Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Curiga


__ADS_3

Drddd.. drddd..


Ada suara getaran dari bawah selimut, Nara mencari asal suara itu dan ternyata itu suara dari getaran ponsel Azka, Nara heran biasanya Azka tidak pernah mematikan dering ponselnya.


Dan yang lebih membuatnya heran bercampur kaget ada pesan masuk dari Kalyla. perasaan itu berkembang jadi rasa curiga. biasanya Nara tidak pernah kepo dengan isi ponsel Azka tapi kali ini tangannya sangat gatal untuk memeriksa isi ponsel suaminya itu.


kebetulan Azka masih dikamar mandi.


Nara buka pesan singkat dari Kalyla tadi.


'jangan lupa nanti malam ya..


see you '


Begitulah isi pesannya, Nara meradang. rasa cemburunya berapi-api, saat nanti Azka keluar dari kamar mandi ingin sekali rasanya dia menyemburkan rasa panas dihatinya.


"eughhhh.. sialan.. awas!! awas aja nanti!!" gerutunya, tapi kemudian dia sadar kalau saat ini dia sedang mengandung, rasanya tidak pantas kalau dia marah-marah tak karuan, dia sering baca artikel tentang kehamilan dan dia tahu kalau janin dalam perut seseorang dapat mendengar apa yang ada disekitarnya.


"huh.. tenang.."


Dia tarik nafas lalu dia hembuskan, dia mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"maaf ya sayang.. mama janji gak akan marah marah.. maaf yaa.." katanya pelan lalu mengusap-ngusap perutnya dengan lembut.


Azka terdengar membukakan pintu kamar mandi, Nara segera lemparkan ponsel Azka kebawah selimut lagi.


Nara pasang wajah sejutek mungkin, tidak bisa dipungkiri dia sangat dilanda rasa cemburu yang hebat saat ini.


Dia turun dari tempat tidur, Azka heran kenapa istrinya itu menekuk wajahnya padahal semalam dia masih bermanja-manja ria dengannya.


"hari ini latihan sampai malam?" tanyanya agak ketus.


"iyaa.." jawab Azka singkat, tanpa menoleh kearah Nara, dia malah fokus menyempurnakan penampilannya dicermin, Nara makin kesal.


"oh.." dia beranjak kekamar mandi.


Azka belum tahu kalau tadi Nara sengaja membedah isi chatnya bersama Kalyla.

__ADS_1


Nara beranjak kekamar mandi.


Dia mengirimkan pesan pada Yuki, dia curiga kalau Azka berbohong. tidak mungkin Azka latihan sampai malam karena biasanya juga hanya sampai sore.


Nara : apa hari ini ada latihan extra?


Yuki : latihan extra? ga ada tuh


Nara makin skeptis.


Nara : oh.. makasih ya


Yuki : ada apa?


Nara tidak membalas lagi pesan dari Yuki, yang pasti saat ini dia kesal dan curiga pada Azka.


Azka menunggu Nara keluar dari kamar mandi, sudah cukup lama dan Nara belum kembali, dia jadi cemas.


"Nar.." panggil Azka didepan pintu, Nara masih marah.


"kok lama didalam? kenapa?" tanyanya sedikit panik.


Apalagi Nara keluar dari kamar begitu saja..


Tapi sebenarnya sikap labilnya ini sudah sering terjadi sejak dia mengandung anaknya, jadi Azka tidak terlalu menanggapinya.


Dia susul langkah Nara dan mereka beremu dimeja makan.


"malam ini aku pulang agak telat ya.." kata Azka, makin dan semakin membuat Nara curiga.


"iya, aku tahu.." tukasnya ketus.


"tahu?"


"pergilah, seperti saat kalian bersama dulu.. jangan pedulikan kami !!" jawab Nara makin ketus, Azka tidak mengerti.


"kamu bicara apa sih?"

__ADS_1


"oke.. aku harus maklum kalo misalnya kalyla meminta waktu untuk bertemu, tapi.. tapi.. arggh, lupain aja.." Nara begitu emosi, dia beranjak dari meja makan padahal dia belum menyentuh piring sarapannya.


Azka ikuti lagi Nara yang duduk diruang tengah, moodnya sangat terganggu, dia cemberut dan manyun semanyun-manyunnya, tapi itu malah membuat Azka makin gemas.


"maksudnya apa?" tanya Azka pelan.


"hari ini latihan seperti biasakan? gak sampe malam kan?" tanya Nara sewot.


Azka menyerah, dia gak bisa menghadapi kemarahan Nara. dia selalu mengalah karena dia sangat menyayangi Nara, dia tidak pernah membalas ketusnya Nara, sejak tahu Nara mengandung anaknya dia selalu berusaha membuat Nara nyaman.


"kamu mau ketemu sama Kalyla kan?" tanya Nara lagi dengan mata berbinar.


"ketemu sama Kalyla?" yakinkan Azka, dia mengerutkan dahinya, dia tidak mengerti dengan tuduhan Nara.


"gak usah sembunyi-sembunyi!!! kalau kalian masih saling sayang.. oke, lanjutkan saja!! setelah anak ini lahir, setidaknya aku gak akan sendirian lagi!!" Nara malah marah-marah lagi gak karuan, Azka hanya tersenyum.


"gak usah senyum-senyum.."


" ya udah, hari ini aku gak latihan ya.."


"pergi saja!!"


"tapi nanti malam kamu tetap pergi sama Kalyla kan?"


"ya nggak lah, kenapa dari tadi kamu bicara begitu, aku udah lama gak ketemu dia, gak ada rencana ketemu atau apapun!" jelaskan Azka, entah kenapa Azka belagak seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"oh ya? "


"udahlah! aku cape, sikapmu ini berlebihan! kamu gak bisa terus berpikir negatif seperti itu! aku sayang sama kamu tapi kamu selalu meragukannya! terserah lah.." sepertinya Azka lelah dengan sikap skeptis Nara, kali ini dia merasa kesal dan marah, dia langsung pergi keluar dan masuk kedalam mobilnya.


Nara terdiam, dia sedih..dan kecurigaannya makin kuat.


Bi marni datang menghampiri..


"lhoo non, kok den Azka gak sarapan dulu.." tanya Bi Marni terheran-heran.


Nara gak jawab, dia masih merasa sesak. baru kali ini Azka meninggalkannya seperti ini.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2