gak baca pesanku ya. Seperti kata-kataku kemarin kan, kalau kita masih harus sering ketemu.”
Aliya : “Trus kenapa bawa bunga segala?”
Aldo : “Hanya formalitas, lagipula kamu lulus kan? Ah, ya papa juga minta kita foto berdua. Ck.”
Aliya menerima sandwich yang disodorkan Aldo yang bersiap mengambil foto selfie. Aliya tersenyum melihat kamera, Aldo mengirim foto mereka ke papanya.
Aldo : “Makanlah, aku akan menemanimu sampai selesai makan, lalu kuantar pulang. Kamu ada rencana lain habis ini?”
Aliya : “Tidak, aku juga mau pulang, aku ngantuk sekali.”
Aldo : “Memangnya kau tidur jam berapa?”
Aliya : “Sepertinya aku tidak tidur, semalam aku terlalu asyik membaca sampai lupa tidur.”
Aldo : “Yakin kamu gak tidur?”
__ADS_1
Aliya : “Kamu gak percaya?”
Aldo : “Dibawah matamu gak ada kantong mata hitam, trus sepertinya kamu terlihat sangat fit.”
Aliya : “Aku ikut yoga, tau. Secapek apapun tidak akan terlihat di wajahku.”
Aldo menaikkan alisnya, ia mengambil sandwich di pangkuan Aliya dan memasukkannya ke mulut Aliya agar berhenti bicara. Waktunya tersita banyak karena percakapan mereka.
Aliya : “Ih, gak sopan banget sich…”
Aldo ingin membalas ucapan Aliya, tapi seorang gadis cantik lewat di depan mereka, Aliya bengong lagi melihat Aldo berjalan mengikuti gadis itu.
Aldo : “Hai.”
Gadis : “Oh, hai.”
Aldo : “Apa kabarmu? Apa aku mengganggu? Namaku Aldo.”
Gadis : “Aku Jesica, ada yang bisa kubantu?”
Aldo : “Apa kau kuliah disini? Aku butuh sedikit bantuan.”
Aliya menggigit sandwichnya dengan gemas, ia kesal ditinggal sendirian sementara Aldo asyik ngobrol dengan gadis lain. Makin lama gadis yang diajak ngobrol Aldo makin banyak, Aliya mengemasi barang-barangnya, ia sudah selesai makan dan ingin cepat pulang. Setelah menerobos kerumunan, Aliya menarik tangan Aldo menuju ke tempat parkir.
Aldo : “Sabar sedikit, Al. Aku hampir mendapat ID-nya.”
Aliya : “Aku udah ngantuk, katamu mau antar aku pulang.”
Aldo : “Kau kan bisa pulang duluan.”
Aliya : “Ya sudah!”
Aliya melepaskan tangan Aldo, dengan cepat ia menuruni tangga kampus menuju settle bus. Ia semakin kesal karena Aldo tidak memanggilnya, Aliya menunggu bus datang sambil terkantuk-kantuk di kursi settle, sampai ia
ketiduran.
-------
Terima kasih sudah membaca novel author, kisah Joya dan Boy masih akan berlanjut, jadi ditunggu
kelanjutannya ya.
Jangan lupa like, fav, komen, kritik dan saran para reader sangat ditunggu author.
Baca juga novel author yang lain dengan judul “Perempuan IDOL” dan “Jebakan Cinta” dengan cerita yang gak
kalah seru.
__ADS_1
-------