
"Jadi kita mau kemana dulu nih?" tanya Vano begitu mereka memasuki lobi mall, suasananya ramai dan Yura senang dengan keramaian itu.
Dia ikuti langkah ketiga kakak kelasnya, dia sungguh sangat merasakan euphoria dalam hatinya. Jalan-jalan ke mall seperti ini adalah hal langka yang dia dapatkan, terakhir dia pergi ke mall adalah bersama sang Ayah dan itu sudah lama sekali.
"Ke timezone dulu yuk! Kangen gue pengen main dingdong!" kata Vano sambil bercanda-canda.
"Yaela dasar anak paud lo!" cibir Keita.
"Nah lo juga suka main komidi putar, iya kan? Ngaku aja lo!" balas Vano, Keita tersenyum masam, "Heh, ngasal!"
"Yur, mau main gak? Main dulu ya, kita kumpulin tiket yang banyak kan lumayan bisa dituker boneka imut nantinya, buat lo deh bonekanya!" ajak Vano, Vano memang cenderung lebih ke kanak-kanakan dibanding Keita dan Arkan.
"Boleh, boleh Kak!" setujui Yura yang mulai kerasan mengobrol dengan Arkan dan kawan-kawannya.
"Udahlah, beli aja bonekanya langsung!" sela Keita.
"Yah elo kei! Boneka dapet beli sama boneka dapet dari hadiah main di timezone tuh rasanya beda banget! Terserah dah lo sama Arkan mau nonton atau mau nyari-nyari sepatu, gue mau main sama Yura, oke Yur?" kata Vano, Yura hanya tersenyum, senang sekali berada diantara persahabatan mereka yang hangat dan menyenangkan.
"Heh, berarti lo yang kencan, bukan gue!" kata Keita kesal, Yura sampai salah tingkah mendengarnya.
Tanpa terasa mereka sudah sampai di lantai paling atas, lantai yang menyediakan banyak game yang Vano dan Yura harapkan.
"Sana, main sepuasnya!" kata Arkan, seperti seorang Kakak yang melepas kedua adik kecilnya untuk bermain.
"Yuk, yuk!" ajak Vano lalu menarik tangan Yura untuk segera masuk ke area timezone, Keita tersenyum geli lalu menggelengkan kepala melihatnya.
"Lo mau langsung nyari sepatu?" tanya Keita.
"Barengan aja! Kasian si Vano!" jawabnya lalu duduk di bench yang ada di sekitarnya.
"Ya udah!" Keita juga ikut duduk di samping Arkan. Mereka memang seperti Kakak-kakak yang menunggui adik-adiknya yang sedang bermain.
Dari kejauhan ada Keyla, Dara dan Tania yang baru saja keluar dari bioskop yang kebetulan terletak di lantai yang sama dengan tempat Yura dan Vano bermain sekarang.
__ADS_1
Mereka tampak excited melihat dua pria populer sedang duduk santai bersama di sebuah bench, ketiganya langsung menghampiri. Dan dari kejauhan Keita dan Arkan langsung menyadarinya, Keita tampak malas, entah kenapa.
"Heh, lover lo datang!" goda Arkan pelan.
"Fans lo juga!" balas Keita.
"Hey, ngapain kalian disini? Jodoh kali ya kok kita ketemu disini hari ini padahal gak janjian kan?" sapa Dara penuh kehebohan lalu langsung mengambil tempat di samping Keita, Keyla malah agak malu-malu terhadap Arkan dan seperti biasa, Tania hanya jadi penonton saja.
"Boleh aku duduk disana?" tanya Keyla malu-malu pada Arkan, Arkan hanya mengangguk tanda setuju. Diapun duduk nyaman di samping Arkan.
'Sialan gue jadi kambing congek lagi!' gerutu Tania.
"Eh, Vano mana?" tanya Dara sok akrab.
"Lagi main di dalam!" jawab Keita datar.
"Oh, jadi kalian duduk disini nungguin Vano main di dalam? Sweet banget sih kalian!" goda Dara.
"Gue cek dulu deh!" kata Keita lalu malah bangkit dan masuk ke dalam area timezone, dia sepertinya memang sengaja menghindari Dara. Dara sudah lama mendekatinya dan itu malah membuatnya tak nyaman. Dara kecewa tapi dia tak patah arang dan dia mengikuti langkah Keita sampai akhirnya dia tahu kalau Yura juga ternyata ada diantara Keita dan Vano.
"Cabut yuk girls!" ajak Dara, dia sudah kelihatan tak bersemangat lagi setelah melihat Yura barusan.
Tania dan Keyla sampai merasa terheran-heran, tapi Dara benar-benar sudah mengambil langkah dan beranjak dari sana.
"Duluan ya Ar!" pamit Keyla lalu dia cepat-cepat menyusul Dara dan Tania yang sudah berlalu lebih dulu.
"Dar, kenapa?" tanya Keyla setelah mereka sudah agak jauh dari area Arkan, Dara kelihatan sangat kecewa, moodnya turun dan dia sudah ingin segera enyah dari sana.
"Gue melihat sesuatu yang benar-benar menyesakkan!" sahutnya lalu dia usap airmata yang kadung meniti di ujung matanya.
"Why?" tanya Keyla dan dia mulai khawatir dengan keadaan Dara.
"Kalian tahu siapa yang gue lihat di timezone sama Vano?" tanya Dara penuh emosi, Keyla dan Tania hanya saling berpandangan.
__ADS_1
"Cewek itu! Cewek yang sudah kita remehkan!"
Keyla dan Tania langsung menduga kalau yang Dara maksud adalah Yura, Tania sampai ikut merasakan kekesalan Dara. Dia kesal karena dia merasa sangat kalah dengan adik tirinya itu.
"Adik kelas itu?" yakinkan Keyla.
Dara mengangguk dan dia benar-benar benci hal itu.
"Huh benar-benar ya dia! Kalau gak salah kemarin juga dia korban terakhir si Amanda dan dia sudah membuat dia dan teman-temannya kena skorsing!" kata Tania semakin menyalakan bara api yang ada di hati Dara.
"Kita harus pantau dia!"
"Udahlah, kita cabut aja! nyesek banget lama-lama disini!" kata Dara yang benar-benar pergi menjauh dari sana.
Yura memang selalu membuat orang-orang iri dengan nasib baiknya, Yura tak tahu kalau hal itu sudah memantik kemarahan para gadis-gadis yang mulai menganggapnya sebagai ancaman atas eksistensinya.
Tapi Yura tak peduli, hari ini dia tampak sangat bahagia! Tingkah lucu Vano membuatnya tertawa dan sikap manis Keita membuatnya terpana. Arkan yang ditinggal sendirian pun ikut bergabung karena merasa bosan.
"Ayo ambil icecreamnya Kak!" kata Yura memberi semangat pada Keita yang sedang bermain permainan 'grab it', Keita harus mengarahkan panel yang bergerak dan berusaha mencengkram tumpukan ice cream dalam vending machine itu.
Dia mengerahkan konsentrasinya, dan senyum Yura di depannya membuatnya semakin semangat, dia bahkan mencengkram dua ice cream sekaligus.
"Ayo, ayo kak sedikit lagi!" semangati Yura.
BRAK, dia berhasil mendapat dua ice cream dan Yura bersorak bahagia. hari ini benar-benar hari ysng membahagiakan untuknya. Keita ikut senang menyaksikannya. Bahkan Arkan juga tampak tenang melihat Yura ceria seperti itu, entah kenapa.
Apakah Arkan juga diam-diam peduli pada Yura?
"Buat lo satu, buat gue satu!" kata Keita lalu memberikan ice berbentuk cone dan ice cream biasa untuknya sendiri.
"Wah, makasih banyak Kak!" sambut Yura.
"Seneng?" tanya Keita lalu dia mengacak-acak rambut Yura dengan iseng dan Yura merasa itu bentuk rasa sayang Keita padanya.
__ADS_1
So sweet.