
Hari ini jadwal chek up ke dokter.
Waktu berjalan begitu cepat, kehamilan Nara sudah memasuki minggu ke 28, babybump semakin jelas terlihat dan itu malah membuatnya semakin charming. percayalah, wanita hamil itu akan selalu terlihat lebih cantik dari biasanya.
Karena terlalu sibuk Nara baru bisa melakukan USG hari ini, dia terbaring diranjang diruangan Dr.Eva dan seperti biasa Azka selalu ada disampingnya.
Transducer menyisir area perut Nara dan citra sudah dihasilkan dimonitor disampingnya. ada sebentuk wajah imut yang tergambar disana, hal itu tak terasa membuat Nara menitikan airmatanya. ini benar-benar keajaiban yang nyata. Azka pun tak kalah terharu.
"dia sehat.. dan sudah bisa dipastikan kalau anak kalian berjenis kelamin laki-laki.." kata dr.Eva membuat kebahagian Nara dan Azka semakin lengkap, Azka menggenggam erat tangan Nara, hal yang dia lihat hari ini membuatnya semakin sayang pada mantan ARTnya itu.
"laki-laki dok?" pastikan Azka excited.
" ya, bisa jadi pebasket yang hebat seperti papanya kelak.. selamat ya, sejauh ini tidak ada masalah dengan kehamilanmu.." kata dr.Eva, Nara senang begitupun dengan Azka.
"benarkah dok.." yakinkan Nara.
"iya, potensi untuk melahirkan secara normal sangat besar.. tapi kalau kamu mau ambil prosedur caesar juga bisa kamu pikirkan dari sekarang.."
"kalau bisa normal, tentu saja saya akan pilih yang normal.." kata Nara.
__ADS_1
"iya, kamu harus merasakan dan menikmati prosesnya, jangan takut ya.. jadi seorang ibu adalah hal yang sangat membahagiakan, dan hidupmu akan semakin lengkap.." sugesti dr.Eva membuat Nara semakin merasa lebih baik, dia tidak khawatir dengan apapun, dia sudah siap jadi seorang mama.
***
Dalam perjalanan, Nara terus pandangi potret Azka junior hasil USG tadi, dia terus pandangi dan hanya senyum-senyum sendiri.
"terimakasih ya.." kata Azka sembari menggengam tangan Nara dengan erat.
"untuk apa?" tanya Nara heran.
"sudah banyak yang kita lewati sejauh ini, awalnya kita memang bertemu dengan cara yang mungkin bisa dibilang menyebalkan, tapi setelah itu.. kamu sudah memberikan banyak hal yang tidak pernah aku dapatkan dari orang lain.. " kata Azka begitu dalam, Nara tersenyum.
Azka mengangguk lalu dia tarik lebih dekat tangan yang dia genggam itu dan menciumnya penuh cinta. momen manis seperti ini sudah jadi rutinitas untuk keduanya, so sweet banget deh
***
Sepulang dari Dokter, keduanya mampir kerumah keluarga besar, kakek dan Ibu menyambut dengan hangat dan penuh sukacita.
"duduklah sayang.. sini, ya ampun cucuku sebentar lagi lahir, makin gak sabar rasanya.." sambut Ibu sangat girang lalu menuntun Nara untuk duduk, dia sangat protectif.
__ADS_1
"kalian dari mana?" tanya kakek.
"kami baru saja chek up kek, oh iya.. ini, kejutan untuk Ibu.." tukas Nara lalu dia berikan hasil USG tadi. saat menerima potret kecil itu seketika wajah Ibu berubah, matanya seolah berembun.
"aaaah, cucuku.. " gumamnya penuh rasa haru, Nara senang melihatnya, dia ingat betul bagaimana Ibu sangat ragu padanya saat pertama bertemu, dan sikap sinis itu sirna sekarang.
"apa kata dokter?" tanya kakek yang diam-diam juga sangat excited menunggu cicitnya lahir.
"semuanya sangat baik kek, bayinya sehat dan siap untuk lahir sekitar 8 minggu lagi.." jawab Nara senang.
"aah, syukurlah.."
"Mama nya juga harus sehat, sebentar.. ibu buatkan dulu jus alpukat ya.." kata Ibu lalu dia beranjak kedapur.
" huh.. cucuku sudah sangat dewasa sekarang, sebentar lagi kamu jadi seorang papa, rasanya.. baru kemarin kamu lahir dan jadi kebahagian yang nyata dirumah ini, sekarang... akan lahir kebahagiaan lainnya.." kenang kakek, membuat Azka merasa bangga dengan dirinya.
Kebahagian demi kebahagiaan hadir dalam hidup mereka, mengganti rasa sakit yang sudah mereka lewati dengan lapang dada.
Semua kekecewaan itu sudah Tuhan ganti dengan kebahagiaan yang penuh makna, maka yakinlah.. selalu ada pelangi selepas mendung dan hujan.
__ADS_1
Bersambung.