Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Nara menghilang


__ADS_3

Ternyata Nara tidak pergi ke cafe, hatinya terlalu perih untuk melanjutkan aktifitas. dia menepi kepemakaman Ayah dan Ibu, makam keduanya berdampingan dan Nara duduk diantaranya.


Dia menangis, dia ingin mencurahkan kekesalannya hari ini. dia merasa sendirian lagi..


"Ayah.. Ibu, pasti kalian akan marah dengan apa yang sudah aku lakukan , demi mengambil kembali cafe yang kalian bangun bersama, aku mempermainkan pernikahan dan aku terjebak didalamnya, aku mencintainya.. tapi.. ada hati yang terluka, ternyata aku sudah melukai seseorang.. aku harus apa? andai ada kalian disini..."


perlahan Nara taburkan bunga-bunga diatas makam Ayah dan Ibu.


Rasanya Nara tidak ingin beranjak dari sana, dia masih merindukan Ayah dan Ibunya.


***


Ibu pergi kerumah, dan saat sampai dia terkejut saat tahu ada Kalyla disana, dan yang lebih mengejutkan dia tidak mendapati Nara.


setelah saling sapa dengan Kalyla.


"Lho.. Nara.." kata Ibu sangat heran.


"dia ada urusan penting di cafe katanya, huh.. padahal inikan hari spesial untuk Azka kok dia malah mementingkan pekerjaan ya.." kata Kalyla kembali memancing Ibu, dia tidak tahu kalau Ibu sudah mulai welcome dengan Nara, Azka memicingkan matanya pada Kalyla.


"apa benar begitu?" tanya Ibu.


Azka hanya mengangguk pelan.


"tapi kamu udah dapat kejutan dari dia kan?" tanya Ibu antusias, Azka tidak mengerti.


"kejutan? kejutan apa tante.. katanya dia lupa ulang tahun Azka hari ini, bahkan dia gak buatkan sesuatu untuk Azka..kok dia begitu yaa.."


Ibu tidak mengerti maksud sikap Nara, dia segera hubungi Nara.


Nara yang masih di komplek pemakaman segera angkat telphon dari Ibu.


"halo.. Nara, kamu dimana? oh.. kamu udah kasih kejutan itu??"


Azka menyimak percakapan Ibu, Kalyla malah tampak sebal dengan keakraban yang Ibu jalin.


sejenak Nara terdiam..


"m.. belum bu, aku ada urusan mendadak.."


"oh, tapi kamu bisa cepat pulangkan.. kita makan malam bersama ya.."


"m..iyaa.."


"ya sudah, jangan terlalu cape.. ingat, ingat kondisi kamu sekarang.."


Ibu membuat Azka penasaran,begitu pun dengan Kalyla.


"kejutan apa?" tanya Azka saat Ibu sudahi percakapannya dengan Nara.

__ADS_1


"tunggu saja nanti! Nara yang punya kejutan buat kamu.." kata Ibu semakin membuat Azka penasaran.


"oh.. jadi dia punya kejutan ya.." kata Kalyla sinis.


"iya sayang, semoga nanti kamu juga senang ya mendengarnya.." kata Ibu, Kalyla pura-pura tersenyum padahal dalam hati dia meradang.


Nara semakin berat untuk pulang, dia juga merasa dilema. disatu sisi ia ingin sekali memberi kabar bahagia ini pada Azka tapi disisi yang lain dia juga merasa bersalah, dia merasa sudah mempermainkan orang-orang, karena tujuan awal pernikahan itu hanyalah untuk membuat Kalyla cemburu dan menyesal dan saat ini dia sudah berhasil.


***


Semua orang sudah berkumpul dirumah, bahkan ada Ayah juga disana, tapi Nara belum juga datang dan yang membuat Azka panik Nara mematikan ponselnya.


"Azka jemput dia dulu ya.." Azka berpamitan untuk menjemput Nara, dia pun segera pergi.


Saat tiba di cafe, Azka semakin panik karena dia tidak mendapati Nara ada disana, bahkan Lulu juga merasa heran karena nyatanya hari ini Nara sama sekali gak datang ke cafe.


"hari ini dia sama sekali gak kesini kok.. serius.." kata Lulu, Azka mulai gak enak hati.


"ya udah, kalo nanti dia datang kesini.. suruh dia cepat hubungi gue ya.." kata Azka lalu dia bergegas pergi lagi.


"oke.." , Lulu juga mulai khawatir.


'lo kemana sih Nar..' pikir Lulu.


Azka bingung harus mencari Nara kemana, dia kini mulai merasa kalau Nara mendengar semua pembicaraannya dengan Kalyla tadi.


'apa lo dengar semuanya? aarrggh!!! lo dimana?' batin Azka yang hampir kehilangan cara untuk menemukan Nara, dia tidak tahu kemana Nara pergi.


Ibu mulai khawatir karena Azka tak kunjung datang dan belum ada kepastian Nara ada atau tidak ada.


"Aira.. coba hubungi mereka.." kata kakek.


"ponsel Nara mati, Azka gak angkat telphonenya dari tadi.. huh.. mereka ini.." sahut ibu menggerutu.


Kalyla pun jadi penasaran ,sebenarnya kejutan seperti apa yang ingin Nara berikan sampai semua orang menunggunya.


Dimana kah Nara?


dia seperti menghilang ditelan bumi, tidak ada yang tahu keberadaannya.


Ini sudah cukup larut dan semua orang panik saat Azka datang kembali tanpa Nara, Azka juga sudah tak tahu harus mencari tahu kemana lagi.


"jadi hari ini dia gak ke cafe?" tanya Ibu


"gak.." jawab Azka.


"ya ampun, Nara kemana? jangan jangan sesuatu yang buruk terjadi padanya.." kata Ibu ketakutan.


"sudah sudah, tenang dulu.. "

__ADS_1


"tenang gimana kek, menantu kita lost contact sejak tadi siang, dan sampai sekarang gak pulang kerumah.." kata Ibu panik.


"kita lapor polisi saja!!" kata Kakek.


"laporan orang hilang itu harus 2x24 jam kek, sedangkan Nara kan baru hilang setengah hari.." kata Kalyla.


Keadaan makin genting, Azka juga gak bisa berbuat apa-apa dia yakin Nara pergi karena kecewa.


"sudah, jangan panik dulu.. biar ayah suruh orang untuk mencarinya kebeberapa titik.." kata Ayah sigap.


" iya yah, itu benar.."


Ibu pun curiga pada Azka dan Kalyla, dia mulai punya spekulasi kalau Nara pergi karena dia cemburu. dia mulai menatap Kalyla sinis..


'apa mungkin..' batin ibu menduga-duga.


"kita tunggu saja, saya sudah suruh beberapa orang untuk mencari!" kata Ayah.


Azka terpaku, rasa bersalahnya sangat dalam. Kalyla malah merasa senang dengan situasi ini.


'apa tadi dia dengar kata-kata ku? sepertinya begitu..' pikir Kakyla.


Dimana Nara sebenarnya, Lulu juga membantu Azka untuk mencarinya.


Azka hanya diam..


"Azka.. kamu gak bikin dia sedih kan?" tanya Ibu dengan nada menekan. Azka hanya diam..


"maaf tante, apa mungkin Nara kecewa dan marah karena saya datang kemari.." kata Lyla.


"kita gak tahu, tapi mungkin saja.. mungkin saat ini perasaannya sangat peka, makanya dia merasa kecewa dengan kehadiran kamu, biarpun kamu gak ada maksud apa-apa, mungkin dia menganggapnya lain.." kata Ibu serasa menyindir Kalyla, itu memang tujuan Kalyla datang hari ini.


"ya.. mungkin benar begitu.."


"dan Azka ,apa kamu tahu apa kejutan yang akan dia kasih ke kamu hari ini?" tanya Ibu pada Azka. Azka masih diam saja ,dia tidak memikirkan apa kejutannya, dia hanya memikirkan Nara dimana.


"dia.. akan memberimu kabar bahagia.." kata Ibu, Azka menyimak.. begitupun dengan Lyla


"dia hamil!"


seketika Azka membatu, seluruh rasa bersalah dan sesal memuncak dalam hatinya.


dan kalyla mati rasa mendengar itu, dia kecewa, sangat kecewa!


"Ibu sudah tahu, tapi dia menyimpannya untuk hari ulang tahunmu ini.. Ibu harap, kamu tidak mengecewakannya hari ini.." kata Ibu lagi.


Azka bergegas menarik kembali kunci mobilnya, dia pergi mencari lagi. entah apa yang dia rasakan, entah bahagia ? entah menyesal, yang pasti dia sangat ingin menemukan Nara dengan cepat.


Kalyla tak mampu berkata-kata lagi, rasa sakitnya sudah hampir sempurna, harapannya terasa pupus.

__ADS_1


kemana Nara pergi?


Bersambung


__ADS_2