Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
tekad Yuki


__ADS_3

Hari-hari berlalu.


Azka sudah pulang dari Bandung, dia segera pulang kerumah dan malam sudah cukup larut.


Dia masuk kekamar dan dia tidak menemukan istrinya, dia mengerutkan dahi. lalu Azka cari ke kamar sebelah, Nara memang ada disana sudah tertidur pulas.


Azka mendekat, tapi dia tidak mencoba membangunkannya dia hanya mengecup keningnya lalu dia kembali kekamarnya.


Pagi menjelang..


Nara tahu Azka sudah pulang tapi dia gak mencoba menghampiri atau membangunkannya, dia pasti kecapean, pikirnya.


Saat sedang menyiapkan sarapan Azka turun dari kamarnya, dia tampak senang melihat ada Nara didapur. sepertinya Azka memang merindukan Nara selama iya bertandang ke Bandung.


Nara juga senang dia bisa melihat suaminya lagi pagi ini, dia segera selesaikan masakannya.


"selamat ya..satu langkah lagi kalian jadi juara musim ini.." kata Nara saat Azka berjalan kearahnya.


"iyaa, diseri terakhir nanti, lo harus nonton langsung ya.." pinta Azka.


"iyaaa.."


"pancake?" tanya Azka saat melihat Nara sedang membuat pancake.


"iya, tapi gak ada syrup maple.. topingnya ganti sama yang lain aja ya?" kata Nara mengejutkan Azka, dia gak tahu kenapa Nara tahu betul kesukaannya.


"tahu dari mana?" tanya Azka.


"bi Ija.." jawab Nara yang sudah selesai lalu membawa pancakenya ke meja makan, Azka mengikuti dari belakang.


"oh, pantes aja.."


"ini jadi menu andalan di cafe, dan pelanggan suka.." kata Nara dengan ekspresi senang, Azka ikut senang melihat itu.


"makanlah!" Nara menyajikan pancake dengan taburan coklat dan parutan keju, Azka senang melihatnya, dia mulai nikmati suapan demi suapan, lalu dia tersenyum bangga pada Nara.


"gimana? masih lebih enak buatan Bi ija?" tanya Nara menggoda,


"yang ini!" kata Azka dan terus melahap sarapannya,


Nara senang lihat Azka senang.


"m.. gue ke cafe sekarang ya.. mau siap-siap dulu.." Nara beranjak kekamarnya bersiap-siap untuk pergi dan Azka habiskan pancakenya sampai tak tersisa.


***


Azka mengantar dan dia ikut mampir kedalam, cafe sudah buka dari tadi karena lulu memegang kuncinya.


Lulu masih beres-beres, dan Nara mulai membantunya sedangkan Azka, dia duduk dimeja dekat jendela. pemandangan itu dilihat beberapa orang diluar dam mereka langsung masuk ke cafe.


Ternyata mereka antusias karena melihat ada Azka disana.


"selamat pagi.." sapa Lulu, dia senang pagi-pagi sudah ada pelanggan.


"Waah..beneran..beneran Azka.." bisik bisik ke2 gadis yang barusan masuk. ke2nya duduk dimeja didekat meja Azka. mereka malah diam-diam mencuri photo Azka.


Melihat itu Nara hanya geleng-geleng kepala.Nara hampiri kedua gadis itu.


"silahkan.." Nara berikan daftar menunya.

__ADS_1


"mbak.. mbak.. itu beneran Azka kan? shooting guard daru Sunrise?" Bisik salah satunya, Nara hanya tersenyum.


"suka mampir kesini juga yaa..?" tanya yang satunya lagi, Nara yakin kalau ke2 pelanggannya ini termasuk fansnya Azka, dia jadi punya ide.


"m.. iya, dia sering mampir kesini.." jawab Nara pelan.


"waah, tahu begini kita gak akan ngopi di tempat lain.."


"Ya.. kasih tau yang lain ya kalau Azka pelanggan cafe ini.." kata Nara lalu tersenyum licik.


'heh..sepertinya bisa jadi alat promosi nih..' pikir Nara.


***


Setelah melayani beberapa pengunjung Nara duduk dimeja yang sama dengan Azka,Lulu pun ikut bergabung.


" lumayan juga ya hari ini.. kalau terus kayak gini lo bisa mengembalikan kejayaan cafe ini Nar.." kata Lulu excited.


"kita harus pertahankan ini, dan sepertinya kita butuh pegawai extra, tadi kita kewalahan banget kan ??" tanya Nara.


"iya bener, kita juga bisa sediakan layanan delivery order biar pelanggan tetep bisa nikmati kopi kita dari rumah.. gimana ??" saran Lulu.


"ide bagus! lo atur-atur aja ya.."


"siaapp.."


Azka senang melihat semangat Nara dan Lulu.


"mau makan apa?" tanya Azka tiba-tiba.


"oh iya, kita sampai lupa makan siang lho saking sibuknya..Mau makan apa Lu?" tanya Nara pada Lulu.


"gue bekal dari rumah.."


"ya udah gue makan duluan ya.."


Lulu pamit dan pergi kebelakang meninggalkan Nara dan Azka berdua disana.


"makan duluan aja , gue mau tunggu Lulu selesai.." kata Nara pada Azka.


"gue tunggu!" kata Azka lalu kembali memainkan gawainya.


"ini udah lewat jam makan siang, memangnya belum benar-benar lapar?"


"lo sendiri?"


"ya.. laper sihh.."


"ya udah, kita makan sama-sama aja nanti.."


***


Mereka menepi direstauran kecil terdekat dari cafe. tak sengaja mereka bertemu Yuki disana, mau gak mau mereka makan dimeja yang sama..


Nara terlihat canggung..


"Tinggal 2 pertandingan lagi, kalau kita bisa ambil dua-duanya kita mutlak jadi juara musim ini.." kata Yuki memulai obrolan.


"gue gak khawatir, kita pasti bisa mengatasinya.." sahut Azka.

__ADS_1


Nara hanya diam menikmati makanannya.


"oh ya, lo gak tahu kalyla sakit?" tanya Yuki mengejutkan.


"sakit kenapa?" tanya Azka antusias, nara cukup jealous dengan antusiasme Azka.


"mungkin kecapean, kemarin malam dia pingsan di lokasi syutingnya, ini gue baru pulang dari jagain dia semalaman.." jelaskan Yuki, Nara juga heran kenapa yuki tampak cuek padanya, Nara merasa kehilangan Yuki yang perhatian.


"Huh, dia emang selalu menunda makan, dia pasti kecapean.." kata Azka bersimpati.


"ya udah, cepet-cepet jenguk dia.." kata Nara.


"iya, setelah makan kita kesana ya.." ajak Azka.


"lo aja.. gue kan harus kembali ke cafe!" kata Nara lagi, dalam hati sebenarnya dia khawatir kalau Azka mungkin terpikat lagi dengan Lyla.


Kriing..


ponsel Azka bunyi, dan dia lihat yang menelphone ibu.


"iya bu.. iya aku baru tahu, sekarang aku kesana.. iya.."


sepertinya ibu juga memberi kabar tentang Kalyla, Nara pasrah dia gak mungkin mencegah Azka untuk pergi.


"Ibu nyuruh gue cepet-cepet kesana.." kata Azka.


"ya udah, cepat lah.." kata Nara, padahal dalam hati dia gak mau Azka pergi.


"kalo gitu gue pergi ya.." pamit Azka, Nara hanya mengangguk pelan.


"gue duluan Ki.."


Azka benar-benar pergi meninggalkan Yuki dan Nara berdua saja, kali ini Yuki mulai fokus pada Nara.


" apa kabar?" tanya Yuki.


"baik, lo?" tanya balik Nara.


"kurang baik.." jawab Yuki diiringi senyum getir.


"kenapa? apa kesehatan lo terganggu?"


"raga gue sangat sehat, sekarang lo tahu kan apa yang membuat gue merasa kurang baik?" tanya balik Yuki, nadanya sedikit menyindir dan sinis, tak bisa dipungkiri kalau Yuki memang terlanjur jatuh cinta pada Nara.


Nara semakin merasa canggung.


"gue pikir Azka udah berhasil balas dendam sama gue..heh.."


"kenapa gak mulai menerima kalyla saja, kami.. sudah sangat bahagia, dan kalian juga bisa.." kata Nara, dia mulai insecure lagi apalagi saat ini Azka pergi menjenguk Lyla dirumah sakit.


Yuki menatap Nara tajam..


"gue tahu ini jahat, tapi.. gue akan menunggu lo sampai lo selesai dengan Azka, gue gak akan memulai dengan siapa pun.."


Deg, Nara terpaku dengan kata-kata Yuki, dia gak percaya Yuki seperti itu.


"heh.. apa maksudnya?"


"gue gak akan memulai dengan siapapun, gue masih sangat mengharapkan lo, gue akan berhenti berharap kalau memang perasaan gue udah berhenti mencintai lo!"

__ADS_1


Kata-kata Yuki sangat dalam, tapi Nara malah jadi takut. apa benar Yuki akan lakukan apa yang dia katakan barusan.


Bersambung.


__ADS_2