
"Ampun kak, ampun!"
Berkali-kali Yura memohon ampun pada tiga gadis remaja bengis yang kini membenamkan kepala Yura kedalam tong berisi air, tadi Amanda dan kawan-kawannya memang langsung mengeksekusi Yura dengan biadab.
Bahkan sebelum-sebelumnya, sampai ada yang di telanjangi. Kelakuan mereka sudah diluar batas kewajaran. Kenapa tak ada yang lapor? Alasan mereka klise, mereka takut pada Manda and the gank karena mereka adalah anak dari petinggi-petinggi kepolisian. Mereka malah takut dilaporkan balik, padahal keadilan adalah hak setiap orang.
"Ini baru rintangan level satu ya!"
BLBB ... BLBB, sekali lagi Diya memasukan seluruh wajah Yura ke dalam tong air itu, entah itu air bersih atau air apa yang pasti saat ini Yura benar-benar merasa kepayahan.
BRAK, kemudian Diya menghempaskan tubuh Yura ke atas tanah sampai dia berjibaku. nafas Yura tersengal, detak jantungnya berpacu kencang tak karuan, hari ini dia seperti sedang mengalami fase paling mengerikan dalam hidupnya. Meski selama ini Ibu dan Tania sering memperlakukannya dengan tidak baik tapi mereka sama sekali tak pernah melakukan hal biadab seperti ini, mereka paling hanya mencubit atau melakukan kontak fisik ringan lainnya.
Keita datang dan dia murka se-murka-murkanya. Wajahnya merah padam dan dia langsung berjalan menerjang menghampiri Amanda.
PLAK, dia kali ini memberanikan diri memberi pelajaran pada Manda, semua orang terbelalak. Keita memang sudah tidak tahan dengan kelakuan saudara sepupunya itu terlebih saat ini yang menjadi korbannya adalah Yura, siswi yang sedang dia dekati.
"Keita!" gumam Amanda yang langsung memegangi sebelah pipinya, matanya berkaca-kaca, selama ini tak ada satu orang pun yang berani melakukan hal itu pada dirinya.
Arkan juga sudah tiba, dan dia langsung melihat kearah Yura yang berjibaku di tanah dengan setengah badan basah kuyup.
"Apa? Sakit bukan?" hardik Keita, dia memang benar-benar marah saat ini.
"Lo akan dapat akibatnya!" ancam Manda.
"Gua gak takut! Apa yang lo lakukan sama orang-orang gak bersalah juga akan segera gue laporkan ke dewan sekolah!" ancam balik Keita.
"Tapi sebelumnya gue akan laporkan ini semua sama papi! Biar lo tahu akibatnya berurusan sama gue!" lagi-lagi Amanda memanfaatkan jabatan sang papi, Keita hanya tersenyum kecut.
__ADS_1
Vano dan Alika langsung membantu Yura bangkit dan menepi mendekat kearah Arkan yang menyaksikan sendiri kelakuan biadab Amanda dan kawan-kawan. Selama ini dia hanya mendengar selentingan issu dan dia tak pernah peduli karena dia tak pernah melihat faktanya dengan mata kepalanya sendiri. Dan sekarang, dia melihat semuanya dengan jelas, Arkan semakin tidak respect dengan Amanda yang selama ini selalu gencar mendekatinya.
"Gue gak takut! Gue gak takut selama gue ada di jalan yang benar! Papi lo itu penegak hukum! Harusnya dia tahu mana yang benar dan mana yang salah!" kecam Keita, dia benar-benar marah.
Diya dan Nadya hanya menunduk malu di belakang pungguh Amanda, apalagi saat Arkan juga ikut berjalan mendekat ke arah Amanda dkk.
"Gue sama Keita akan bikin petisi buat mengeluarkan kalian dari sekolah ini!" kecam Arkan semakin membuat tegang suasana saat ini. Amanda malah sudah memajang muka memelas di depan Arkan dan Keita.
"Arkaaan," ucapnya dengan manja dan berusaha meraih tangan Arkan, tapi serta merta Arkan menghempaskannya dengan kasar.
"Nah iya, bukan cuma laporin lo ke dewan sekolah! Gue sama Arkan juga akan buat petisi!" tambah Keita.
Kini Amanda yang superpower terlihat sangat lemah di hadapan dua siswa yang juga punya pengaruh cukup besar di sekolah.
Yura tak percaya ini semua terjadi padanya, apalagi sebagian besar siswa mulai berdatangan menyaksikan secara langsung apa yang terjadi di belakang sekolah ini. Selama ini mereka sama sekali tak berani, tapi karena Arkan dan Keita saat ini bertindak maka mereka pun tak ragu menyaksikan spot eksekusi Amanda dan kawan-kawannya selama ini.
"Kei, lo benar-benar keterlaluan!" kata Amanda penuh emosi.
"Siapa? Gue? Kalau saat ini lo anggap gue keterlaluan! Terus apa kabar lo yang setiap saat membully siswa-siswa yang gak sejalan sama lo! Heh?" lagi-lagi Keita mengeluarkan kecaman-kecamannya.
"Lo akan dapatkan akibatnya! cabut girls!" kata Amanda dan dia hendak pergi tapi dengan sigap Arkan menahan langkahnya.
"Tunggu disini!" kata Arkan tegas.
"Iiih, apaan sih Arkan! Apa yang kamu lihat ini gak seperti kenyataannya!" dalih Amanda malah membuat Arkan semakin muak, Arkan mencengkram lengan Amanda dengan kasar agar Amanda tak kabur dari tempat kejadian perkara.
Seluruh siswa yang menyaksikan kejadian ini berbisik-bisik, hampir semuanya merasa senang dengan peristiwa pengungkapan kasus Amanda ini, mereka mengumpat dan merutuki Amanda yang akhirnya terpojok karena tertangkap basah oleh Arkan dan Keita.
__ADS_1
Sebenarnya Yura ragu, dia takut dia akan mendapat akibat dari keberanian Keita dan Arkan. Otak polosnya berpikir kalau dia, Keita dan Arkan akan segera berurusan dengan hukum karena dianggap telah mencemarkan nama baik seorang Amanda.
Beberapa menit kemudian, Bu Ratna dan Pak Rudi hadir, mereka cukup tercengang dengan situasi yang terjadi, mereka melihat beberapa komponen yang sering digunakan Amanda untuk menyiksa para korbannya, Amanda bisa jadi memang sedikit phsyco karena dia merasa sangat senang saat mengeksekusi korban-korbannya.
"Ada apa ini?" tanya Pak Rudi selaku guru BP, dia melirik kearah Yura yang tampak shock dan basah kuyup lalu kemudian dia menatap Amanda yang masih di tahan ketat oleh Arkan.
"Astaga! Apa yang saya lihat ini?" tanya Bu Ratna tak kalah shock, dia pikir desas desus tentang tindakan bully yang Amanda lakukan selama ini cuma issu saja, kini dia melihat semuanya.
"Kei, jelaskan!" kata Arkan.
"Jadi gini bu, ini sudah berulang kali Amanda dan teman-temannya lakukan! Perbuatan mereka ini sudah tak bisa ditoleri lagi!" kata Keita.
"Jadi benar desas desus yang saya dengar selama ini?" tanya Bu Ratna lagi tak percaya.
"Terus kenapa baru ada yang berani lapor sekarang?" tanya Pak Rudi,
"Selama ini kami tak pernah melihatnya secara langsung, dan hari ini akhirnya kami bisa membuktikannya dengan mata kepala kami sendiri! Lihat Bu, Pak ... Yura korbannya hari ini!" jelaskan Keita lagi, dia benar-benar pahlawan hari ini bersama dengan Arkan.
"Amanda! Diya! Nadya! Jelaskan ini semua!" bentak Bu Ratna, kini ketiganya benar-benar sudah di skakmat, keangkuhan mereka berubah jadi wajah memelas yang minta diampuni.
"Ini semua salah faham bu, saya akan utus pengacara keluarga saya untuk menjelaskan ini semua!" kata Amanda datar sekali, berharap Bu Ratna dan Pak Rudi terintimidasi.
"Heh, oke! Besok kamu boleh mengajak pengacara dan juga orangtuamu kemari, kami akan menerima kedatangan mereka dengan senang hati!" tantang Bu Ratna, dia memang kepala sekolah yang tegas dan tak pernah pandang bulu.
"Sebaiknya kita selesaikan ini di ruangan anda Bu!" usul Pak Rudi.
"Ya! Kalian bertiga ikut ruangan saya, Arkan! Keita kalian juga dan oh iya, kamu juga Yura!" perintah Bu Ratna.
__ADS_1
Bagaimana penyelesaian kasus ini, apakan Amanda benar-benar akan memanfaatkan kuasa orangtuanya untuk menuntut balik orang-orang yang sudah memojokannya saat ini?