Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Kebohongan Tania


__ADS_3

Yura pulang cukup larut dan dia mengendap, dia tak ingin Ibu maupun Tania tahu kalau saat ini dia pulang dengan beberapa barang yang tadi dia dapat dari acara hangout barengnya bersama Arkan dan kawan-kawannya.


Dia berjalan perlahan di tangga, dia pikir Ibu dan Tania sudah menepi di kamar masing-masing.


"Bagus ya!"


Yura gagal, dia sudah ditunggu oleh Ibu dan Tania yang berkacak pinggang di ujung anak tangga, Yura tak bisa menghindar lagi dan akhirnya dia pasrah.


"Ibu lagi dalam kesulitan malah asyik-asyikan ngemall, huh?" omeli Ibu, Yura mencoba bersikap sebiasa mungkin.


"Tadi aku diajakin bu, gak niat dari rumah kok, lagian aku ditraktir juga sama teman-temanku tadi," dalih Yura, dia mencoba mengamankan diri tapi kenyataannya Yura memang tak mengeluarkan uang sepeser pun saat jalan-jalan tadi.


"Heh, berasa udah jadi temannya Arkan,Keita sama Vano? Songong banget lo!" cibir Tania padahal dalam hati dia sangat meradang dan iri dengan keberuntungan yang Yura dapat ini.


"Apa itu?" tanya Ibu lalu menunjuk ke arah tas yang Yura tenteng.


"Sepatu,"


"Apa temanmu juga memberikanmu sepatu? Huh? Mana mungkin!" remehkan Ibu.


"Coba gue lihat!"


Serta merta Tania merebutnya, dia lucuti paperbag dan dia unboxing sepatu baru Yura dan dia cukup terbelalak.


"What? Ini sepatu yang gue mau!" hentak Tania dan dia peluk sepatu baru Yura itu, Yura mulai tak enak hati, Tania pasti akan merampasnya dan memintanya untuk merelakan sepatu impiannya itu.


"Apa itu mahal?" tanya Ibu kepo lalu dia tarik pricetagnya dan begitu tahu kalau sepatu itu cukup mahal, matanya juga ikut terbelalak.


"Ini lumayan bu! Aku aja belum pernah beli yang seharga ini!"


"Ya sudah, kamu ambil saja, ukuran kaki kalian sama kan?" ujar Ibu dengan entengnya, Yura agak marah. Dengan mudahnya Ibu katakan hal itu.


"Bu, itukan sepatu baruku!" cegah Yura yang berusaha mengambil kembali haknya.

__ADS_1


"Milikmu, milik Kakakmu juga!" tegasnya.


"Tapi, bu itu pemberian bosku,"


"Siapa peduli? Kalau Tania suka ya kamu relakan saja! Dia ratu di rumah ini, dia akan selalu mendapatkan yang diinginkannya!"


Yura sedih bukan main, dia hanya bisa menyaksikan Tania sedang mencoba sepatu barunya itu.


"Kamu suka sayang?" tanya Ibu penuh perhatian dan Tania mengangguk pasti, dia benar-benar senang mendapatkan barang baru milik Yura secara percuma.


'Keterlaluan! Kenapa kalian keterlaluan sekali?' teriak Yura dalam hati, dia hanya bisa pasrah menerima hal menyesakkan ini.


***


Yura masih mengenakan sepatu bututnya, saat keluar gerbang Yura dikejutkan dengan kehadiaran Keita yang sudah standby dengan sepeda motornya.


"Kak Kei?" sapanya lalu berjalan mendekat.


"Ayo berangkat bareng, sepeda lo ketinggalan di cafe Arkan kan?" ajak Keita lalu dia sodorkan lagi helmnya.


"Kok sepatu barunya gak dipakai?" tanya Keita, Yura jadi malu, dia tak tahi harus menjawab apa.


"M,"


"Bu, aku berangkat ya!" Tania juga baru saja keluar dari gerbang rumahnya yang cukup tinggi sampai dia tak menyadari keberadaan Keita. Tania menahan laju sepeda motornya dan berdecak saat melihat Keita ada disana, tiba-tiba dia takut, dia takut kalau Keita akan sadar tentang hubungannya dengan Yura, bahkan Keita juga langsung tertarik dengan sepatu baru yang Tania pakai. Dia ingat betul kalau seharusnya Yura yang memakainya.


Yura senang gak senang, tapi hari ini dia cukup senang dengan terbongkarnya kedok Tania selama ini. Selama ini Tania tak pernah mengakui Yura sebagai saudara seatapnya. Dan kini Keita menyaksikannya sendiri dia keluar dari dalam rumah yang sama dengan Yura.


"Kenapa dia ada disini?" tanya Keita, dan dia semakin curiga dengan sepatu baru yang Tania pakai pagi ini.


Yura diam saja dan tak menjawab, Tania malah cepat-cepat tancap gas dari sana meninggalkan Yura dan Keita dengan rasa penasarannya.


"Kalian serumah?" tanya Keita yang juga mulai menyalakan sepeda motornya, Yura masih belum menjawab karena dia merasa serba salah, selama ini Tania bersikeras menutupi identitas aslinya demi bisa bergaul dengan Keyla dan Dara.

__ADS_1


"Pokoknya nanti lo harus cerita semuanya!" kata Keita lalu dia juga mulai menarik gasnya dan segera meluncur ke sekolah.


Saat sampai di sekolah, lagi-lagi Dara harus melihat kenyataan menyakitkan saat menyaksikan Keita berboncengan dengan Yura. Dia malah insecure, dia jadi tampak krisis kepercayaan diri.


"Huh, benar-benar ya si Keita! Katarak kali dia, kok segitu perhatiannya sama cewek kucel itu?" tanya Keyla yang juga ikut menyaksikan dengan jelas pemandangan menyesakan itu.


"Bertahun-tahun gue memperjuangkan rasa suka gue sama Keita, dan gue kalah sama seseorang yang sama sekali gak pernah gue takutkan sebelumnya, ada apa dengan Keita? Kalian heran gak sih?" ungkap Dara dengan penuh kekecewaan.


Keyla dan Dara masih bertahan di koridor menuju kelas, rasanya berat sekali untuk Dara melangkahkan kakinya, tiba-tiba dia sangat tidak bersemangat.


"Heran sangat! Lebih dari heran!" sahut Keyla.


"Hai!" sapa Tania yang baru hadir, Keyla maupun Dara langsung tertarik dengan sepasang sepatu baru dan Tania pakai pagi ini.


"Heh, sepatu baru?" goda Keyla lalu dia injak ujung sepatu Tania sebagai candaan.


"Iya dong!" sahutnya bangga.


"Kapan beli? Kemaren kan lo cuma pegang-pegang doang?" tanya Dara penuh curiga, Tania sampai stuck beberapa detik dan mencoba mencari jawaban logis, kemarin dia memang sempat memegang sepatu Yura yang kini dia pakai.


"M, malamnya! Malamnya gue sama Ibu langsung cus lagi beli sepatu ini," jawabnya penuh dusta.


"Oh, oke oke, keren sih kalau lo yang pakai!" puji Keyla, Tania bisa bernafas lega karena dia merasa sudah melewati kecurigaan Dara dan Keyla.


"Ke kelas sekarang yuk? Malas lihat mereka lama-lama!" kata Dara lalu melengos meninggalkan koridor itu, dia memang tak tahan melihat kebersamaan Yura dan Keita di area parkir saat ini.


"Yura!" kata Keita, dia menahan langkah Yura dan menuntut Yura untuk menjelaskan apa yang barusaja dia lihat tadi.


"M, dia, dia majikanku kak!" jawab Yura ngasal, walau kesal pada Tania tapi dia masih sempat menutupi kebohongannya.


"Majikan?" tanya Keita penuh curiga, Yura hanya mengangguk.


"Terus kenapa dia pakai sepatu yang baru lo beli kemarin?" desak Keita lagi, Yura tak bisa menjawab dan dia kebingungan. Dengan jelas Keita bisa melihat kalau saat ini Yura sedang menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


Apakah Yura akan menceritakan yang sebenarnya pada Keita? Dan apa yang akan terjadi saat semua kebohongan Tania terbongkar?


__ADS_2