Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Shoping day


__ADS_3

Duk duk duk SKRASH


Arkan dan team sedang berlatih serius. Petang ini mereka akan melakoni partai final, sekumpulan anak remaja itu tampak sangat semangat, terutama Keita.


Setelah beberapa jam berlatih ringan, Keita maupun Arkan menepi ke tepi lapangan menikmati waktu rehat mereka.


"Hari ini dia pasti hadir di tribun!" kata Arkan menggoda sahabatnya yang sedang jatuh cinta itu. Keita hanya senyam senyum masam mesem setiap membayangkan Yura.


"Gue harus bisa cetak 1 three point di setiap quarter, buat dia!" tekad Keita menantang dirinya sendiri.


"Bagus! Semoga kehadiran si Yura bisa benar-benar memotivasi lo!" harap Arkan.


"Jadi lo dukung gue?" tanya Keita, Arkan mengangguk lalu tersenyum walau ada sesuatu yang hambar dalam senyumnya itu.


"Kayaknya gue bakal serius sama dia!" kata Keita lalu dia teguk air mineral di tangannya.


"Maksud lo?"


"Gue akan keep dia sampai ke jenjang yang lebih serius lagi ke depannya!"


"Heh, pikiran lo kejauhan!" cibir Arkan.


"Serius bro! Gue merasa harus menjaga dia sampai nanti, sampai kita sama-sama dewasa. Aaah, kenapa ya gue sampai berpikir sejauh ini?"


"Itu artinya lo benar-benar jatuh cinta sama dia!"


"Bisa jadi!"


"Jadi udah gak ada kesempatan lagi buat si Dara?" goda Arkan lagi dan lagi.


"Gak!" jawab Keita tegas.


"Si Diya?"


"Heh, apalagi dia! Cewek bar-bar begitu gak cocok buat cowok soft kayak gue!"


"Heh, lagak lo!"

__ADS_1


"Lo sendiri? Masih narik ulur hati si Keyla, kasian dia nunggu lo sejak kelas 9! Coba lo buka hati lo sedikit aja buat dia!" Keita balas menggoda, Arkan tampak malas menanggapinya.


"Malas lah ngebahas dia!"


"Atau lo masih mau nunggu Alana?"


Seketika muka Arkan berubah memerah, siapakah Alana? Kenapa Arkan tiba-tiba terdiam mendengar nama itu?


"Udah ah! Gue ke toilet dulu!" ucapnya dan dia malah bangkit menghindar, Keita hanya geleng-geleng kepala di buatnya.


Arkan memang selalu menghindari obrolan tentang teman perempuan terutama Alana.


Siapakah Alana?


Dia adalah gadis manis berprestasi yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di luar negri. Ya, Alana adalah mahasiswi semester 2 yang kini sedang mengais ilmu di negeri ginseng.


Arkan memang selalu menunggunya, dia adalah Kakak kelas terbaiknya dan saat dia memutuskan untuk kuliah di luar negri, Arkan selalu menunggunya dengan sabar sampai dia memutuskan untuk menutup hatinya untuk gadis manapun, walau belakangan dia agak goyah dengan kehadiran Yura.


Yura memang gadis manis, sederhana dan lovable. Siapapun selalu terkesan dengan kebaikannya, tak sulit untuk menyukainya tapi tak sedikit pula yang merasa iri dengan ketulusan dan keberuntungannya.


Seperti siang ini, sebelum pergi ke venue, Lulu mengajak Yura untuk jalan-jalan. Dengan sabar Lulu mengiringi langkah Yura yang masih agak tertatih-tatih dengan tongkatnya.


"Coba pegang dulu!" kata Lulu, Yura memegang hangernya lalu kemudian Lulu kembali melihat-lihat deretan jaket denim.


"Dipadu padankan sama ini cakep deh!" kata Lulu, Yura hanya tersenyum. "Iya Bu!"


'Tapi aku rasa itu terlalu chic buat Ibu,' batin Yura, Yura memang merasa kalau stripped dress dan jaket denim itu terlalu muda untuk Lulu.


"Kamu suka gak?" tanya Lulu.


"Bagus bu, suka." sahutnya.


"Ya udah, kita ambil yang ini ya! Ini memang cocok buat kamu!" kata Lulu, buat Yura? pikir Yura.


Jadi dua piece pakaian tadi untuk Yura? Bukan untuk Lulu? Yura sampai speechless dibuatnya.


"Sayaaang, sini sini coba kamu lihat-lihat lagi, kamu perlu dress-dress begini, pasti manis. Siapa tahu suatu hari nanti Keita ngajak kamu makan malam spesial, iya kan?" goda Lulu, Yura hanya malu-malu. Dan Lulu kembali memilihkan sebuah floral dress yang tak kalah manis, sejak tadi Yura hanya diam karena merasa tak pantas untuk memilih.

__ADS_1


"Eh, tapi, kayaknya Arkan juga suka deh sama kamu!" Lulu malah lanjut menggoda Yura sembari menempelkan floral dress tadi di punggung Yura untuk memastikan ukurannya fit untuk Yura.


"Aaah Ibu, mana mungkin sih." sahutnya malu-malu.


"Iya lho, pandangan matanya itu beda sekali. Duh, rasanya manis banget menyaksikan anak-anak muda yang sedang jatuh cinta, hehe."


"Kak Arkan itu bintang di sekolah, banyak yang suka sama dia." kata Yura yang mulai mengalir saat mengobrol dengan Lulu.


"Oh ya? Pantas aja sih, secara dia itu keren, jago basket! Waktu saya dulu masih sekolah juga, senengnya sama anak basket, soalnya anak basket itu keren! Benarkan?"


"Iya, dan akhirnya Ibu menikah sama Ayah Yuki, Atlet basket profesional yang andal dan keren, iya kan Bu?" Yura balas menggoda, kini Lulu yang tersipu malu.


"Ya, dia itu pria yang sempurna! Lebih dari keren, dia juga sangat baik dan pengertian!"


"Pasti, Ayah keren banget ya pas muda dulu?"


"Aah bukan lagi, dia itu ... boyfriend material, cakep, jagoan, baik, pengertian, apalagi ya? pokonya sempurna deh!"


Lulu sudah mendapatkan barang-barang yang dia inginkan, ternyata dia memilihkan pakaian-pakaian itu untuk Yura, bukan untuk dirinya.


"Kamu suka kan dress-dress yang Ibu pilihkan tadi?" tanya Lulu saat mereka menepi di meja kasir.


"Suka banget bu, terimakasih banyak." ucap Yura.


"Setelah ini cari sepatu baru juga yaa buat kamu."


"Waah, aku rasa udah cukup bu. Hari ini aku terlalu banyak membeli barang-barang,"


"Gak apa-apa, kamu harus bertransformasi, kamu layak mendapatlan ini semua! Selama ini kamu bekerja keras dan apa yang kamu dapat? Kamu malah diperlakukan dengan sangat tidak baik sama Ibu dan saudari sambung kamu! Ibu bisa bayangkan gimana menderitanya kamu selama ini," kata Lulu dengan mata yang hampir berembun.


"Tapi sekarang aku ada di antara orang-orang baik seperti Ibu dan Ayah, aku janji, aku gak akan menyia-nyiakan kasih sayang kalian! Aku akan jadi anak yang baik untuk kalian!" tekad Yura membuat Lulu semakin bangga padanya.


Selepas dari toko pakaian itu, Yura dan Lulu lanjut ke sebuah toko sepatu. Pokoknya hari ini adalah shoping day untuk Yura, hal seperti ini adalah hal yang mustahil dia dapatkan sebelumnya tapi saat ini Lulu benar-benar memperlakukan Yura dengan sangat istimewa. Lulu seperti membayar seluruh penderitaan Yura selama ini.


"Ayolah, ambil yang kamu suka!" kata Lulu saat Yura hanya dia di depan deretan flat shoe cantik itu. Yura tak bisa cepat-cepat memutuskan, matanya dimanjakan dengan model-model flat shoe itu.


"M, yang ini, boleh bu?" tanya Yura saat dia menunjuk salah satunya.

__ADS_1


"Tentu saja boleh! Yang ini bagus, matching sama stripped dress yang tadi," setujui Lulu, Yura hanya tersenyum, dia bahagia sekali hari ini sampai dia tak tahu lagi harus berkata apa pada Lulu.


Hari yang manis dan menyenangkan, Yura hanya mampu mengucap syukur dalam hati dan dia semakin bertekad untuk menjadi anak yang baik untuk Lulu.


__ADS_2