Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Cinta datang dan pergi


__ADS_3

Yura pikir sudah tak ada kesempatan untuk mempertimbangkan Arkan yang kemarin sore membuatnya merasa cenat-cenut.


"Ya Kak, kita coba saja dulu!" jawab Yura, senyum bahagia terbit di raut wajah Keita sore ini.


"Beneran?" yakinkan Keita.


"Mungkin lebih tepatnya kita coba penjajakan aja dulu! Semoga kita bisa saling membantu dalam banyak hal," jelaskan Yura.


"Ya, semoga gue bisa jadi tameng buat lo yaaa, eh mulai sekarang gak 'gue elo' lagi deh! Tapi kamuu ..." ucapnya manis sekali, dan Yura senang melihat betapa Keita sangat bahagia dengan jawabannya itu.


"Iyaaa kamuuuu ...." Yura malah balas menggoda.


Kehangatan itu malah menjadi mimpi buruk untuk Arkan. Entahlah, tak ada yang benar-benar bisa menebak isi hati manusia. Walau dirasa terlalu cepat tapi Yura memang sudah berhasil merebut dua hati Kakak kelasnya itu.


"Ar!" panggil Alana membuyarkan laburan lamunan Arkana.


"Heum!"


"Apa kamu merasa hubungan kita ini gantung?" tanya Alana mulai mengarah pada pembicaraan yang serius.


"Mungkin!"


"Apa kamu benar-benar gak sanggup menjalani long distance relationship kita ini?"


"Mungkin iya!"


"Sayaang! Sayaang sekali memang kenyataannya kamu gak sejalan dengan passionku selama ini!"


Ya, penyebab hambarnya hubungan keduanya saat ini adalah berawal saat Alana memutuskan untuk melanjutkan study-nya di luar negeri. Arkan memang sosok yang simple, dia akan merasa nyaman dengan apa yang dikehendakinya sendiri. Dia tak bisa menjalani hubungan jarak jauh yang hanya bisa dibayar dengan sekadar video call-an saja.


Itu sebabnya beberapa bulan terakhir ini dia menyerah, dia lupakan Alana bahkan dia melupakan nomor telphon Alana.


"Kamu bahkan gak save nomorku," kata Alana lalu menunduk lesu.


"Heh, aku gak bisa Al, maaf!" ucapnya.


"Huh, menyebalkan."


"Aku maunya kita saling berdekatan, tapi kamu gak bisa! Aku gak ingin memaksa, jadi aku biarkan kamu kejar cita-cita kamu dulu!" jelaskan Arkan.


"Tapi kamu juga gak mau menunggu kan?"


"Ya,"


"Jadi apa kita sudah selesai?"


"Selesai sejak 4 bulan yang lalu!"


Alana menunduk lesu lagi, sesak rasanya mendengar jawaban-jawaban santai dari Arkan. Tak ada penyesalan di raut wajahnya.


"Oke, aku akan coba mengerti!"

__ADS_1


"Sorry."


Ya, dua kencan yang berbeda, ada yang menjelang kebahagiaan dan ada pula yang mengakhiri hubungan dengan penuh nestapa. Ironis sekali memang, saat Keita dan Yura mencoba menjalani sebuah ikatan hubungan, Arkan dan Alana malah mempertegas hubungan gantung mereka jadi jelas dan tegas kalau mereka tak bisa meneruskannya lagi.


"Ar, Al, makan dulu yok!" ajak Keita yang dengan eratnya menggenggam tangan Yura.


"Oke, duluan kami akan segera menyusul!" seru Alana yang mencoba menyembunyikan kesedihannya di depan Keita dan Yura.


"Cepet ya! Abis ini kita langsung balik biar nyampenya gak kemaleman!"


"Oke!"


Keita dan Yura lebih dulu berjalan menuju tempat makan yang tersedia di area wisata itu. Sedang Arkan dan Alana masih bertahan di atas rumah pohon itu.


"Pasti udah ada yang lain lagi kan di hati kamu?" tanya Alana masih saja introgatif.


"Gak!"


"Kamu bohong!"


"Udahlah,"


Arkan sudah tak ingin membahasnya lagi, dia turun lebih dulu meninggalkan Alana yang menyesal sudah jauh-jauh pulang dari Korea hanya untuk mendapatkan keputusan dan sikap cuek Arkana. Dia benci hal ini, ingin rasanya dia lompat saja tapi beruntung dia masih punya iman dan keyakinan kalau dunianya tak akan berakhir hanya karena satu anak lelaki saja.


***


Cinta datang dan pergi, cinta layu dan bersemi.


"Double date dong?" seru Vano yang ikut excited dengan cerita yang Keita tuturkan tentang kejadian manisnya kemarin sore.


"Ya gitu deh,"


"Terus kenapa hari ini lo gak anterin cewek lo chek up ke dokter?" tanya Vano menggoda.


"Ya dia gak mau lah, dia maunya gue tetep sekolah. Dia moodbooster banget pokonya!"


"Iyalah iyalah!"


"Kemaren juga ada yang CLBK kan?" goda Keita pada Arkan yang langsung menyambut candaannya dengan senyum masam.


"Asyiiik," cetus Vano.


"Gue udah putus!" tegaskan Arkan.


"What? Beneran?" hentak Vano dan Keita hampir berbarengan.


"Ya, gue kan udah pernah bilang, gue gak bisa LDR-an!"


"Iya siih, berarti si Alana pulang cuma dapat jawaban itu dari lo Ar? Heum, sungguh terlalu! Jauh-jauh pulang dari Korea ke Indo dan hasilnya zonk!" goda Vano lagi-lagi.


"Yang tabah ya bro!" kata Keita lalu menepuk punggung Arkan.

__ADS_1


Diam-diam Keyla dan Dara menguping obrolan pagi itu, Keyla merasa sangat berkesempatan untuk merebut hati Arkan yang tengah kosong itu dan Dara malah merasa kesempatan untuknya sudah tertutup rapat-rapat.


"Lo senang, tapi gue nggak, huhu!" bisik Dara.


"Ayolah, jangan patah arang! Bucin sejati gak akan nyerah dong! Banyak jalan menuju roma!" bisik Keyla kali ini mencoba menyemangati Dara.


"Huh, gak tahu gue! Si Yura malah bikin gue merasa insecure! Sialan!" rutuki Dara pada dirinya sendiri.


"Hehe, nasib cinta lo," goda Keyla.


"Sialan!" umpatnya kekik.


Bagaimana perasaan Yura sekarang?


Apakah dia bahagia seperti halnya Keita?


Atau masih ada sesuatu yang mengganjal di hatinya?


Yura baru saja pulang chek up bersama Ayah dan Ibunya. Dia duduk di jok belakang sendirian, dia tatap jalanan yang cukup padat merayap.


"Oh jadi Arkan dan Keita ada panggilan training camp?" tanya Lulu pada Yuki yang duduk di depan kemudi.


"Iya, walau kemarin mereka gagal jadi juara tapi permainan mereka cukup dominan dan menarik perhatian coach Arsen!" jawab Yuki.


"Waah, mereka bisa jadi pemain masa depan Sunrise dong! Generasi penerus kamu sama Azka!"


"Bisa jadi."


"Yuraa, kamu perlu berbangga hati, pacarmu jadi trainee Sunrise tuh," goda Lulu dan Yura hanya bisa tersenyum tersipu malu.


"Pacar? Siapa pacar kamu? Arkan?" tanya Yuki dan Yuki salah besar.


"Kok Arkan sih? Keita sayaaang!" sangkal Lulu.


"Oh, Aku kira Arkan!"


'Arkan? Huh, dia masih sangat membingungkan,' batin Yura yang masih saja terganggu dengan kata-kata Arkan di court basket beberapa hari lalu.


'Lo sudah berhasil membuat gue merasa aneh!' itulah kalimat yang masih berputar-putar di benak dan pikiran Yura sampai saat ini. Yura masih saja penasaran dengan arti kata 'aneh' itu.


Sikap Arkan akhir-akhir ini memang seperti menarik ulur perasaan Yura. Yura tahu ini salah karena saat ini dia sudah menerima pernyataan cinta dari Keita.


"Kita makan dulu ya," usul Lulu.


"Oke." setujui Yuki.


"Yuraa, kamu mau makan apa?" tanya Lulu menyadarkan Yura dari lamunannya.


"M, apa aja bu!" sahutnya.


Tapi Yura mencoba melupakan itu, dia akan menjalani hidupnya mengikuti arus, mengalir seperti air tanpa memikirkan beban apa-apa lagi.

__ADS_1


__ADS_2