Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Gak ada akhlak?


__ADS_3

Azka segera pulang ke rumah ibu menemui anak istrinya yang dua hari ini pergi meninggalkannya. Saat sampai dia disambut Arkan yang sedang asyik main dengan ayah,ibu juga kakek, Azka heran karena tidak menemukan Nara bersama mereka.


"Tadi Nara sedikit gak enak badan, dia istirahat di atas!" kata ibu, setelah puas menyapa Arkan, Azka segera naik menemui Nara yang sedang terbaring lemas di kamarnya. Sepertinya Nara kelelahan, sudah beberapa hari ini pikirannya terganggu dan kesehatannya pun sedikit drop.


Azka berjalan mendekat lalu duduk di tepi tempat tidur sampai Nara terusik dan terbangun. Nara agak kaget mendapati suaminya sudah ada di dekatnya...


"Kita ke dokter ya..." ajak Azka yang berubah jadi sangat manis, Nara tidak tergoda dan dia masih memajang muka datar di depan Azka, tak bisa dipungkiri kalau berita panas tentang Azka dan Kalyla masih sangat menyakitkan untuknya.


"Gak usah," sahutnya singkat,


Azka meletakan telapak tangannya di kening Nara, Nara malah menghempaskannya.


'Hiii, main sentuh aja! lupa ya kalau sebelumnya harus minta maaf dulu!' batin Nara, kekik sekali. Azka memang sulit mengucapkan kata maaf, sejak masih jadi bosnya malah lebih parah, Azka pantang mengucapkan kata maaf.


"Miss you !" bisik Azka langsung kearah telinga Nara, Nara hanya memicingkan matanya.


'Hilliiiiiih, main bilang 'miss you' segala! minta maafnya kapan???' batinnya lebih kekik lagi.


"Jangan pergi lagi ya..." bisik Azka lagi lalu dia mendekat, dia sapa bibir manis Nara dengan ciuman hangatnya, emang gak ada akhlak Azka, baru membuat kesalahan besar udah main nyosor aja.


Nara menahan Azka, dia letakan tangannya di pundak kokoh Azka dan menahan Azka yang semakin bernafsu mencumbunya.


"Apa kamu gak lupa sesuatu?" tanya Nara kekik sekali.


"Apa?" tanya Azka belagak gak tahu.

__ADS_1


"Apa??? heh, pantas kalau kalian melakukannya di bar malam itu!" cibir Nara lalu dia memalingkan wajahnya dari tatapan Azka.


"Maaf..." kata Azka singkat, dan itu belum meluluhkan hati Nara sedikitpun.


"Aku sangat sangat sangat menyesal!" tambahnya, dan Nara masih memalingkan wajahnya.


"Awalnya aku cemburu dengan kerjasama antara kamu dan Yuki! dan soal kejadian memalukan di bar itu, sumpah! aku gak tahu bagaimana kronologinya!" kata Azka mencoba meyakinkan istrinya.


"Gimana bisa kalian lakukan itu, sampai jadi berita besar! kamu gak tahu kan gimana rasanya ada di posisi aku?" ungkap Nara lalu dia menatap Azka dengan mata berembun dan berbinar, Azka semakin merasa bersalah sekarang.


"Maaf, aku janji gak akan pergi dalam keadaan mabuk lagi seperti malam itu!"


"Terus, kenapa Kalyla bisa ada disana malam itu? apa kalian janjian? iya kan?" tanya Nara yang terus menuntut penjelasan dari Azka.


"Heh, gimana kalau misalnya waktu itu kalian pergi ke hotel, heh? apa yang akan kalian lakukan?" tanya Nara lebih kekik lagi, dia tak kuasa membayangkan apa yang ada di pikirannya saat ini.


"Stt..stt.., gak gak, itu gak akan terjadi lagi! itu murni karena kebodohanku sendiri! maaf ya..." hentikan Azka lalu dia memeluk Nara dengan segera, dia benar-benar tak ingin kehilangan Nara lagi.


"Oke, aku akui ini salahku yang terlalu terbakar api cemburu, kemudian aku lari ke kebiasaan buruk yang membuat keadaan malah semakin rumit! maaf! aku janji gak akan melakukan hal bodoh itu lagi!" kata Azka dan masih memeluk Nara dengan erat, sampai-sampai Nara bisa mendengar detak jantung Azka.


"Terus sekarang kamu masih mau dengar kata-kata Kalyla?" tanya Nara kesal.


"Gak akan!" jawabnya tegas.


"Heh, bohong!!!"

__ADS_1


"Kamu gak tahu kalau aku sangat mencintai kamu! aku gak akan melepaskan kamu untuk alasan apapun! aku janji, gak akan pernah ninggalin kamu untuk alasan apapun!" kata Azka hangat sekali, dan Nara kalah, kata-kata manis suaminya berhasil meluluhkan pendiriannya.


"Cukup!! sesak! ukh...ukh..." kata Nara lalu melepaskan diri dari pelukan erat Azka, tangan-tangan kekar Azka memang melingkar terlalu kuat di tubuh mungilnya, Azka hanya tertawa melihatnya. Dia sungguh sangat bahagia malam ini, setelah beberapa hari mengalami prahara akhirnya dia bisa memeluk istri tersayangnya lagi.


"i love you!" ujar Azka mencoba memancing Nara untuk membalas, tapi Nara masih manyun. kenangan buruk beberapa hari lalu masih saja tersisa di benak dan hatinya, tapi itu malah membuat Azka semakin gemas.


Azka kembali menyapa bibir cemberut Nara dengan ciuman mesranya, dia sudah sangat merindukan saat-saat seperti ini dan akhirnya Nara pasrah saja, toh dia juga tak bisa bohong kalau Azka adalah pria yang paling dia cintai saat ini.


Ya begitulah kebiasaan Azka, sehabis konflik dia selalu ingin menuntaskannya dengan hal-hal manis seperti itu. Dan memang, hanya Nara yang mampu membangkitkan gairahnya selama ini.


"Jangan pergi lagi ya..." kata Azka dengan tatapan dalam yang kini tak dapat Nara hindari lagi, Nara hanya mengangguk pelan.


"kamu juga, jangan pergi lagi!" ucap Nara kali ini.


"Gak akan pernah!" jawab Azka tegas.


"Janji?"


"Janji!"


"Jangan temui Kalyla lagi!"


"oke! kalau terpaksa harus bertemu aku akan ajak kamu,"


Apalagi? ya begitulah, Azka tak bisa membendung lagi kerinduannya.

__ADS_1


__ADS_2