Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Sweet Keita


__ADS_3

Pak Ilham sedang menuliskan beberapa rumus algoritma rumit di papan tulis, seluruh siswa di dalam kelas mencatat dengan teliti begitupun dengan Yura. Walaupun pikirannya terbagi tapi dia tetap berusaha untuk fokus. Saat ini dia tak sabar untuk kembali bekerja di Sunkiss cafe, cafe milik Nara.


"Kalian catat, dan di pertemuan selanjutnya nanti Bapak urai rumusnya! Jangan sampai ada yang terlewat ya!" kata Pak Ilham saat dia selesai menggoreskan kapur di ujung papan tulis. Dia rapikan buku-bukunya dan bersiap untuk pergi dari kelas.


"Iya pak!" serentak puluhan siswa menyahut perintahnya.


"Selamat pagi!" pamitnya lalu berlalu dari kelas, seluruh muridnya masih tekun menyalin tulisannya dari papan tulis.


"Yur," panggil Alika.


"Heum ...." sahut Yura.


"Apa kabar hubungan kamu sama Kak Arkan?" tanya Alika aneh, membuat Yura merasa geli.


"Heh, pertanyaan macam apa itu?" tanya balik Yura.


"Ya penasaran aja, habisnya dari kemarin kamu di chat gak balas sih!" keluhnya, " Aku sibuk al, aku kan udah dapat pekerjaan mulai hari kemarin!"


"Oh ya? Kerja apaan?" tanya Alika antusias.


"Cuma paruh waktu sih, gak tetep juga! Aku jadi kurir di sebuah cafe, ya gitu lah, kerjaanku gak jauh-jauh dari kegiatan antar mengantar!"


"Wah, semangat ya! kamu pasti bisa!" semangati Alika, Yura membalasnya dengan senyuman super manis.


Sebagian siswa sudah mulai bubar dan menikmati jam istirahat mereka. Yura masih memastikan kalau catatannya sama persis dengan yang Pak Ilham tuliskan di papan tulis.


"Al, ke kantin yuk!" ajak Yura tak seperti biasanya, Alika sampai berdecak saat Yura mengajaknya ke kantin padahal biasanya Yura selalu menolak.


"Wah, tumben!"


"Aku kan udah mulai dapat upah, jadi gajiku di bayar tiap hari Al tergantung banyaknya pesanan yang aku antar! Yuk, aku traktir ya,"


"Wah wah, seneng banget yang udah punya gaji sendiri! Tapi Yur, sebaiknya kamu tabung uangnya!"

__ADS_1


"Kalau itu mah pasti! Tapi, masa bestie gak nyicip gaji pertama sih, yuk!" ajak Yura lagi lalu dia tarik tangan Alika, Alika bangga sekali pada sahabatnya itu.


"Oke deh kalau maksa!"


Keduanya pun berjalan sejajar dari dalam kelas menuju kantin yang terletak di pojok komplek sekolah. Sepanjang jalan Alika dan Yura asyik berbincang sampai tiba-tiba seorang Keita menahan langkah keduanya tepat di depan kelasnya. Kebetulan saat itu kelas itu baru saja bubar jam pelajaran kedua. Keita merasa sangat berkesempatan saat tiba-tiba Yura lewat tepat saat dirinya juga keluar dari kelas.


"Hai Yura," sapanya, manis sekali membuat Yura gugup dan tersipu malu, siapa pula yang tak tersanjung dengan sapaan seorang Keita, dia adalah termasuk satu dari jajaran siswa terkeren di sekolah.


"Eh, Kak Kei ...." sapa balik Yura malu-malu, apalagi saat seluruh siswa yang kebetulan masih ada di area itu langsung memperhatikannya, termasuk Tania.


Arkan dan Vano menyusul dan Arkan tahu kalau Keita saat ini sedang berusaha mendekati gadis yang dua hari lalu ada di bawah tanggung jawabnya itu.


"Goodluck ya breh!!" goda Vano sembari menepuk punggung Keita, dan kemudian Arkan dan Vano berlalu menuju lapangan Basket.


"M, ke kantin ya?" tanya Keita, dan rasanya baru kali ini seorang Keita terlihat grogi lagi.


"Iya kak," sahut Yura tak kalah grogi, Alika mencubit pinggang Yura, Alika ikut merasakan atmosper grogi itu, bagaimana tidak? Keita itu termasuk salah satu jajaran the most wanted boy di sekolah dan saat ini Keita sedang mendekati seorang Yura.


"Iiih Alikaa," desisnya kesal.


"Aah, kebetulan gue juga mau ke kantin." kata Keita seperti sedang mengeluarkan jurus-jurusnya.


"Hmm," gretak alika.


"Yur, aku kebelet nih, ke toilet dulu ya nanti aku nyusul deh, byee ....", Alika malah undur diri disana meninggalkan Keita dan dan Yura berdua saja, Keita senang tapi Yura malah semakin gugup lagi. Alika memang teman yang pengertian.


"Yuk," ajak Keita, mau tak mau Yura mengikuti saja langkah Keita. Mereka berjalan sejajar memungut atensi orang-orang sampai mereka semakin berdecak dengan nasib baik Yura belakangan ini. Yura tak dapat mengendalikan detak jantungnya, sikap manis Keita sungguh membuatnya shock sama seperti saat dia seharian ditemani Arkan.


"Astaga Kei! Gue gak salah lihat?", di setengah perjalanan menuju kantin aral rintang pertama hadir, Amanda dan kawan-kawannya menjegal langkah Yura dan Keita, Yura ketakutan karena sepertinya Amanda masih ingat dengan wajahnya.


"Apaan siih!" gerutu Keita kesal.


Kini giliran Diya yang cemburu buta pada Yura, selama ini Diya sangat mengagumi Keita dan hari ini Yura malah berhasil menarik perhatian cowok pujaannya itu.

__ADS_1


"Mata gue gak katarak kan? Ini kan cewek yang pas hari sabtu keganjenan sama Arkan! Nah, hari ini lo juga jadi korbannya, huh?" tanya Amanda membuat Yura takut sekaligus kesal, Yura menarik mundur langkahnya dan bersembunyi di belakang punggung keita.


"Rese banget sih lo! Kagak cape ngurusin urusan orang lain?" balas Keita yang sudah gedek dengan kelakuan Amanda yang selalu merasa benar dan semena-mena menyampaikan asumsinya.


"Sebenarnya gak guna juga sih, tapi gue heran kenapa orangnya harus orang yang sama! But well, bagus sih dengan begitu nih kuman bisa stay awaaay dari Arkan! hus ... hus ... bawa jauh jauh sana!"


Keita hanya geleng-geleng kepala dengan sikap menyebalkan saudara sepupunya itu. Keita menarik tangan Yura menjauh dari sana, membuat diya semakin dan semakin terbakar cemburu.


"Kuman naik kelas!" ejek Nadya,


"Lah iya! Masa dia mau mendominasi sekolah! Mau dimana kita simpan muka kita kalau reputasi dan popularitas kita kalah sama ayam baru netas kayak dia!" sahut Amanda seenak jidatnya.


"Jangan-jangan dia sengaja nyari-nyari perhatian! Kita harus cari tahu siapa sebenarnya cewek kuyu itu!" usul Nadya, Diya mengangguk "gue setuju!"


"Ya udah, nanti sepulang sekolah kita ikuti dia! Dia tinggal dimana dan siapa sebenarnya dia!" putuskan Amanda. Yura belum tahu kalau dia kini sudah masuk daftar target bully Amanda.


Yura dan Keita sudah sampai di dalam kantin, tanpa sadar Keita masih menggandeng tangannya sejak tadi mereka menerobos Amanda dan kawan-kawannya. Setelah sadar Keita lepaskan secara perlahan dan keduanya malah jadi sama-sama salah tingkah.


"Mau jajan apa?" tanya Keita, Yura masih menunduk malu, rasa laparnya sudah terbalut dengan rasa gugupnya.


"Atau mau ikut gue ke lapangan?" tanya Keita menawarkan opsi lain.


"Aku mau nunggu Alika aja disini, takutnya nanti dia nyari!" putuskan Yura pelan.


"Oh ya udah, mau pesan apa?"


'Ya ampun, kenapa ini? aku gak bisa konsentrasi menjawab pertanyaan-pertanyaan singkat Kak Keita!' batinnya, dia benar-benar tak siap menjadi pusat perhatian seperti ini.


"Mie ayam sama es teh gimana? mau?" tawarkan Keita, Yura mengangguk saja lagipula bibirnya tiba-tiba kelu.


"Dua kan buat temen lo juga?", Yura hanya mengangguk.


Keita memesankan makanan untuk Yura, dan setelah selesai membayar.

__ADS_1


"Selamat istirahat ya, gue harus kembali gabung sama team! jajanannya udah gue bayarin!" kata Keita begitu saja dan dia malah pergi meninggalkan Yura sendiri, ternyata Keita hanya membelikan makan siang saja untuk Yura, so sweet Keita.


__ADS_2