
Semua orang sudah tahu berita heboh tentang Kalyla dan Azka termasuk Lulu, sontak dia ingat pada Nara. Dia tahu betul pasti Nara sangat terpukul saat ini. Dia gak habis pikir bagaimana bisa Azka melakukan hal itu terhadap sahabatnya.
"Huh, prahara nih!" gumamnya dan dia terus memikirkan nasib Nara dan Arkan saat ini.
"Kak, gimana sih kelanjutan berita kak Azka? sampai detik ini gak ada klarifikasi lho, aku jadi penasaran, terus gimana keadaan kak Nara sekarang ya?" Tania datang dengan pertanyaan-pertanyaannya, Lulu hanya memicingkan matanya.
"Hey, bocah bau kencur mana ngerti urusan orang dewasa!" cibir Lulu, Tania hanya manyun.
"Kasihan kak Nara..." kata Tania, dia prihatin dengan kondisi rumah tangga bosnya saat ini.
"Kita do'akan aja semoga masalahnya ini cepat selesai! kasihan kan baby Arkan, masih bayi udah di kasih ujian berat kayak gini...hiks!" kata Lulu tak kalah sedih,
"Iya, kita do'akan saja yang terbaik buat mereka!"
"Nah, itu yang di gosipin datang!" kata Lulu saat melihat mobil Azka terparkir di depan cafe.
"Tapi kok kayaknya sendirian ya, kak Nara sama Arkan mana?" tanya Tania heran saat Azka datang sendirian, Lulu menduga kalau Nara minggat lagi dari rumah.
'Pasti penyakit minggat lo kumat Nar...' batin Lulu.
"Udah sana, kamu beresin lagi meja yang masih berantakan!" titah Lulu, " oke," Tania pun beranjak, dan saat ini Azka sudah masuk ke dalam dan langsung saja dia menghampiri Lulu yang sedang standby di meja kasir.
"Gue yakin lo pasti tahu kemana Nara sama Arkan pergi!" kata Azka to the point.
'Nah benerkan, pasti lo minggat Nar! huh, penyakit lama lo tuh!' umpat Lulu dalam hati.
"Gue gak tahu, sumpah!" sahut Lulu, Azka semakin hopeless.
"Coba lo hubungi dia!" pinta Azka.
"Sejak semalam gue udah hubungi dia, tapi sama sekali gak di angkat! bahkan dua hari yang lalu nomornya benar-benar gak bisa dihubungi!"
Azka kelihatan kusut dan Lulu bisa melihat itu dengan jelas. Di satu sisi dia kesal dan marah pada Azka karena sudah melakukan hal kontroversi bersama Kalyla tapi di sisi lain, Lulu juga merasa iba melihatnya seperti orang linglung yang penuh penyesalan.
"Duduk aja dulu, biar gue buatin kopi ya," tawarkan Lulu,
"Gak usah!" tukasnya lalu pergi tanpa pamit.
'Huh, lo dimana Nar? sebaiknya lo pulang, masalah gak akan selesai kalau lo menghindar begini!' batin Lulu berharap Nara segera kembali.
__ADS_1
Nara malah nyaman ada di apartement Yuki, entah kenapa dia merasa tenang ada di dekat Yuki. Arkan juga anteng bermain dengannya padahal mereka tak sering bertemu sebelumnya.
Berkali-kali Yuki tersenyum melihat interaksi antara Nara dan Arkan, dia sedang membayangkan andai saja dia yang ada di posisi Azka sekarang. membayangkan Nara adalah istrinya dan Arkan adalah buah hatinya, tapi kemudian dia tersenyum getir.
"Oh iya, aku barusan dapat rumah sewa yang murah, lokasinya juga gak jauh dari cafe! besok pagi kami akan tinggal disana!" kata Nara mengabarkan.
"Kamu yakin?" tanya Yuki.
"Yakin, apa?" tanya balik Nara.
"Sebaiknya kamu jangan menghindar lagi, pulang lah ke rumah! ke rumah kalian!"
"Entahlah, rasanya masih berat bertemu dengan Azka!" keluhnya lalu menunduk lemas, Nara memang seperti alergi bertemu Azka saat ini apalagi setiap dia ingat berita heboh yang sedang menjadi perbincangan hangat orang-orang.
Ting tong...
Ada yang bertamu, Yuki segera membukakan pintu.
Nara tidak tahu dan tidak peduli siapa yang datang, dia hanya sedang memikirkan berbagai kemungkinan jika dia pulang atau pergi untuk menghindar terus menerus.
Siapa yang datang?
"Aaah syukurlah aku gak salah alamat!" kata Kalyla.
"Ada apa lagi?" tanya Yuki dan berusaha mencegah Kalyla untuk masuk.
"Ada yang mau aku bicarakan, bisakan kita bicara di dalam?", dengan lantang Kalyla masuk kedalam tanpa se-ijin Yuki, dan saat sudah sampai di tengah ruangan, dia stuck! dia terdiam mematung mendapati Nara dan Arkan ada disana. Nara? dia tak kalah kaget saat tahu yang datang adalah Kalyla.
"Heh, apa yang aku lihat ini? apa aku gak salah lihat?" tanya Kalyla yang merasa di atas angin sekarang.
Yuki pasrah dengan situasi yang malah semakin memanas, dia yakin kalau Kalyla akan segera memanfaatkan situasi ini.
"Ternyata kamu mencuri start ya!" kata Kalyla lagi lalu dia menatap sinis kearah Yuki.
Nara berjalan mendekat ketengah ruangan...
"Kamu benar-benar licik ya!" desis Nara penuh kebencian.
"Ternyata kamu lemah ya! dengan mudahnya kamu lari ke pelukan orang lain! bagus sih...dengan begitu kita bisa segera menyelesaikan ini semua!"
__ADS_1
Ingin rasanya Nara menerjang Kalyla lalu menjambak rambutnya, tapi dia tahu itu adalah tindakan kriminal yang sudah pasti akan Kalyla manfaatkan lagi.
"Semua orang harus tahu ini semua! selama ini ternyata kamu mencoba playing victim ya...kamu berperan sebagai pihak yang tersakiti! tapi lihat ini! kalian malah melakukan hal yang lebih gila lagi dari apa yang aku lakukan kemarin! jadi siapa yang licik? kalian kan? ternyata kalian lah yang memanfaatkan situasi ini!" kata Kalyla panjang lebar, dia semakin merasa ada di atas angin.
Kalyla menarik ponselnya dan dia segera menghubungi Azka, Nara tak tahu lagi harus berbuat apa, yang pasti saat ini posisinya sangat terpojok.
"Ayo Azka...angkatlah!" kata Kalyla yang tak sabar ingin segera mengabarkan apa yang dia lihat saat ini.
Azka tak kunjung mengangkatnya, tapi dia tak patah arang! dia mengambil gambar Nara dan Arkan lalu dia segera kirimkan foto itu pada Azka.
"Azka harus tahu ini semua! Azka harus tahu pengkhianatan kalian ini!" kata Kalyla puas.
"Jangan memutar balikan fakta!" kata Nara kesal sekali.
"Gak usah belagak jadi korban seperti ini! siap-siap aja...sebentar lagi Azka akan tahu semuanya dan dia akan segera meninggalkan kalian!"
"iiiiih, bener-bener ya...." Nara hendak menerjang Kalyla tapi Yuki segera menahannya, Yuki tidak ingin Nara terbawa emosi, Yuki segera menahan Nara yang hampir menyerang Kalyla secara membabi buta.
"Jangan bertindak bodoh! tenanglah! kita katakan saja apa yang terjadi! kita gak pernah berniat buruk kan???" tenangkan Yuki, Nara malah tak tahan ingin menyerang Kalyla lagi.
"Tapi dia..."
"Kalau kamu lakukan itu, masalah ini akan semakin rumit! tenanglah!"
Berkali-kali Kalyla tersenyum puas, dia merasa menang malam ini. Dia merasa sebentar lagi dia akan sampai pada tujuannya.
Bagaimana reaksi Azka saat dia membuka pesan dari Kalyla. saat ini dia sedang mengemudi, sejenak Azka menepikan kendaraannya lalu membaca pesan Kalyla baik-baik, dia juga melihat dengan jelas kalau Nara dan Arkan ada dalam foto yang Kalyla kirim.
Azka meradang! sudah pasti dia meradang!
Tanpa pikir panjang dia kembali pacu kendaraannya dan segera meluncur menuju apartement Yuki.
Semakin Nara membuat masalahnya berlarut-larut maka semakin Kalyla merangsak masuk memanfaatkannya.
How about it?
Bisakah Nara mengatasinya?
Bisakah dia mempertahankan mantan 'sweet savage boss'nya itu tetap menjadi suaminya?
__ADS_1