Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Dikira bunuh diri


__ADS_3

Kedekatan Kalyla dan Yuki jadi headline berita-berita gosip. hubungan mereka jelas jadi konsumsi publik terlebih karena Kalyla adalah salah seorang aktris yang tidak pernah terbuka dengan media.


Tentu saja ini membuat Azka semakin freak dan terpukul, dia lelah berpura-pura untuk terlihat baik-baik saja. Nara bisa lihat dengan jelas perasaan menyesakan yang Azka rasakan saat ini. walaupun seringkali dia merasa kesal tapi bagaimanapun juga Azka sudah membantunya bertahan hidup saat ini.


Sejak tadi pagi Azka tidak keluar dari kamarnya, dia juga belum makan apapun sejak tadi atau mungkin sejak semalam. Nara sangat mengkhawatirkan keadaannya, meski ragu tapi dia coba memastikan kondisi Azka, dia berdiri tepat didepan pintu kamar Azka.


Tok..tok..tok..


Nara ketuk pintu kamarnya dengan hati-hati, belum ada respon.


"m.. makanlah! sejak tadi lo gak makan.." kata Nara, masih belum ada respon, Nara semakin khawatir.


Tok..tok..tok..


ketukannya lebih keras,memastikan kalau Azka masih hidup.


"ka! Azka! lo baik-baik aja kan?" tanya Nara mulai panik sekarang, dia takut kalau Azka membenamkan tubuhnya di bathup, atau menyayat urat nadinya atau mungkin menenggak racun, Nara sangat panik.


Ckttt..


dia memaksa masuk dan pintu kamarnya memang tidak dikunci, dia tidak melihat sosok Azka dimana pun..


tapi tak lama kemudian..


Azka akhirnya muncul, jauh dari dugaan Nara ternyata Azka baik-baik saja, dia baru keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk dan bertelanjang dada. membuat Nara terpaku, Azka heran kenapa Nara ada disana.


"ngapain lo?" tanya Azka


Nara memutar badan dan belagak menghindari pandangannya dari godaan nyata yang ada didepannya. padahal hatinya dagdigdug dan penasaran ingin melihat Azka lagi.


"gue cuma mau memastikan lo baik-baik aja..soalnya sejak tadi pagi gue datang, gue belum ketemu sama lo!" sahutnya dan posisinya masih membelakangi Azka, Azka malah punya ide usil. Azka berjalan mendekat membuat Nara makin deg-deg an.

__ADS_1


'mau ngapain dia ???' batinnya


"lo khawatir?" bisik Azka tepat ke telinga Nara, kini Pria keren yang hanya berbalut handuk itu tepat ada dibelakangnya. Tak tahan rasanya Nara ingin...


"lo benar-benar assisten yang ideal, total banget kerja buat gue..hati-hati jangan bikin gue baper!" kata Azka lagi makin membuat Nara menggigil.


"m.. gue kebawah ya! siapin makan buat lo.." kata Nara lalu pergi, dia gak mau lama-lama disana,Nara tak akan mampu menahan hasratnya melihat Azka seperti itu apalagi azka sengaja menggodanya dengan usil.


Azka hanya tersenyum melihat Nara seperti itu.


***


Dia turun kebawah dan dia dapati Nara sedang memasak didapur, Nara kelihatan lebih normal sekarang karena Azka sudah berpakaian.


"masak apa?" tanya Azka mendekat.


'ngapain sih deket-deket, lo gak tahu apa kalo ini bisa bikin gue baper..' batinya.


"heummm.. aromanya..." Azka malah makin mendekat, mencoba menangkap aroma dari masakan yang sedang Nara buat. tingkahnya membuat Nara kebingungan lagi. Azka memang labil, benar-benar gak bisa ditebak.


"m.. gue takut..gue takut lo sakit..sakit hati lagi.." kata Nara ragu.


"sakit hati kenapa?" tanya Azka sok cuek lalu mengambil alih spatula dari wajan lalu dia belagak mengaduk-ngaduk masakan diatasnya.


"oh.. lo baik-baik aja, syukurlah.." kata Nara lalu mengambil piring. wajah Azka berubah, dia memang gak bisa membohongi dirinya lebih lama lagi.


"menurut lo siapa yang salah?" tanya Azka yang mulai menunjukan mimik aslinya, murung.


Nara mematikan kompor lalu menuangkan masakannya kepiring yang barusan dia siapkan.


"Ayo makan.." Nara malah pergi menuju meja makan dan menyiapkan makanan untuk Azka. Azka malah pergi ke ruang tengah, dia malah makin gak selera karena merasa Nara mengabaikannya.

__ADS_1


Nara gak mau berlarut-larut lalu dia bawakan makanan untuk Azka keruang tengah.


" makanlah! jangan siksa diri sendiri seperti ini.." ujar Nara lalu menyodorkan piring itu kearah Azka ,Azka hanya memicingkan matanya.


"Lo harus kuat, jangan kalah sama masalah!! masa cuma karena patah hati lo sampai jatuh sakit karena lupa makan.." tambah Nara, Azka belum menggubris juga. dia malah nyalakan TV dan begitu TV menyala, acara yang pertama dia lihat adalah acara infotainment yang sedang menberitakan tentang Kalyla dan Yuki. Dia semakin meradang, dia matikan kembali TV nya.


"apa gue kelihatan patah hati?" tanya Azka dengan mimik yang jelas menunjukan kalau saat ini dia memang patah hati.


"udah makan aja dulu, nih.."


"kenapa sih lo cuma kasih solusi, makan!makan!makan! dalam situasi kayak gini nafsu makan gue hilang! lo gak pernah patah hati ya? lo gak ngerti perasaan gue!" kata Azka lalu memalingkan wajahnya, dia sebal..dia merasa tidak ada yang mengerti.


"sebenarnya..cuma diri sendiri yang bisa mengerti perasaan kita! orang lain cuma simpati.. kalo hari ini lo sakit gara-gara gak mau makan karena patah hati, huh..keterlaluan!! bahkan lo gak peduli dengan diri lo sendiri.." Kata Nara masih dalam usahanya membujuk Azka untuk mau makan, Azka terdiam.


"gue gak tahu persis bagaimana rasa sakit lo hari ini, tapi gue cuma gak mau lo sakit, lo harus tetap kuat seperti yang lo tunjukan sejauh ini, gak ada satu orangpun yang tahu kalau lo sangat terbakar api cemburu..cuma gue yang lihat itu sesekali.." kata Nara sangat dalam, Azka pikir kata-kata Nara benar. dia gak boleh berlarut-larut, jalannya masih panjang, dia harus merelakan Kalyla.


Azka berbalik menatap ART pintarnya..


" kenapa kata-kata lo bener ya.." kata Azka datar.


"gue udah biasa kecewa dan sakit hati! gimana menurut lo saat semua hak yang lo punya dirampas begitu saja? menyakitkan bukan? tapi gue gak boleh kalah.. masih banyak yang harus gue raih, gak akan selesai kalau gue cuma berlarut-larut dalam kekecewaan.."


Azka bangga pada ART bijaknya ini. kata-kata Nara benar sekali, dia mulai rise up dan termotivasi.


"sini..piring nya.." kata Azka, Nara tersenyum lebar, akhirnya babyboss nya mau dia bujuk untuk makan.


"nih, habiskan ya.. gue ambilkan dulu minum!" kata Nara semangat lalu dia pergi kembali kedapur untuk membawakan air untuk bossnya.


Azka tatap sosok sederhana itu, dia tahu selama ini Nara cukup membantunya bukan hanya dalam pekerjaan rumah tapi juga dalam masalah pribadinya.


Dia lahap makanannya, yum..

__ADS_1


'enak juga..' pikirnya lalu dia lahap sampai habis.


Bersambung.


__ADS_2