Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Menampar tanpa menyentuh


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang..


Azka kelihatan sangat lega, tapi Nara malah murung. ada banyak hal yang dia takutkan. dia takut kena tulah karena sedang berniat mempermainkan ikatan suci pernikahan dan pastinya dia takut benar-benar jatuh cinta pada Azka.


"pikirkan lagi! apa lo sudah yakin dengan ini semua?" tanya Nara meyakinkan.


"Gue gak sabar lihat reaksi teman-teman gue di Sunrise, khususnya reaksi Yuki.." ujar Azka sama sekalu tidak menjawab pertanyaan Nara.


"huh.."


"Siapa aja yang mau lo undang?" tanya Azka.


"emangnya lo mau adakan pesta?"


"iya lah, keluarga gue pasti akan menyiapkan pesta buat kita nanti, secara gue inikan putra tunggal mereka.."


"sayang banget uangnya..menghabiskan banyak uang buat pernikahan main-main.." kata Nara pelan. Azka dengar itu lalu dia tatap tajam calon istrinya itu.


"tapi lo senangkan karena akhirnya lo dapatkan cafe itu lagi?" tanya Azka dengan nada menyindir.


Nara diam dan gak mencoba menanggapi Azka lagi.


***


Latihan rutin seperti biasa, tapi hari ini Azka absen karena mulai sibuk menyiapkan persiapan pernikahan dadakannya. Budi yang baru dapat kabar itu sampai terkaget-kaget setengah mati. tapi dia tahu ini memang rencana gila Azka dan Nara.


"hari ini Azka gak bisa ikut latihan coach.." kata Budi dan saat itu semua pemain sedang bersiap untuk latihan.


"kenapa? dia sakit?" tanya bang Banyu.


"m..dia sedikit sibuk, dia lagi nyiapin pernikahannya.." kata Budi, mendengar itu semua orang terdiam, hampir gak percaya apalagi Yuki.


"Apa? pernikahan? serius Bud?" tanya Pradit Antusias,yang lain pun ikut penasaran, mereka heran karena selama ini Azka jarang terlihat dekat dengan perempuan manapun, adapun selentingan yang mengabarkan kedekatannya denga Kalyla, itupun tak cukup bukti bahkan saat ini Kalyla malah sedang dekat dengan Yuki


"married sama siapa dia?" tanya Dimas kali ini.


"ya sama pacarnya lah..masa sama pacar orang.."


"bener-bener yah tuh anak, yang terakhir kita tahu dia deket sama Kalyla, tapi ternyata.." kata Pradit lalu melirik kearah Yuki.


"kita tunggu aja undangannya ya.." kata Budi.


sejujurnya Yuki meradang mendengar kabar ini, dia yakin bahwa Nara adalah gadis yang akan dinikahi Azka.


***


Azka dan Nara memang sedang sibuk-sibuknya untuk persiapan pernikahan dadakan mereka ini. hari ini mereka ketoko perhiasan untuk memesan sepasang cincin untuk simbol pernikahan mereka nanti. Nara merasa seolah-olah ini nyata, dia senang tapi selebihnya dia ragu.


"ini yang terbaru.. limited edition pak, hanya dibuat beberapa pasang saja.." kata pemilik gerai perhiasan branded yang sedang mereka kunjungi ini.


Azka melirik kearah Nara yang bengong lihat kilau perhiasan yang ada didepannya saat ini.


"gimana? suka?" tanya Azka, Nara hanya mengangguk, dia speechless.


Ternyata disaat yang sama Ibu dan Nadia sedang berada di pusat perbelanjaan yang sama, memang seperti itulah kegiatan mereka..shoping,shoping dan shoping! dari jarak yang agak jauh Nadia melihat Nara baru saja keluar dari toko perhiasan itu bersama Azka, dia terkejut..


"Bu, aku gak salah lihat kan? itu kan si Nara.." kata Nadia dengan seabreg paperbag ditangannya. Ibu perhatikan..


"iya.. ngapain dia dari toko perhiasan itu, itukan merk branded.. gak mungkin dia mampu beli perhiasan disana.." kata Ibu dengan nada merendahkan, seperti biasa.

__ADS_1


"Trus itu cowok jangkung itu siapa? kok kayak Azka ya..? orang yang udah beli cafe kita itu?" tanya Nadia lagi, lalu dia mempercepat langkahnya mencoba mendekat kearah Nara dan Azka.


Dan betapa terkejutnya Nadia saat tahu kalau itu benar-benar Nara dan Azka, melihat ada Nadia Nara langsung memasang wajah sebal.


"oh..ternyata benar elo ya.." sapa Nadia yang berhasil mendahului langkah Nara, seperti biasa Nadia selalu bicara dengan nada sinis pada saudara tirinya ini.


"Nara.." panggil ibu yang juga berjalan mendekat. dan ibu juga kaget saat tahu bahwa pria yang ada disamping Nara adalah Azka, orang yang sudah membeli cafe darinya secara ilegal. Azka juga memasang wajah jutek.


"m.. Azka?" sapa Ibu belagak manis didepan Azka. Azka hanya tersenyum datar tanpa makna.


"m..kok kalian bisa sama-sama begini ya?" tanya Ibu terheran-heran.


"oh iya, kebetulan kita bertemu disini sekarang, kalo kalian berkenan..tolong kalian hadir diacara pernikahan kami ya !!" kata Nara tegas, dia sengaja mengabarkan kabar mengejutkan itu, dia ingin tunjukan pada ibu dan Nadia kalau sebentar lagi dia akan menikah dengan pria keren dan kaya.


Ibu dan Nadia terpaku, mereka sangat tidak percaya.


"jangan halu lo!" cibir Nadia.


"Ya, kami akan segera menikah!" tegaskan Azka lalu merangkul Nara membantu Nara untuk menampar Ibu dan saudara tirinya yang selama ini selalu menyakitinya.


Ibu dan Nadia sampai mengelus-ngelus dada karena tak percaya tapi selebihnya mereka iri dengan apa yang Nara dapat saat ini.


Nara puas sekarang, akhirnya dia bisa membuat Ibu dan Nadia meradang.


"Nanti aku kirim undangannya ya.." kata Nara,


Ibu dan Nadia hanya saling pandang.


"dan oh iya , satu lagi! kalian juga nanti hadir ya di acara re-opening cafe, cafe yang dulu sempat kalian jual pada calon suamiku ini.. nanti aku juga yang akan mengelolanya!" kata Nara sangat puas, dia merasa hari ini dia memukul Ibu dan Nadia dengan telak.


Rasa malu,iri,tak percaya dan kesal bercampur jadi satu, begitulah keadaan mereka sekarang. Azka juga malah ikut puas melihat itu, dia bangga akhirnya Nara bisa menunjukan pada orang-orang yang sudah mengkhianatinya kalau Nara mampu membeli cibiran mereka.


" kami duluan ya.." Nara pergi bersama Azka begitu saja meninggalkan Ibu dan Nadia yang masih tak percaya.


dalam perjalanan didalam mobil.


Nara benar-benar tersenyum puas dan bangga.


"puas?" tanya Azka ikut senang.


"iya lah, rasanya tadi itu gue sudah menampar tanpa menyentuh mereka, ini seperti balas dendam yang manis.." kata Nara puas.


"ya, ini balas dendam dimoment yang tepat.."


"gak perlu menuntut mereka lagi, sekarang gue bisa membeli cibiran dan hinaan mereka selama ini! makasih ya .."


"kenapa bertrimakasih sama gue?"


"karena rencana gila lo ini sangat membantu gue, lihatkan tadi gimana ekspresi mereka.. hahaha.. senang banget rasanya hari ini.."


***


Undangan pernikahan sudah disebar keseluruh teman dan keluarga. banyak orang tidak percaya dengan hubungan Nara dan Azka.


Kalyla juga menerima undangan itu, dia terdiam.


'secepat ini?' batinnya.


Yuki juga sudah menerima undangannya.

__ADS_1


Dia duduk diloker room sendiri, dia tidak senang mendapat undangan itu, dalam hati dia masih penasaran dengan sosok Nara. dia masih ingin punya waktu bersama Nara, tapi sekarang kenyataannya Azka ada satu langkah didepannya.


Nara juga menemui lulu ditempat kerjanya, sebenarnya Nara ragu-ragu untuk memberi kabar ini dia sudah tahu bagaimana reaksi Lulu.


Mereka duduk berdua.


"m..Lu.." Nara sangat ragu.


"ya, gimana ..lo udah dapat pekerjaan?" tanya Lulu.


"m..gue akan menikah.."


Lulu terpaku, tapi dia terlihat senang dengan kabar itu.


"Gue akan menikah sama Azka.." kata Nara lagi lalu dia pejamkan matanya.


"menikah? selamat ya..ya ampun..gue seneng banget dengernya.. pacar lo yang mana sih? kok gue gak tahu, cepet banget.. Azka? kayak nama atlet basket favorit gue aja.." itulah reaksi Lulu tapi dia belum tahu kalau Azka yang Nara maksud adalah Azka yang dia maksud juga. Nara bingung..


"ganteng gak?" goda Lulu.


"m.. Lu, lo jangan kaget ya.."


"gue kaget, tapi gue seneng.. beneran, akhirnya sebentar lagi lo gak akan sendirian lagi.." Lulu masih belum sadar dengan kenyataannya.


"m.. calon suami gue. .memang Azka.." kata Nara makin ragu, lulu menyimak menunggu Nara melanjutkan kalimatnya.


"dia.. dia memang atlet basket favorit lo.." kata Nara. Lulu stuck.. dia tak bereaksi, hanya diam.


"Dia..dia calon suami gue lu.."


"hahaha.. lo kenapa Nar, kok lo halu gitu sih? stress boleh, tapi.. jangan halu gitu lah, lo harus tetap sehat, semangat!" itulah reaksi Lulu, dia sama sekali gak percaya, dia malah menganggap Nara berhalusinasi. Nara makin bingung.


'aduh..gimana ini..' batinnya


"fantasi lo liar ya.." kata Lulu dan masih mentertawakan Nara.


"Ini undangannya.." Nara memberikan undangannya.


"Nanti lo jangan datang sebagai tamu ya.. lo harus nemenin gue.." kata Nara.


"Azka putra wijaya.." gumam Lulu, lalu dia ingat itu memang Nama lengkap Azka.


"Nar.. lo sengaja bikin undangan kayak gini? lo udah sebar ke siapa aja? lo baik-baik aja kan? gue.. gue minta maaf karena saat lo dalam masa-masa sulit gue gak ada di dekat lo.." Lulu masih saja menganggap Nara berhalusinasi dan stres.


"Lu! gue sehat, gue baik-baik aja.. sebentar lagi, sahabat lo ini akan menikah sama atlet favorit lo, gue harap lo percaya, dan gue harap lo bisa terima ini semua.." kata Nara sekuat hati meyakinkan Lulu tapi Lulu belum juga percaya.


" ya ampun Nara.."


" sebentar.. biar gue telphon dia.." kata Nara, lalu dia mencoba menghubungi Azka denga video call, dia ingin meyakinkan Lulu, Lulu menunggu..


Dan akhirnya tersambung.


Dengan jelas Lulu melihat wajah Azka dilayar ponsel Nara, dia terpaku lagi.


"apa? tumben lo video call gue.." sapa Azka, Nara menunjukan wajah lulu yang bengong gak percaya.


"ini temen gue, dia gak percaya kalo lo itu calon suami gue, dia menganggap gue halu dan stress, dan oh iya, dia emang fans berat lo.." jelaskan Nara, Lulu menatap Nara lalu kembali menatap Azka dilayar ponsel.


"ini serius?" tanya Lulu kaget setengah mati.

__ADS_1


Nara hanya mengangguk.


Bersambung.


__ADS_2