Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Kenapa Harus Yura?


__ADS_3

Keita update.


Dia memposting potret kebersamaannya dengan Yura dan semua orang bisa melihatnya, tak terkecuali Arkan.


Sesak rasanya, ini sudah menjelang pagi dan dia tak jua bisa memejamkan matanya.


"Sial!" rutuknya lalu dia lempar ponselnya ke sembarang titik di atas kasurnya. Arkan menarik bantal di bawah kepalanya lalu dia tutupi mukanya dengan bantal itu. Jelas sekali kalau saat ini ia sangat terganggu dengan postingan sahabatnya.


Ya, dan Keita serta Yura masih bersama malam ini padahal ini sudah hampir tengah malam di London. Entah apa yang mereka lakukan tapi keduanya terbaring di atas tempat tidur Yura.


Tidak! Tak ada hal aneh yang mereka lakukan atau mungkin belum. Keduanya masih berpakaian lengkap bahkan masih mengenakan mantel-mantel mereka karena udara begitu dingin malam ini.


"Cepat pulang Kak!" kata Yura, sebenarnya dia takut. Dia sangat takut kalau Keita akan berbuat yang tidak-tidak padanya.


"Sebentar lagi ya," bisiknya dan dia masih nyaman melingkarkan tangannya di pinggang Yura yang merasa takut dan canggung di sampingnya.


"Tapi, orang tua kita berpesan buat gak berbuat aneh-aneh Kak, bahkan ... Ayah memintaku untuk membatasi waktu bertemu sampai jam 8 malam saja," ungkap Yura.


"Heum, aku masih sangat merindukan kamu!"


"Iya, aku juga Kak, tapi kan masih ada besok!"


"Yura, tolong jangan berpaling pada siapapun ya! Entahlah, entah kenapa aku gak mau berpisah sama kamu sampai kapanpun!" keita masih ingin mencurahkan isi hatinya. Yura tersentuh.


"Sekitar 9 bulan lagi aku akan benar-benar pulang ke Jakarta! Pulang ke hatimu lagi! Jangan sampai ada orang lain yang kelak singgah di hatimu, hatimu hanya tempatku untuk kembali!"


Kata-kata Keita begitu dalam sampai Yura terhanyut. Yura pikir Keita memang tak main-main, walau tadi dia sempat takut dan ragu akan kehadiran Dara tapi Yura teguhkan lagi hatinya kalau Keita memang setia padanya.


"Terima kasih Kak, aku akan selalu setia!"


Keita meninggikan posisi kepalanya sampai kini ia bisa melihat wajah Yura yang ada di bawahnya. Yura jadi salah tingkah karena jarak pandang mereka kembali sangat dekat.


"Apa Arkan suka gangguin kamu?" tanya Keita, Yura terpaku. Setiap nama Arkan disebut maka yang terlintas di benaknya adalah ciuman itu.


"Kami sering berkomunikasi sebelum dia masuk squad Sunrise, mungkin sekarang dia sibuk. Satu waktu, dia pernah bilang, bercandaan sih katanya kalau aku kelamaan di London, Arkan bisa saja merebut hati kamu dariku!"


DEG, Yura semakin terpaku. Apa-apaan Arkan bicara seperti itu pada Keita.

__ADS_1


"Dia bercanda! Setelah bertahun-tahun gak nongkrong bareng aku baru sadar kalau dia punya selera humor yang garing, hehe!"


Yura tatap Keita yang ada di atas wajahnya. Yura semakin merasa bersalah, yura merasa Keita sudah dikhianati oleh Arkan walau masih ancang-ancang dan sialnya Keita menganggap kalau Arkan hanya bercanda.


"Gak akan ada yang bisa merebut kamu! Siapa pun itu!" kata Keita lalu dia kecup kening Yura yang masih terdiam kaku di bawahnya.


"Kenapa?" tanya Keita lagi, kini dia agak heran karena sejak tadi Yura hanya diam saja.


"M, gak kenapa-napa."


"Boleh aku minta sesuatu sebelum pulang?" pinta Keita, Yura tak tahu apa tapi dia mengangguk saja.


Kiss, ternyata Keita meminta ciuman pada Yura. Dengan leluasa Keita merebut bibir Yura yang kini ada di bawahnya. Yura takut tapi dia harap Keita maupun dirinya bisa menahan hasrat lagi.


Keita sangat merindukan Yura, bahkan waktu ratusan menit yang dia lewati bersama terasa cepat berlalu. Dengan sempurna dia tuntaskan petualangan hari ini dengan sebuah kecupan nakal.


Keita lepaskan pagutan bibirnya dan dia pandang wajah Yura yang memerah sekali lagi.


"I love you!" gumamnya.


Keita bangkit dan bersiap untuk pergi. Dia rapikan mantelnya dan dia kencangkan syal yang melingkar di lehernya.


"Good night, bye!" pamit Keita.


Yura mematung, dia masih terbaring di atas tempat tidur dan mencoba mencerna apa yang terjadi barusan. Tapi yang lebih menyita perhatiannya adalah perkataan Keita tentang Arkan. Yura tak menyangka kalau candaan Arkan itu dia ungkapkan juga pada Keita, Yura tak mengerti kenapa Arkan se-frontal itu?


'Kak Arkan, apa mau dia itu, huh? Apa dia benar-benar bercanda? Ya ampun, bagaimana? Bagaimana kalau Kak Kei tahu ciuman itu? Aarrrgggghhh! Jangan sampai! Jangan sampai!' batin Yura kembali berkecamuk. Dia sangat tak tenang, Arkan benar-benar sudah mengusik kedamaiannya.


***


"Disana masih subuh kan?"


Arkan masih sibuk bersiap untuk pergi latihan, tapi saat ini dia masih asyik berbincang dengan seseorang via telepon.


"Iya, gue pengen cepat-cepet siang lagi! Gue mau ajak Yura jalan seharian ini!"


Ternyata yang berbincang dengannya adalah Keita. Arkan hanya mencoba tabah mendengar curhatan Keita yang cukup menyesakkan hatinya.

__ADS_1


"Have fun ya!" ucapnya walau sedikit gak rela.


"Ar gue mau cerita!"


"Cerita aja!"


Arkan malah kembali mendaratkan tubuhnya di atas tempat tidur, sepertinya dia mendadak malas saat Keita ingin bercerita, pasti cerita tentang Yura, pikirnya.


"Gue gak ngerti kenapa cewek gue sedikit bar-bar sekarang!" kata Keita memulai, Arkan sangat penasaran.


"Bar-bar, maksud lo?"


"Ya, dulu, kalau gue pulang ke Jakarta, gue yang selalu memulai buat kiss dia! Dan lo tahu, kemarin ... malah dia yang kiss gue duluan bro! Hahaha, gila gak? Kok bisa gadis manis gue itu jadi sedikit liar!"


Arkan mendengus kemudian tersenyum masam, beruntung Keita tak bisa melihat ekspresinya itu.


"Tapi lo suka kan?" goda Arkan.


"Heum, ya gue anggap itu kado selamat datang buat gue! Tapi, dia kayak menyembunyikan sesuatu, gue gak tahu, tapi gue gak mau mencoba mendesak!"


Arkan malah merasa kalau Yura masih memikirkan ciuman bersamanya beberapa malam sebelumnya. Ya, dan Arkan juga merasa sangat bersalah.


'Sorry Bro! Bisa jadi dia emang merasa bersalah sama lo!' batinnya.


"Lo nikmati aja waktu kebersamaan lo sama dia! Gak usah naroh naroh curiga! Itu gak sehat buat hubungan lo berdua! Percaya deh!" kata Arkan mencoba meminimalisir kecurigaan Keita.


"Iya sih! Lagian gue percaya kok sama dia! Mana mungkin dia berani main-main di belakang gue!"


"Ya, lo harus percaya sama dia!"


"Ya udah! Semangat latihan ya!"


"Lo juga! Selamat bersenang-senang Kei!"


Dan saat obrolan itu berakhir, Arkan malah semakin memikirkan Yura. Satu sisi dia begitu menginginkan Yura tapi di sisi lainnya dia sangat menghargai persahabatannya dengan Keita. Arkan tak mengerti kenapa dia harus menyukai Yura, kenapa harus Yura? Kenapa harus Yura? Pertanyaan itu berputar-putar di kepalanya.


'Kenapa harus cewek lo Kei?' batinnya sampai dia hempaskan rasa jemunya itu dan bangkit menjelang latihan bersama Team kebanggaannya.

__ADS_1


__ADS_2