
Walaupun pertandingan masih beberapa jam lagi tapi sebagian kursi penonton sudah terisi bahkan sulit menemukan kursi kosong disana.
Budi sedang memberi massage pada Azka, dia mencoba membuat Azka relax.
"ada apa sih? lo kelihatan down banget.. apa ini masalah rumah tangga lo?" tanya Budi berbisik, Azka hanya menoleh kearahnya dengan tatapan kesal.
"ya udah, yang penting lo main bagus hari ini, semua orang punya ekspektasi yang besar terhadap lo.. semangat ya.." kata Budi lalu dia lakukan hal yang sama untuk pemain lain.
Di lubuk hatinya yang terdalam dia masih berharap Nara hadir ditribun penonton, walaupun hanya sekedar hadir Azka berjanji akan memenangkan pertandingan ini dengan mudah, dia pejamkan matanya.
Seperti biasa sebelum game dimulai, para penonton selalu disuguhi atraksi para cheerleader dan penampilan beberapa freestylish.
Hingar bingar sudah terdengar, tapi kepala Azka masih sunyi dan dingin.
Kedua team sudah masuk ke arena dan duduk di bench masing-masing. Azka datang dengan dingin, dia kenakan headband dan arm sleeve dengan warna senada membuat penampilannya semakin swag dan semakin membuat seisi venue bergemuruh.
Malas rasanya menyisir tempat duduk penonton, tapi dia ingin memastikan keberadaan Nara walaupun dia tahu kemungkinannya tipis.
Yang pertama dia lihat adalah Kalyla yang duduk dikursi terdepan, lalu dia juga lihat ada Ibu dan kakek, sekali lagi dia sisir setiap sudut tribun. dan ternyata yang dia cari tidak ada, sesak sudah pasti tapi dia akan berusaha seprofesional mungkin.
"semangat.. semangat.. semangat.." kata salah satu pemain mencoba membakar semangat team, tapi Azka juga heran dia tidak melihat coach dari tadi.
"Ka, bang Banyu nyuruh lo ke lokerroom sekarang.." bisik Budi.
"ada apa?"
"gak tahu, mungkin dia masih gak yakin sama keadaan lo sekarang, udah lo temui aja cepet!" kata Budi, Azka pun pergi ke loker, semangatnya semakin tergerus dia takut apa yang budi bilang itu benar.
Azka sampai di loker room, Bang banyu menunggu didepan loker room, Azka terlihat pasrah dengan apa yang akan coach putuskan untuknya.
"kasih saya kesempatan di quarter awal bang, kalau saya gak bisa cetak minimal 10point, Abang boleh mengistirahatkan saya!" kata Azka bertekad.
"masuklah!" kata Bang Banyu malah menyuruh Azka masuk kedalam, Azka heran.
"semoga, ini bisa jadi semangat lebih untukmu.." kata bang Banyu lalu menepuk punggung Azka, Azka gak ngerti apa maksudnya.
"jangan lebih dari 5 menit ya!" katanya lagi lalu dia pergi, Azka tidak mengerti tapi dia turuti saja apa kata coach, dia buka kan pintu lokerroom dan..
__ADS_1
Betapa terkejutnya dia, disana ada Nara menunggu.
Azka gak menyangka dengan kejutan yang diberikan bang Banyu, dia senang, dan sampai gak bisa berkata-kata. Azka berjalan mendekat..
"hari ini, Sunrise harus menang!" kata Nara dan sikapnya masih dingin, dia masih sedikit mengacuhkan Azka.
Azka sudah ada dihadapan Nara yang jadi malu.
Azka menatap dengan sangat lekat, dia tersenyum bahagia dan semangatnya full otomatis.
"yang ibu bilang benar kan?" tanya Azka, Nara jadi malu tapi dia gak mau berlarut larut karena Azka hanya punya waktu 5menit. dia ambil sesuatu dari tasnya dan itu adalah kado kecil yang dia siapkan kemarin.
"selamat ulang tahun.." ucap Nara sambil menunduk lalu dia berikan kado itu, Azka ambil lalu dia buka dan senyumnya rekah melihat apa isinya, dia benar-benar bahagia saat ini. Nara malah jadi malu dan salah tingkah.
Azka segera mendekapnya..
"makasih ya.. ini adalah hadiah paling baik sepanjang hidup gue!" kata Azka dalam.
"lo harus menang, harus cetak minimal 5 threepoint.." kata Nara menantang.
"apa itu tantangan?" tanya Azka.
"kalau gue berhasil, lo akan pulang ke rumah dan gak marah lagi?"
Nara mengangguk..
"oke, tantangan diterima.."
Semangat Azka benar-benar naik ke level tertinggi, dia sangat senang .
"ya udah sana, waktu kita kan cuma 5 menit.." ,
Azka kecup pipi Nara dengan manis, lagi dan lagi membuat Nara tersipu. Lalu dia rendahkan tubuh jangkungnya setengah terduduk. dia usap lalu dia kecup pula perut Nara, Nara makin tersipu.
'jadi lo senang?' batin Nara puas.
Azka bangkit, dan bersiap..
__ADS_1
"pergilah, gue akan masuk lewat pintu depan.." kata Nara.
"ayo gue antar!"
"gak usah, sebentar lagi playoff kok.. semangat ya!"
tentu saja Azka semangat, dia dapat suntikan moril yang luar biasa .
***
Priiit, play off dimulai..
Baru berjalan beberapa detik Azka langsung mengambil bola, mendrible dengan andal dan dia lempar langsung bola itu dari luar garis lengkung yang berjarak sekitar 23kaki dari keranjang dan bolanya masuk.
gemuruh menyambut, Azka sudah mencetak 3point pertamanya di detik ke 11'. Nara bangga melihatnya, lalu secara mengejutkan Azka menunjuk telunjuknya ke arah Nara, tentu saja orang bertanya-tanya apa maksud Azka.
pertandingan berjalan sengit, tapi Azka benar-benar onfire, dia membayar kepercayaan pelatih dan team, dia sudah menyumbang banyak point untuk sunrise.
Timeout diambil, ke 5 pemain merapat ke bench..
"Azka, goodjob.." kata bang Banyu puas dan bangga.
Azka akhirnya tersenyum lebar, dan teman-temannya senang karena Azka sudah kembali pada performa terbaiknya.
Sudah sampai pada quarter terakhir, pertandingan tersisa beberapa detik lagi, dan Sunrise unggul dengan selisih point yang cukup meyakinkan.
Priiiiit..
Pertandingan selesai, sudah dipastikan Sunrise menang sekaligus menyabet gelar juara karena poin mereka tak mungkin terkejar lagi oleh team lain.
Seisi venue bersorak, mereka bersuka cita dan para pemain merayakannya dipinggir lapangan, semua pemain mengapresiasi kinerja Azka yang bermain sangat luar biasa petang ini.
Seluruh pemain melakukan victory lap, mereka berkeliling lapangan menyapa dan bertrimakasih pada para supporter yang setia mendukung.
Dan saat tepat didepan Nara, Azka tersenyum sangat manis. dan yang histeris itu orang-orang yang ada disekitar Nara, siapa pula yang tidak terpikat dengan gummysmile Azka.
Kemenangan hari ini teramat manis untuk Azka, banyak sekali yang dia dapat dihari ulangtahunnya, selain gelar juara, dia juga dinobatkan sebagai MV player atau pemain terbaik dan yang membuatnya sangat bahagia tentu saja karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang papa.
__ADS_1
Bersambung.