Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Kejujuran Yuki


__ADS_3

Untuk meyakinkan keraguan Lulu, Nara sengaja mengajak Lulu ke rumah Azka. Lulu masih saja menganggap ini lelucon, dan saat Nara masuk kerumah itu Lulu malah semakin skeptis.


"ngapain lo masuk rumah orang sembarangan, udah deh Nar..lo harus sadar, ini semua..oke..oke tadi lo telphon orang yang mirip Azka, tapi.. lo gak usah berusaha menjelaskan semua halusinasi lo ini.." kata Lulu masih kekeh dengan anggapannya.


"ini rumah Azka, nanti saat lo ketemu dia langsung, lo jangan pingsan ya.." kata Nara lalu masuk kedalam, Lulu masih bertahan diambang pintu, dia gak ngerti lagi dengan semua yang Nara tunjukan.


" ayo masuk!" ajak Nara lalu menarik tangan Lulu.


"ini rumah siapa?"


"ini rumah calon suami gue, tuh dia.."


Lagi-lagi Lulu membatu saat Azka hadir menuruni tangga dan langsung menghampiri keduanya, Lulu merasa kalau kakinya tidak menapak dilantai. dia bengong,super bengong.


"kapan kalian datang?" tanya Azka.


"barusan, dia gak percaya kalo lo adalah calon suami gue, lihat bengong kan dia.. gak ngedip.. dia fans sunrise, dan pemain favoritnya itu lo.." bisik Nara, Azka hanya tersenyum geli melihat Lulu yang hanya diam membatu.


"Lu, gimana? sekarang lo percaya? lo gak anggap gue stress lagi kan? atau halu?" tanya Nara.


"ini mimpi?" tanya Lulu


"ini nyata.. lihat, ini Azka.. yang selama ini lo puja-puja.. iya kan?"


Lulu gak mampu berkata-kata, dia hanya mencoba meyakinkan dirinya sendiri kalo dia tidak mimpi saat ini.


"oh iya, tadi pihak bridal menelphone, malam ini kita fitting baju pengantin! gaun yang kemarin lo pesan udah jadi.." kata Azka.


"oke, m.. Lu, lo ikut ya?" ajak Nara.


Lulu hanya mengangguk dan selebihnya dia bengong.


***


Nara memilih gaun sederhana, tapi saat dia kenakan, gaun itu sangat memancarkan aura kecantikan Nara yang selama ini tak pernah dia tunjukan secara langsung.


Lulu bangga pada Nara, saat Nara berdiri didepan cermin besar dan memastikan penampilannya baik lulu datang menghampiri.


"lo cantik banget Nar.." kata Lulu takjub.


"makasih.."


"gue senang melihat lo bahagia kayak gini, ya.. sejak tadi gue emang ragu ,gak percaya..bahkan menganggap lo stres dan halu, tapi .. ini benar-benar hal yang sangat membahagiakan buat lo, buat gue juga.. selamat ya.. "Lulu langsung memeluk Nara lalu mendekapnya dengan erat, Nara tahu Lulu memang tulus menyayanginya.


"akhirnya.. akhirnya lo menikah dan lo gak akan sendirian lagi.." kata Lulu sangat dalam, membuat Nara terharu, keduanya menangis dalam pelukan.


"makasih banyak yah Lu.. selama ini lo selalu support gue, lo adalah sahabat terbaik.."


"iya.., ayah sama ibu lo pasti akan senang melihat ini semua, pasti mereka bangga.. karena lo udah berhasil melewati masa-masa sulit.."

__ADS_1


mendengar itu tangis Nara semakin pecah.


Azka yang baru keluar dari ruang ganti sampai ikut menyaksikan momen mengharukan itu tapi dia tidak mencoba mengganggunya.


***


pernikahan mereka tinggal 2 hari lagi.


tidak banyak yang Nara lakukan karena semuanya sudah diurus oleh keluarga besar Azka.


hari demi hari, menit demi menit,bahkan detik demi detik Nara nikmati dengan rasa nervous.dia sebenarnya belum benar-benar yakin dengan ini semua.


Dia pergi mencari udara segar, dia bosan dipingit dalam rumah kontrakannya. dia memutuskan mencari barang-barang kecil yang kelak dia butuhkan.


Dan seperti biasa, seperti kebetulan kebetulan lainnya, saat Nara menunggu taxi dipinggir jalan selalu ada Yuki yang kebetulan lewat.


Yuki menepi, dalam hati dia sangat senang bertemu Nara. Nara juga tidak mengerti kenapa dia selalu kebetulan bertemu dengan Yuki.


Yuki turun dari mobilnya lalu menghampiri Nara.


"mau kemana?" tanya Yuki.


"m..pulang, barusan habis beli kebutuhan sehari-hari.." tukas Nara yang mulai salah tingkah lagi tiap ketemu Nara.


"lagi nunggu Azka jemput?" tanya Yuki.


"oh ya udah ayo gue antar lo pulang.." tawarkan Yuki lalu membukakan pintu untuk Nara.Nara ragu


"m..gak usah, nanti lo repot.."


"ijinkan gue mengantar lo pulang sebelum lo benar-benar jadi milik Azka.." kata -kata Yuki membungkam Nara, Nara masih merasa kalau Yuki memang tertarik dengannya.


"m.. baiklah.." nara pun menerima niat baik Yuki, dia masuk dan mereka pergi.


Keadaan terasa canggung lagi.


"gak nyangka ya, ternyata.. kalian berjodoh.." kata Yuki, sebenarnya hatinya sakit menerima kenyataan ini.


"iya.."


"sebenarnya, waktu di Jogja.. gue curiga dengan pria yang duduk disamping lo, lo sangat melindungi dia..tapi saat itu gue gak tahu kalau ternyata itu Azka, heh.." kenang Yuki lalu dia tersenyum getir.


"ya, itu memang dia.."


"gue sempat lega saat lo bilang dia cuma boss, tapi ternyata.. heh.." Yuki kembali tersenyum, kali ini kecut, dia memang kecewa.


"m..maaf, gue gak ada maksud apa-apa waktu itu.."


"ternyata gue terlambat.., kalau saja, gue ketemu lo lebih dulu, gue.. gak akan menyia-nyia kan lo, sampai akhirnya sekarang lo jatuh kepelukan teman gue sendiri.."

__ADS_1


Nara terhanyut dengan kata-kata Yuki, dia makin merasa kalau Yuki memang tertarik padanya. Nara hanya diam, menunduk lugu.


"Semuanya berjalan sangat cepat!" kata Yuki lagi.


"m.. tapi lo sudah dapat yang terbaik, Kalyla .. dia sangat pantas bersanding..di samping lo.."


"heh, kenapa semua orang punya anggapan begitu ?? kalian selalu menilai yang tampak oleh mata, tapi yang sebenarnya ada disini!!" kata Yuki sangat emosi lalu dia menepuk dadanya.


Nara gak tahu harus bagaimana, dia gak percaya kalau Yuki ternyata begitu dalam menyukainya. dia tidak tahu pastinya..


'benarkah ini? atau dia cuma membual.. kalo Yuki serius, bodohnya gue.. mengabaikan orang yang sungguh-sungguh mencintai gue buat Azka yang hanya bersandiwara..' batin Nara menyesal.


***


Sehari sebelum menuju hari pernikahan.


Nara sedang melakukan full treatment disebuah spa yang sudah menjadi langganan ibu sejak dulu. dia pergi bersama ibu.


Dia gak pernah melakukan perawatan seperti ini tapi yang pasti saat ini dia sangat menikmatinya. walaupun ibu masih agak bersikap sinis padanya, Nara gak begitu peduli.


Setelah melewati serangkaian perawatan yang memanjakan ,Nara dan Ibu duduk dimeja yang sama di lounge dan menikmati segelas minuman.


" siapa saja yang besok hadir dari pihakmu?" tanya ibu datar, dia hanya mencoba membangun topik bersama calon menantunya itu.


"m..ada Ibu dan saudara tiri saya, dan mungkin beberapa orang teman.." jawab Nara sangat hati-hati, dia tidak mau menyinggung Ibu.


"Ibu dan saudara tiri?"


"iya.."


"jadi orang tua kandung kamu sudah lama meninggal?"


Nara hanya mengangguk, tiba-tiba dia ingat ayah dan Ibu, dia sangat merindukan mereka.


'Ibu.. ayah..' batin Nara perih.


Ibu lihat ekspresi Nara yang tiba-tiba murung. Ibu jadi merasa bersalah dan mungkin sedikit simpati.


"sudah ziarah ke makam mereka? m.. bagaimanapun, mereka harus tahu hari bahagiamu ini walaupun mereka hanya bisa melihatmu disurga sana.." kata Ibu, kali ini nada bicaranya terdengar sedikit simpati.


"m.. belum sempat, tapi.. nanti saya akan kunjungi makam mereka.."


"mudah-mudahan Azka bisa melengkapi kekosonganmu ya.." harap ibu, kali ini Nara tersentuh, walaupun Ibu tidak terdengar sungguh-sungguh mengatakan itu tapi Nara meng'amini harapan Ibu itu dalam hati.


"Dia adalah satu-satunya harapan keluarga kami, kesayangan kami.. kami selalu mengharapkan yang terbaik untuknya, jujur saja.. saya ragu sama kamu..tapi, mau bagaimana lagi..Azka sudah menjatuhkan pilihannya sama kamu.." kata Ibu mencoba mengungkapkan perasaannya dengan jujur. Nara mengerti maksud Ibu. dia memang kurang welcome dengan Nara, tapi Nara maklumi itu, Ibu memang pantas untuk menaruh ekspektasi yang tinggi pada Azka, karena Azka adalah satu-satunya anak yang sangat dia sayangi.


Nara hanya bertekad untuk jadi yang terbaik untuk Azka dan keluarganya sampai pada waktu yang nanti Azka sepakati.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2