Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Kejujuran Kalyla


__ADS_3

Azka setengah berlari dilorong Rumah sakit dan akhirnya dia temukan letak ruangan Kalyla, disana ada Ibu dan kakek serta shita manager Kalyla.


Saat masuk sebenarnya Azka tak tahan melihat kondisi Kalyla yang terlihat sangat lemah, tapi dia mencoba gak terlihat panik.


"kok kamu sampai gak tahu sih Lyla dirawat sejak semalam?" tanya Ibu saat Azka datang.


Kalyla menyadari kehadirannya dan entah kenapa dia terlihat sangat senang, Azka berjalan ke tepi ranjang tempat Lyla terbaring.


"Tadinya aku mau kasih tahu kamu, tapi aku inget kamu udah menikah, gak akan sama seperti dulu lagi.." kata Lyla, dia sangat ringkih dan Azka mulai merasa kasihan lagi padanya.


"sayang.. pernikahan Azka gak akan merubah persahabatan kalian, lihat, dia langsung kemari begitu tahu kamu sakit.." kata Ibu mencoba membuat Kalyla merasa lebih baik.


"nggak tante, sejak kenal sama Nara.. Azka benar-benar sudah berubah, jujur.. aku kehilangan kamu.." Lyla malah merajuk bikin ibu kesal dengan Azka.


"pertemanan tetaplah pertemanan! mungkin saat ini memang benar Azka sedikit mengabaikan kamu, karena dia kan sudah punya fokus yang lain.. tapi kakek pastikan.. Azka akan tetap menyayangimu seperti sahabat.." kata Kakek lebih bijak, Azka merasa kata-kata kakek sudah cukup mewakilinya.


"m.. Kalyla memang suka agak bandel, susah disuruh makan, jadi begini deh.." kata Shita.


"sayang.. kamu harus bisa menjaga diri, kalau ada apa-apa kamu jangan sungkan datang kerumah kami, orang tuamu sudah menitipkanmu pada kami sebelum mereka pergi ke jerman, Saya,kakek,om yoga dan Azka adalah keluarga kamu juga.." kata Ibu, Kalyla tersenyum, dia merasa lengkap.


"makasih banyak tante, kek Hardi dan.. Azka.."


Azka sebenarnya tak tega melihat Kalyla seperti ini tapi dia terus mencoba menahan diri untuk tidak menunjukan sisa sisa rasa sayangnya.


"saya mohon pamit dulu ya.. ada beberapa yang harus saya urus!" pamit Shita.


"iya, biar kami yang menjaganya.." kata Ibu.


"terimakasih banyak, La.. gue tinggal dulu ya.." pamit Shita, Kalyla hanya mengangguk lalu dia berlalu.


"semalam siapa yang nungguin kamu?" tanya Ibu.


"m.. Yuki tante.." jawab Lyla malu-malu.


"Yuki?" yakinkan Ibu.

__ADS_1


"Yuki teman satu team Azka?" tanya kakek.


"iya kek.."


"oh.. kalian.. pacaran?" tanya Ibu, sebenarnya dia tampak kecewa karena dia ingin Lyla menjadi menantunya tapi kenyataannya tidak.


"m.. belum, kita..belum bisa memastikan itu, tapi.. mungkin Yuki belum punya waktu yang pas, m.. entahlah.. kita memang terlalu sibuk, jarang punya waktu luang bersama.." jelaskan Lyla.


"oh..begitu, m.. tante sama kakek mau ke luar dulu ya sebentar, mumpung ada Azka yang jagain kamu.." Ibu malah hendak pergi dari ruangan, dia malah seperti sengaja meninggalkan Azka dan Lyla disana.


"Ayo kek.." Ajak Ibu, kakek malah tidak mengerti tapi dia ikuti saja langkah Ibu. tinggalah Lyla dan Azka.


"Aira, kenapa kita ke luar? kakek kan gak mau makan apa-apa.." tanya kakek.


"udah, kita biarkan saja mereka berdua, kelihatannya Azka canggung ada kita disana kek..".


Azka masih banyak diam.


"mana Nara? dia tahu kamu kesini sekarang?" tanya Lyla.


"dia tahu.. dia gak bisa ikut.." tukas Azka.


"kamu udah lupa semuanya.. sekarang, kamu gak peduli lagi sama aku.." tambah Lyla lalu merajuk.


"kalau aku terlalu peduli, mungkin akan ada orang yang cemburu.." kata Azka.


"siapa? Nara?" tanya Lyla sinis.


"ya.. dan juga Yuki!"


entah kenapa mendengar itu Lyla malah murung.


"ternyata dia gak sama kayak pria-pria lain yang selama ini aku kenal, kamu tahu? dia itu seperti gunung es, sulit untuk diruntuhkan! aku bahkan hopeless , aku ngerasa dia sama sekali gak tertarik sama aku.." cerita Kalyla penuh sesal, Azka tahu hal itu,terlebih dia tahu kalau Yuki juga menginginkan Nara.


"aku baru tahu ternyata ada juga ya pria yang mengabaikanmu.." kata Azka sedikit menggoda, Lyla malah makin kesal.

__ADS_1


"dia memang begitu, tapi..pasti suatu hari dia akan sadar betapa berharganya kamu.." tambah Azka.


Kalyla menatap Azka sangat lekat, sampai Azka tak mampu menghindarinya.


"apa kamu benar-benar mencintai dia?" tanya Kalyla, Azka belum bisa jawab.


"apa.. kamu sayang sama dia melebihi rasa sayang kamu sama aku, dulu?" pertanyaan Kalyla semakin menjebak Azka, dia gak tahu harus jawab apa. tatapan Kalyla pun sangat dalam sampai mereka terhanyut dan suasana menjadi sedikit sendu.


"jujur.. aku.. jealous!! perhatian yang selalu kamu beri sama aku dulu, sekarang sudah ada yang merebutnya, ini memang bukan salah siapa-siapa, ini mutlak kesalahanku.. karena aku baru sadar.. gak ada pria seperti kamu.."


Azka sampai terkejut dengan kejujuran Lyla, dia merasa Lyla bersungguh-sungguh, dan saat ini sisa sisa rasa sayang Azka seperti berkembang kembali.


"betapa beruntungnya dia.. " tambah Lyla semakin menjebak Azka, dia tak mampu berkata-kata lagi.


***


Azka pulang sudah cukup gelap, dan Nara sudah menunggu dirumah.


Saat datang Azka hanya menyapa dengan senyuman lalu langsung pergi kekamarnya, ketakutan Nara semakin menjadi. Nara yakin kalau Kalyla mulai berusaha mengambil hati Azka lagi.


'gue bisa apa? gue harus siap-siap buat patah hati.. gue tahu, ini yang akan terjadi, dia sudah hampir sampai pada cinta sejatinya..' batin Nara, dia sepertinya pasrah dengan kemungkinan apapun.


Azka juga malah terus teringat kata-kata Kalyla, dia merasa kesal, kenapa Lyla katakan hal ini ketika dia hampir bisa melupakannya dan disaat dia mulai bisa nyaman dengan Nara.


Tak lama kemudian Azka turun, dan menghampiri Nara didapur. Nara mencoba bersikap biasa-biasa walaupun Azka cenderung lebih diam.


"gimana keadaan Kalyla?" tanya Nara.


"dia udah merasa lebih baik.." sahutnya, Nara bisa lihat dengan jelas perubahan pada Azka dia hanya bisa menerimanya tanpa bisa menuntut apapun.


"oh.. syukurlah, dia pasti kecapean.. jadwalnya terlalu sibuk.." kata Nara mencoba membangun topik lebih panjang. Azka diam tidak menyahut, dia malah kelihatan memikirkan sesuatu.


"ayo makan, makanannya sudah siap.." kata Nara lalu beranjak ke meja makan.


'sudah gue duga, pasti Kalyla mengatakan banyak hal terutama perasaannya..huh, sabar! gue gak perlu marah.. gue harus tetap tenang..' batin Nara lalu menyiapkan makan malam dimeja makan, dan Azka sudah sampai disana.

__ADS_1


Sepanjang makan malam pun Azka diam saja, dia hanya mencoba menikmati makanannya walaupun pikirannya terus terusik dengan kejujuran Kalyla. Nara tidak mencoba mengganggunya.


Bersambung.


__ADS_2