
"Si Keita so sweet banget ya!" kata Vano pada Arkan yang berdiri di area lain yang cukup jauh dari tempat Yura dan Keita bermain sekarang.
"Heum." sahutnya enteng.
"Kayaknya dia benar-benar fallin in love sama si Yura! Jadi ikutan baper gue, uwuu!" kata Vano, Arkan tak menanggapi lagi.
"Mana tiket lo, satuin nih!" kata Keita yang berjalan mendekat bersama Yura dengan gulungan tiket hasil permainan yang dia mainkan.
"Masih banyakan gue! Ayo! Mudah-mudahan cukup buat dapet boneka ya, buat lo Yur!" kata Vano penuh semangat dan Yura senang sekali dibuatnya.
"Wah, makasih banyak Kak!"
Mereka berjalan menuju stasion hadiah dan menghitung jumlah yang mereka dapat, Yura harap-harap cemas, baginya saat ini sama seperti dia sedang menunggu jackpot besar.
"Total tiketnya bisa di tuker sama boneka ini atau tumbler ini, terserah kalian mau pilih yang mana!" kata mbak kasir, Yura senang bukan main, dua-duanya memang hadiah kecil yang membuatnya sangat senang.
"Pilih Yur, boneka apa tumbler?" tanya Vano.
"M, boneka aja lah!" pilih Yura.
__ADS_1
"Gak bisa dapat dua-duanya mbak?" tawar Keita, Yura sampai terkekeh melihat tingkah lucu Keita hari ini.
"Gak bisa dek, paling Kakak kasih bonus bando ini deh!" katanya lalu memberikan bando berbetuk telinga kucing.
"Lumayan lah, makasih ya!" kata Vano lalu mereka beranjak dan sebelumnya Keita memakaikan bando lucu itu di antara helai rambut Yura, Berasa jadi pacar Keita rasanya hari ini.
"Yaela, serasa timezone ini milik berdua kali ya!" goda Vano yang sudah berjalan lebih dulu bersama Arkan.
"Otewe jadi pacar!" cetus Keita dan Yura lagi-lagi merasakan serangan nervous yang luar biasa.
"Wah, bentar lagi makan-makan nih!"
'Aaah, ini bagus tapi mahal!' batinnya lalu dia simpan lagi sepatu itu di raknya.
"Mau yang itu?" tanya Keita yang tiba-tiba hadir, Yura jadi kaget.
"M, nggak kok!"
"Hari ini gue juga butuh sepatu baru, duit yang Mami kasih pas banget, lain kali gue pasti beliin yang ini buat lo ya!" kata Keita, dan niat baiknya itu lagi-lagi membuat Yura terharu.
__ADS_1
"Iya Kak, makasih banyak! Kakak gak usah repot-repot begitu!" sahut Yura.
Kini Arkan yang mendekat, dia ingat kalau tadi Nara menyuruhnya untuk membelikan Yura sepasang sepatu.
"Ambil saja yang lo suka! Tadi nyokap gue nyuruh gue buat belikan lo sepatu juga!" kata Arkan membuat Yura kembali mendapat serangan bahagia selanjutnya.
"Wah, syukur deh! Yang ini nih Ar, cakep! Tadi Yura juga udah ngecengin yang ini!" kata Keita lalu mengambil sepatu yang Yura inginkan.
"Oke, ukurannya?"
Entahlah Yura sampai speechless menerima serentetan kebahagiaan sepanjang hari ini. Dia jadi ingat mimpinya semalam, kata-kata Ayah semalam benar kalau Yura akan mendapat kebahagiaan sebagai buah dari kesabarannya.
"Aku ada uang kok Kak, tapi memang kurang! Kakak tambahin aja!" kata Yura lalu dia ambil uang yang Lulu berikan tadi.
"Simpan aja! yang itu ditabung aja!" kata Arkan lalu dia berlalu membawa sample sepatu yang Yura inginkan untuk mendapatkan ukurannya.
Yura sampai tak tahu lagi harus berkata apa, orang-orang begitu mengasihinya hari ini. Alika, Lulu, Yuki, Nara, Keita, Arkan dan Vano, mereka semua sudah membuat Yura menjadi orang paling bahagia hari ini.
Tapi, Yura memang benar-benar pantas mendapatkannya.
__ADS_1