
Sampai pagi Azka gak pulang kerumah, lengkap sudah rasa galau Nara. dia kesal sampai tak bisa membendung air mata, dia juga gak bisa menuntut hal ini pada Azka, dia merasa saat ini dia bukan siapa-siapa tapi bagaimana lagi, dia sudah terlanjur terjerat pesona dan cinta seorang Azka.
'baiklah kalo ini yang lo mau, gue gak akan berharap apa-apa lagi! gue juga bisa lakukan apa yang lo lakukan sekarang!' tekad Nara dalam hati, dia terlanjur kesal pada Azka.
Nara sudah sampai di cafe.
Saat Lulu beres-beres Nara malah asyik berbalas pesan sampai senyum-senyum. Lulu curiga..
"Lu, lo mau kejutan gak?" tanya Nara.
"kejutan?"
"iya, sebentar lagi gue punya kejutan buat lo." kata Nara, lulu belum mengerti maksud Nara sampai seseorang datang memarkirkan motor sportnya didepan Cafe, Lulu belum tahu itu siapa dan saat orang itu turun lalu masuk kedalam cafe betapa terkejutnya dia, itu Yuki, salah satu pemain favorit Lulu juga.
"Oh my god.." Lulu hampir tak percaya.
Yuki masuk dan langsung menghampiri Nara yang berdiri didekat meja kasir. Lulu masih bengong..
"selamat datang.." sambut Nara dengan senyum manis yang selama ini Yuki rindukan, Yuki tidak mengerti kenapa Nara mengirimkan pesan untuk datang ke cafenya.
"gue sempat kaget, kenapa lo nyuruh gue datang sekarang.." tanya Yuki.
"m.. waktu di Jogja kan gue janji mau traktir, tapi gak jadi, nah sekarang gue mau penuhi janji itu.. silahkan makan sepuasnya disini, sebagai bentuk rasa trimakasih karena selama ini lo sudah banyak membantu.." jelaskan Nara, Yuki tersenyum simpul, jelas sekali saat ini dia sangat berbunga-bunga.
"oke.."
"silahkan duduk.." Nara mempersilahkan, Yuki pun duduk dimeja dekat jendela yang biasa Azka duduki.
"Nar.." kata Lulu masih setengah bengong.
"aahh, iya gue lupa gue belum kenalkan dia sama lo..ayo, biar gue kenalkan.." Nara menarik tangan lulu mendekat kearah Yuki.
"oh iya ki, kenalin dulu.. ini Lulu, sahabat dan partner terbaik gue.." kata Nara, Lulu masih terlihat malu-malu.
"hai.." sapa Yuki dengan senyum manis yang seakan meledakan hati Lulu.
"dia ini supporter setia sunrise.." tambah Nara.
"oh ya? gue Yuki.." kata Yuki pleasure lalu menyodorkan tangannya
"Lulu.." sambut Lulu, tangannya sangat gemetar sampai Yuki tersenyum geli melihatnya, Nara pun.
"m.. silahkan katakan pesanannya sama lulu ya.. buar gue panaskan dapur dulu.." kata Nara lalu dia pergi kedapur.
Saat Nara didapur, Azka terus menelphonenya, tapi dia masih sangat kesal, dia tidak mau mengangkatnya..
__ADS_1
tak lama Lulu datang, dia masih shock..
"lo.. lo kenal dia juga?" tanya Lulu
"dia kan rekan suami gue, ya pasti gue kenal lah.." sahut Nara.
"bener bener lo yah..sejak kapan lo masuk kehidupan mereka, lo benar-bener super beruntung.." kata Lulu lagi hampir tak percaya dengan apa yang Nara alami selama ini.
"sudah, mana pesanan Yuki.. biar gue yang handle.. lo standby di depan ya..".
Azka kesal karena tidak mendapati Nara dirumah, ditambah Nara tak juga mengangkat telphon darinya. saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju cafe, dan saat sampai betapa terkejutnya dia karena disana sudah ada Yuki.
Saat masuk Azka makin kesal karena Nara duduk bersama Yuki, dia juga tambah kesal karena Nara terkesan cuek padanya.
"Azka.." sapa Yuki, Azka masih memajang muka kesal lalu dia duduk bergabung. dia tatap Nara dengan tatapan tajam. Nara malah bersikap innocent.
"udah sarapan?" tanya Nara pada Azka.
"belum.."jawab Azka singkat.
"m.. ya udah gue buatkan dulu ya.." Nara beranjak.
tinggallah Azka dan Yuki..
"udah lama disini?" tanya Azka.
"masakannya memang selalu enak.." kata Azka.
"lo benar-benar beruntung.."
"gue kebelakang dulu ya.." Azka malah pergi menghampiri Nara didapur. Azka kesal karena dia mendapati Yuki sudah ada di cafe sejak tadi. dia langsung menghakimi Nara dengan tatapan tajamnya.
"mau dibuatkan apa?" tanya Nara masih innocent.
"kenapa dia ada disini?" tanya Azka
"oh iya, pasti Kalyla senang ya ditemani sahabatnya hampir seharian penuh.." Nara malah mengalihkan pertanyaan Azka, dia semakin kesal.
"lo sengaja undang dia kesini?" tanya Azka lagi
"iya!" jawab Nara tegas, dia juga berani membalas tatapan Azka.
heh, Azka tersenyum kecut.
"dulu dia sudah sangat banyak membantu, gue perlu bertrimakasih sama dia.." lanjut Nara lalu dia kembali pada fokusnya untuk memasak.
__ADS_1
"trus kenapa lo gak angkat telphon dari gue ??"
"gue sibuk!"
Azka semakin kesal dengan sikap Nara. dia pun kembali kedalam cafe duduk bersama Yuki.
"sore ini kita harus onfire ya.." kata Yuki, dia sebenarnya tahu kalau Azka sedang cemburu padanya.
Azka hanya mengangguk.
***
Nara melamun dimeja kasir..
"Nar, kita closing yuk.. mumpung udah gak ada pengunjung, kita kan mau nonton sunrise.." kata Lulu membuyarkan lamunannya.
"iya.. kita beres beres dulu yah.." kata Nara lalu dia membantu Lulu membereskan seisi cafe.
"m.. Azka kenapa? kelihatannya dia badmood banget.." tanya Lulu.
"gak tahu.." jawab Nara malas.
"kayaknya dia cemburu sama Yuki, gue yakin itu.." kata lulu, Nara hanya diam.
"lo juga sih, maruk banget lo! kalo udah dapat Azka ngapain goda godain Yuki.." cibir Lulu.
Nara gak mencoba menanggapi lagi.
***
Playoff sudah di mulai, Nara masih saja melamun diantara hiruk pikuk venue, dia masih memikirkan banyak hal.
Dia sama sekali tidak fokus dengan pertandingan, dia hanya duduk sementara para supporter lain berdiri memberikan dukungan penuh, pandangannya juga melabur, entah apa yang dia lihat.
Dan itu pun mempengaruhi fokus Azka, dia lihat Nara dan lamunannya, hatinya juga masih meradang karena kejadian tadi pagi dan ini semakin mengganggu performanya.
Timeout diambil Sunrise, seluruh pemain menepi ke bench dan bang Banyu kelihatan marah pada Azka.
"Azka, dimana jiwa mu saat ini, kenapa kamu bermain seperti itu.. kamu kelihatan sangat tidak siap untuk pertandingan ini !!" kata bang Banyu tegas, Azka tahu dia salah, hari ini dia memang sangat kehilangan fokus.
saat kembali kelapangan, Azka tiba tiba ditarik oleh bang Banyu dan dicadangkan, semua orang heran dengan Azka saat ini. Nara pun menyadari itu.
"tuh Nar lo lihat, gue pikir dia gak fokus bermain karena dia cemburu sama Yuki, lo lihat kan dia main jelek banget sekarang !!" kata Lulu mengomel.
Nara tahu itu, dia perhatikan Azka yang duduk dibench, Azka tutupi kepalanya dengan handuk kecil, dia tidak mau ada yang tahu rasa kesalnya hari ini. dan lama-lama Nara pun merasa sangat besalah dan menyesal.
__ADS_1
Bersambung.