Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Perjuangan


__ADS_3

Sudah hampir dua jam sejak Azka msuk keruangan dr.Eva, belum ada kabar dari dalam sana.


Ibu tak bisa menenangkan diri, hatinya sangat berdebar begitupun dengan Bi Mirna dia sudah bolak balik kamar mandi karena ikut merasa mulas tiba-tiba. sedangkan Ayah ?? dia terlihat sangat tenang dan dalam hati sebenarnya diapun merasa panik dan resah.


"duh, kok lama yaa..." gumam ibu disela-sela rasa resahnya.


"tadi waktu datang kesini katanya baru pembukaan 6 bu, inikan persalinan pertama.. pasti, prosesnya pun lama.. duh, saya kebelakang dulu ya.." kata Bi Marni, lalu dia kembali pergi kebelakang, kalau dihitung-hitung dia sudah lebih dari 5 kali bolak balik ke kamar mandi.


"mas.." panggil Ibu pada Ayah yang duduk disampingnya.


"kenapa?" tanya Ayah tenang.


"kamu deg-degan gak sih? kok bisa-bisanya kamu terlihat tenang begitu.." tanya Ibu, Ayah hanya tersenyum melihat kepanikan Ibu yang over.


"terakhir.. aku merasakan hal seperti ini 27thn yang lalu.." tukas ayah.


"oh ya? kapan itu.. lama sekali.." cibir Ibu.


"ya, dalam situasi yang sama, saat Kita menyambut kelahiran Azka.." kata Ayah so sweet, Ibu jadi tersipu, jarang-jarang ayah bicara manis seperti ini.


"oh.. iya, 27 tahun yang lalu yaaa.. " kata Ibu malu-malu.


"hari ini persis seperti hari itu.." kata Ayah.


"huh, semoga semuanya lancar ya, Nara itu kuat, dia pasti bisa melewatinya.." harap Ibu.


"berdo'alah !"


Apa yang terjadi didalam ruang bersalin?


Nara terduduk lemas disofa single di ruangan itu dan dia juga sudah tidak peduli dengan apapun, dia sudah pasrah dan mencoba berdamai dengan rasa sakitnya.


Tapi yang pasti Azka tak beranjak sedetikpun dari sisinya, melihat apa yang Nara alami saat ini rasa sayang itu semakin dan semakin dalam. saat ini Nara sudah memberikan segalanya untuk Azka. tak mungkin Azka tidak semakin cinta padanya.


Azka duduk tepat didepannya, dia pandangi wajah itu, wajah yang semakin lekat dalam benak dan hatinya.


"aaaaahhhhh..." Nara meringis lagi, tapi Azka segera menguatkannya, dia pegang erat tangannya.

__ADS_1


"jangan pernah sakiti Ibu, kamu tahu ini sakitnya seperti apa?" gumam Nara pelan diantara rasa sakitnya.


"iya, aku juga gak akan pernah nyakitin kamu!" kata Azka tegas, dia sudah berjanji dalam hatinya sejak dia tahu Nara mengandung buah cintanya.


"uuuuuh, sayaaang... kamu tunggu apa lagi, ayolah.. mama udah gak kuat nih.." Nara meracau, dia sudah sangat kepayahan, Azka usap-usap perutnya yang semakin tegang saat ini.


Azka gak tahu harus berkata apa, dia merasa gak ada apa-apanya saat ini, dia speechless.


Nara merasakan sesuatu yang aneh..


"lhoo, kok basah.. ini apa?" gumamnya lalu sesuatu yang lebih hebat dia rasakan.


"kenapa?" tanya Azka panik.


"aaaahhh, dok... mulesnya makin kuat lho dok.." teriak Nara panik, Azka tentusaja gak kalah panik.


"oh ya.."


Dr.Eva mendekat, dia tahu apa yang terjadi.


"oh, air ketubannya sudah pecah, its okay.. bayi kalian semakin dekat.. ayo kita bersiap ya.." kata Dokter penuh semangat, Nara masih belum mengerti semua prosesnya yang pasti dia semakin merasakan berbagai macam rasa sakit.


tapi mereka tak lelah menunggu, harapan dan do'a terus mereka panjatkan.


"huh, 3 jam lebih 20 menit sejak kita datang tadi.." kata Ibu harap-harap cemas.


"Nara pasti bisa.." kata Ayah optimis.


"ya, dia pasti bisa melewatinya.."


Entah apa lagi yang bisa Azka lakukan, dia merasa tidak berdaya melihat langsung perjuangan Nara melahirkan anaknya, dia merasa kikuk dan merasa bukan apa-apa.


Dia cuma bisa tetap stay disampingnya jadi pegangan setiap kali Nara mencoba mendorong sekuat tenaga, dia memang kesulitan karena ini memang pengalaman pertamanya.


"gak usah tegang yaa.. santai saja, bayi kalian juga ingin segera lahir ke dunia.." kata Dokter terus mencoba memberi kekuatan dan motivasi.


"gak kuat lagi ... aaaaahh.." keluhnya yang sudah sangat lemas, Azka hampir saja menangis melihatnya.

__ADS_1


"sebentar lagi, pasti kamu bisa !!" bisik Azka penuh kasih dan sayang.


"ayo sayang... tarik nafas dalam-dalam ya..." kata dr.Eva memberi arahan, Nara lakukan sebisanya.


"sekarang kamu dorong ya.. ayo, push.. lihat... dia juga ikut mendorong keluar.. ayo sayang.."


Nara kerahkan kekuatan terakhirnya, Azka sampai tak tahan melihatnya, dia tak kuasa melihat perjuangan sengit didepannya saat ini.


"i love you.." bisik Azka ,matanya berbinar dan itu lumayan memberikan motivasi yang lebih banyak lagi untuk Nara.


"bagus, satu kali lagi ya.. dia hampir sampai.."


"apa setelah ini.. kamu akan ninggalin aku sendiri ??" tanya Nara disela-sela waktu jedanya, Azka menggeleng.


"gak akan pernah!" jawabnya tegas.


" janji?"


"tentu saja!"


"kamu siapkan? satu kali dorongan lagi ya, dia sudah disini bersama kalian.. coba lihat , ayoo.. "


Nara kerahkan tenaga terakhirnya dan..


The happiness was there..


Tangis lantang terdengar, tangis seorang bayi mungil terdengar memecah ruang sepi dr.Eva, ya.. Azka junior sudah lahir.


tak ada hal yang mampu membuat Azka menangis selain hal indah ini, dia sangat bersyukur dia benar-benar merasa bangga pada dirinya saat ini.


Ibu dan Ayah bangkit, dia dengar tangisan itu, Ibu juga sampai menangis haru mendengarnya.


"aaah, dia sudah lahir mas.. cucu kita sudah lahir.." kata Ibu girang, Bi Marni pun terlihat lega dan bahagia.


Ayah tersenyum lega..


Ini adalah kebehagian bersama, kebahagian yang pantas mereka dapatkan, kebahagian sempurna dalam sebuah pernikahan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2