Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Berasa jadi pacar Arkana


__ADS_3

Apa yang Nara katakan pada Arkan?


Setelah jam istirahat tiba, Arkan segera nyalakan ponselnya yang sejak tadi dia matikan selama jam pelajaran, baru saja sekitar dua menit dia nyalakan ponselnya Nara langsung menelphone.


"Iya ma, ada apa?" sapa Arkan lalu dia menyingkir ke pojok kelas, dia tidak nyaman kalau harus mengobrol di dekat teman-temannya.


"Sudah istirahat ya?" tanya Nara.


"Iya, baru saja."


"Ingat kan kalau kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan teledor kamu pagi ini!" ingatkan Nara, Arkan kelihatan malas sekali mengingat hal itu.


"Arkan!" panggil Nara.


"Heum," sahut Arkan malas.


"Hey, kamu sudah membuat Yura pincang maka selama kakinya masih sakit sampai nanti dia kembali pulih kamu harus jadi kakinya! Kamu harus membantunya berjalan," nasehati Nara dan Arkan tahu kalau dia memang bersalah pagi ini sampai membuat Yura kehilangan sepedanya juga.


"Iya, ma!"


"Sekarang, cepat datangi dia ke kelasnya, siapa tahu dia mau ke kantin, kalau perlu kamu juga traktir dia sekalian, uang jajan kamu masih adakan?"


"Heum," hanya itu lah tanggapan Arkan.


"Arkan, kamu mendengarkan kata-kata mama kan?" tanya Nara dengan nada kecaman.

__ADS_1


"Iya Mama!" sahut Arkan tegas.


"Nah, jawab gitu dong jangan 'heum heum' doang! Kayak Papa kamu aja!" gerutu Nara.


"Iya Mamaku sayang!"


"Hehe, udah dulu ya cafe mulai ramai nih,"


"Oke ma,"


" love you honey!"


Nara akhiri percakapan manis itu, Arkan simpan lagi ponselnya ke dalam saku celananya lalu dia kembali menghampiri teman-temannya.


"Gue ada tugas khusus dari nyokap, gue pergi dulu ya!" pamit Arkan, kedua temannya sampai heran dengan Arkan yang pergi begitu saja dan malah mencurigai gelagat Arkan.


Yura memang sangat diuntungkan dalam peristiwa tragis tadi pagi, dia benar-benar merasa jadi orang yang sangat spesial hari ini. Arkan menjemputnya seperti seorang kekasih yang menjemput pasangannya, dia juga jadi pusat atensi orang-orang dan jujur saja itu cukup membuat siswi-siswi lainnya meradang.


"Tapi kak," ucap Yura pelan di tengah perjalanan menuju kantin.


"Kenapa?" tanya Arkan.


'Duh, gimana bilangnya ya ... aku kan gak bawa duit sepeser pun, masa nanti pas sampai kantin aku cuma duduk bengong aja, malu dong ...' batin Yura.


"Tapi apa?" tanya Arkan lagi.

__ADS_1


"M, uangku ketinggalan di rumah, jadi aku gak usah ke kantin deh," sahutnya malu-malu.


"Tapi lo laper kan?" tanya Arkan lagi, Yura hanya menukas dengan senyuman malu.


"Lo juga haus kan?"


"M, iya sih ..."


"Ya udah, sekalian gue traktir aja!"


Lengkap sudah kebahagiaan Yura, kejadian pagi ini akan menjadi kenangan manis yang akan Yura kenang seumur hidupnya. Yura berkali-kali mencoba meyakinkan dirinya kalau ini bukan hanya mimpi. Alika yang berjalan di belakang Arkan dan Yura sampai terbawa perasaan menyaksikan sikap manis sekaligus sigap dari Arkan. Dia semakin crazy in love pada kakak kelasnya itu.


Sesampainya di kantin ...


Kembali, Yura jadi artis dadakan yang menarik atensi orang-orang. Yura duduk bersama Alika ...


"Tolong bawakan pesanan dia ya, nih ... cukup kan buat jajan kalian berdua?" kata Arkan lalu dia meletakan selembar uang 50 ribuan di atas meja, kembali Yura dan Alika berdecak.


"Gue tinggal ya, gue ada latihan ..." kata Arkan lalu dia berlalu dari area kantin. Yura benar-benar merasa begitu istimewa hari ini.


"Ya ampun Yur, berasa diperhatiin sama pacar gak sih?" bisik Alika yang ikut baper dengan perlakuan manis Arkan.


"Banget," sahut Yura pelan.


"Dikasih uang jajan pula! Astaga, berasa diperhatiin pacar tahu gak? Lo benar-benar beruntung ya Yur!"

__ADS_1


Beruntung? Sepertinya keberuntungan Yura akan segera terjegal, kehidupan sekolah memang tak bisa menghindari aksi bullying. Selepas Arkan pergi tiba-tiba sekelompok gadis-gadis dengan gaya mereka yang kece datang menghampiri, menatap Yura dengan tatapan menghakimi. Mereka lah Amanda and the gank. kelompok siswi terpopuler di sekolah.


Apa yang akan Amanda lakukan pada Yura?


__ADS_2