Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
sunshine & moonlight


__ADS_3

Nara tidak menyewa babysitter untuk mengurus baby Arkan, dia lakukan semuanya sendiri. dia benar-benar ingin jadi mama terbaik yang memberikan quality time untuk buah hatinya.


Karena kesibukan barunya itu, dia jadi lebih sering mengenakan daster rumahan saat ada di rumah, dia tak menghiraukan penampilannya tapi itu malah membuat dia semakin mempesona, swear deh.. emak-emak berdaster itu memang the best.


Baby Arkan baru selesai mandi..


Nara langsung membawanya berjemur matahari di halaman rumah, tubuh mungil Arkan tampak nyaman dalam pelukan Nara.


Azka yang saat itu sedang berlatih ringan di court di samping rumah langsung menghampiri dengan semangat.


"o my sunshine..." sapa Azka, maniiiiis sekali, Nara mencibir, diam-diam dia cemburu karena sebelumnya Azka tak pernah menyebut Nara dengan panggilan yang manis.


Azka tatap Arkan dengan hangat, tatapan bangga seorang ayah terhadap anaknya.


"Anaknya sunshine.. mama nya apa ya???" tanya Nara agak sinis, Azka tersenyum geli.


"my moonlight.." bisik Azka mesra, Nara tersipu malu.


ternyata Azka juga menggodanya pagi ini.


"heh, manis sekali papa Azka pagi ini.. pake manggil Arkan sunshine, emaknya moonlight.. ada apa nih?" tanya Nara curiga.


"gak ada apa-apa.." Azka masih menatap Arkan yang terlihat sangat nyaman dalam hangatnya mentari pagi ini yang menghangatkan tubuh mungilnya.


"Minta uang jajan ya.." kata Nara memelas.


"blackcard punyaku kan nyelip di dompet kamu, pake aja sesuka hati kalian.." sahut Azka.


"uuuncch, papa Azka emang terdabest deh.. " kata Nara merayu, bikin Azka auto gemas.


"kiss.." bisik Azka terasa menggelitik Nara.

__ADS_1


"heh, didepan baby Arkan.. hiiiih, ngajarin gak bener nih kamu.." cibir Nara, Azka malah sengaja memeluk Nara lalu mencium pipinya dengan hangat, duuuh.. so sweet lagi dan lagi.


Tiba-tiba Arkan menyunggingkan senyum imutnya, sontak Azka maupun Nara senang dan girang melihat hal itu.


"iiih.. kenapa kamu senyum-senyum sayang... gumusshhh deh.." kata Nara gemes.


"dia senang lihat papa mama nya kayak tadi, iya kan boy.." tukas Azka.


Wah, potret manis itu sungguh menghangatkan jiwa siapapun yang melihatnya.


Kriiiiing... Kriiiiing..


Ponsel Azka tiba-tiba berdering, Azka lihat yang menelphonenya itu Kalyla, dia terdiam sejenak. sudah lama kalyla tidak menghubunginya.


Kriiiing.. kriiiing.. berdering lagi..


"siapa?? kenapa belum di angkat?" tanya Nara.


Wajah Nara berubah seketika, setiap mendengar nama itu Nara selalu merasa takut dan cemas.


"angkat aja, mungkin penting.." kata Nara lalu pura-pura tidak peduli padahal hatinya sangat resah.


Azka angkat telphonnya karena dia merasa Nara sudah memberinya ijin.


"ya.. kenapa la?" sapa Azka datar.


"apa kabar?? lama aku gak tahu kabar kamu.." tanya Lyla di ujung telphone.


"baik.."


"maaf ya aku belum sempat nengok bayi kalian, pasti gemas.. "

__ADS_1


"iya, gak apa-apa.."


"m.. ka, ada waktu gak?"


Azka tak menjawab, dia gak tahu apa maksud kalyla meminta waktu padanya, kalau Nara dengar pasti dia akan sangat kecewa.


"ada apa?"


"nanti siang kamu ada jadwal latihan gak?"


"ada.."


"oh, baguslah ! nanti siang aku tunggu di cafe di dekat kantor sunrise ya, ada yang mau aku bicarakan.."


Azka belum jawab, dia sangat berat untuk menerima ajakan Kalyla, apalagi saat ini dia sudah merasa damai hidup bersama keluarga kecilnya.


"aku tunggu ya.."


Kalyla akhiri telphonnya, Azka dilema lagi apalagi seketika Nara memajang muka sebal.


"ayo kita masukkkk..." kata Nara bernada lalu pergi dari sana masuk kedalam rumah, matahari sudah semakin panas untuk Arkan.


Azka hanya berjalan mengikuti.


Sebenarnya apa rencana Kalyla??


Apa dia punya rencana terselubung untuk menggoda Azka lagi??


Entahlah..


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2