
Tak pernah Yura bayangkan sebelumnya kalau dia akan datang langsung ke London menemui Keita di hari ulang tahunnya ini. Setelah menjalani perjalanan udara berjam-jam akhirnya dia sampai di Bandara Heathrow. Walau agak keleyengan tapi rasa penatnya berubah jadi kebahagiaan yang menggebu saat dia disambut oleh Keita yang menunggu di bawah board kedatangan luar negeri.
Yura mempercepat langkahnya, dan Keita pun melakukan hal yang sama sampai kini mereka bertemu di satu titik dan ....
Yura langsung jatuh dalam pelukan Keita, rasanya hangat sekali. Yura lupa kalau ini sudah masuk musim dingin di London sampai dia tak mengenakan pakaian hangat sama sekali. Tapi pelukan Keita telah menghangatkannya secara sempurna.
"I miss you!" bisik Keita, akhirnya, ratusan hari yang terlewat terbayar malam ini.
"Aku juga!" balas Yura, dan tanpa dia duga, kini dia ada di tempat yang jauh dari Jakarta, dalam pelukan kekasih yang dicintainya.
"Terima kasih sudah mau datang ya! Kedatangan kamu adalah kado terindah di hari ulang tahunku tahun ini!" kata Kei lagi, Yura melepaskan pelukannya lalu menatap Keita yang kini nyata berdiri di hadapannya.
"Selamat ulang tahun," ucapnya sederhana sekali, tapi senyum-senyum yang rekah adalah sesuatu yang membuat hari ulang tahun begitu istimewa saat ini.
"Terima kasih, sayang!"
"Sama-sama, love you!"
"Love you more!"
Mereka saling melempar senyum, bahagia sekali hari ini bisa bertemu seperti itu.
"Kamu lupa kalau ini musim dingin?" tanya Keita lalu dia lucuti coat tebalnya.
"Iya, benar-benar lupa!"
"Pakailah!" Dengan manis, Keita memakaikan coatnya ke badan Yura sampai Yura merasa sangat hangat dan nyaman.
"Makasih."
"Ayo kita ke tempat kamu menginap selama kamu di London!"
"Oke!"
Satu tangan Keita merangkul Yura dan tangan lainnya menggusur koper milik kekasihnya itu. Sungguh manis pemandangan yang mereka tunjukan itu.
__ADS_1
Di belahan dunia lainnya ....
"Benarkah? Han Yura pergi ke London?" Alana sibuk berbincang dengan Keyla. Saat ini keduanya sedang makan siang bersama di sebuah cafe tak jauh dari butik Alana berada.
"Ya, sweet banget ya Keita! Di hari ulang tahunnya dia bawa pacarnya kesana, dia minta orang tuanya buat pesan tiket dan ya ... mereka bersama sekarang menikmati musim dingin bersama disana!" sahut Keyla, pasti dia tahu kabar akurat itu dari Dara yang juga sama-sama mengenyam pendidikan di universitas yang sama dengan Keita.
"Heum, bisa dibilang mereka tuh couple goals banget yaa, bikin iri deh."
"Kak Alana sama Arkan juga couple goals kok," cetus Keyla sedikit memancing tapi Alana malah merasa getir mendengarnya, orang-orang berpikir demikian dan kenyataannya? Zonk! Pikir Alana.
"Hope so ...." gumamnya pelan.
"Selama Kak Alana di Korea dulu, Arkan tuh gak pernah dekat dengan cewek manapun! Dia setia, dia juga gak pernah tebar pesona!"
"Oh ya? Apa benar-benar begitu kenyataannya?"
"Iya, cuma ... pernah sih, satu hari dia bertindak seperti pacarnya Han Yura!"
Han Yura lagi? Pikir Alana, dia merasa terganggu dengan nama itu. Rasa curiganya bertambah apalagi beberapa hari lalu Yura juga datang ke butiknya dengan Arkan.
"Udah lama kan ya, sekitar 3 tahun yang lalu, waktu kami masih berseragam putih abu!"
"Jadi si Yura itu kedengarannya dominan banget ya setelah aku lulus dari SMA Harapan Bangsa?" tanya Alana dengan nada sinis, entah kenapa Keyla tampak senang, apa mungkin Keyla sedang mencoba menghasud Yura kepada Alana?
"Bahkan Yura berhasil membuat si Amanda kena skorsing waktu itu!"
"Oh ya? Ya ampun, ancaman banget ternyata dia? Kok bisa, siapa yang bisa melawan komplotan Bar-bar macam si Amanda dan teman-temannya?"
"Ya gitu deh, menurutku, dulu dia itu seperti drama quenn, pintar banget playing victim! Dan sialnya ya, Arkan tergoda, tapi akhirnya Keita yang benar-benar terjebak dengan permainan halus si Yura!"
Alana semakin dan semakin menaruh curiga pada sosok Yura. Harus dia akui, dia juga merasa kehadiran Yura adalah sebuah ancaman. Dia merasa insecure padahal pada kenyataannya Yura tak pernah mencoba berbuat curang di belakang siapapun.
"Kakak harus lebih hati-hati aja! Ya, secara fisik Kakak jauh lebih unggul di banding dia, itu sih jangan ditanya lagi, tapi ... Kakak harus tetap hati-hati! Memangnya Kakak pikir dia akan tahan ngejalanin LDR selama bertahun-tahun tanpa affair sedikit pun? Dan yang aku tahu selama ini, Yura Arkan cukup intens bertemu, karena orang tua mereka berteman baik!"
Hasutan-hasutan Keyla meresap dan merasuk ke dalam jiwa Alana. Dia semakin benci pada sosok Yura, sejak awal bahkan Alana sudah tak suka dan sekarang rasa tak suka itu semakin berkembang menjadi rasa benci yang nyata.
__ADS_1
Entah apa rencana Keyla, tapi bisa jadi ini memang strategi klasik agar ia bisa masuk dengan mudah ke dalam lingkaran antara Alana dan Arkan. Begitulah cara mainnya.
Kembali ke London ....
Yura akan menempati sebuah kamar kecil di sebuah gedung hotel tua yang ada di sekitar buckingham palace. Walau tempatnya tampak kuno, tapi tempat itu menjadi tempat favorit para wisatawan yang memiliki low budget seperti Keita dan Yura.
"Maaf ya, gak bisa sewakan kamu kamar hotel yang mewah ...." kata Keita penuh sesal.
"Ya ampun Kak, jangan bicara begitu, disini tuh benar-benar nyaman, bahkan ada pemanas ruangannya," sahut Yura.
"Nanti, kalau aku udah lulus, terus sukses, terus kita menikah dan honeymoon, aku pasti sewakan kamar first class buat kamu!" goda Keita, Yura sampai tersenyum geli mendengarnya. Mendengar Keita merancang itu semua adalah hal yang menggemaskan sekaligus mendebarkan. Yura berharap hubungannya bersama Keita bisa sampai pada tahap itu.
"Oh iya, sebentar!"
Yura membuka kopernya, dia mencari sesuatu di antara tumpukan pakaian yang ada di dalamnya. Dan apa yang di bawa untuk Keita?
"Tadaa ...." dengan sangat bangga Yura persembahkan satu toples kookies yang sudah dia ikat dengan pita manis. Toples itu khusus dia buatkan untuk sang kekasih.
Senyum Keita mengembang, menunjukan kalau saat ini dia benar-benar bahagia.
"Waw, apa ini benar-benar buatan pacarku sendiri, huh?" tanya Keita menggoda, dia terima kookies itu dengan penuh suka cita.
"Iya, yang itu spesial, aku buat dengan resep ekstra! Ada bahan tambahan yang gak aku tambahkan di kookies-kookies lainnya!"
"Oh ya? Apa itu?"
"Cinta!"
"Heum, benar-benar spesial nih."
"Iya dong."
"Makasih ya!"
Kiss, ucap Keita dan dituntaskan dengan kecupan manis di pipi kiri Yura. Yura terdiam dan dia malah teringat pada ciuman nakal yang Arkan lakukan malam itu. Ada apa dengan Yura?
__ADS_1