
Hari itu tiba...
Prosesi pernikahan sudah dilaksanakan dengan khidmat. kini semua orang tahu bahwa Nara sudah sah jadi istri Azka.
Setelah itu mereka langsung mengadakan resepsi. para tamu undangan berdatangan di pesta megah yang sudah Azka dan keluarganya siapkan, Nara benar-benar speechless, dia merasa jadi ratu sehari. dia sangat cantik dalam balutan gaun putih yang anggun. Azka juga tampak gagah dalam balutan tuxedo putih. hari ini keduanya sangat on point, seperti raja dan ratu dan para tamu undangan sampai pangling dan takjub dengan mereka.
Nara dan Azka tidak duduk dipelaminan, tapi mereka lah yang mendatangi para tamu untuk membuat suasana pesta lebih intim.
Azka menghampiri teman-teman dan seluruh timnya , mereka takjub dengan Azka..
"Wah wah wah, bungsunya sunrise udah dewasa, lo makin cakep aja pake stelan begini ka.. selamat ya.." kata dimaz sedikit menggoda, yang lainpun menyalami dan memberi selamat pada Azka tak terkecuali Yuki yang bisa jadi dia adalah orang yang paling tidak bahagia malam ini.
"setelah ini, harus lebih onfire lagi ya, team sangat membutuhkan mu.." kata bang banyu saat ini sembari menepuk punggung Azka.
"ya iya lah bang, mulai sekarang dia punya doping.. masa gak bisa lebih semangat dari sebelumnya.." goda Pradit, bikin Azka salting.
Sedang Nara, dia menemui beberapa kolega ayah bersama ayah dan ibu. Nara benar-benar kikuk. dia merasa sangat canggung.
'apa ini? ini benar-benar gak pernah gue bayangkan sebelumnya..ada diantara orang-orang yang asing, dan jadi pengantin..pengantinnya Azka, oh my.. lihat betapa gagahnya dia malam ini..' batin Nara diantara obrolan orang-orang, lalu dia lihat Azka yang gagah sekali malam ini berjalan mendekat, menghampirinya yang tampak kikuk dan canggung diantara orang tuanya dan para tamu pentingnya.
"Azka.. selamat ya.. kamu sudah dewasa, sudah jadi kepala keluarga lho sekarang.." kata salah satu teman Ibu, Azka hanya menukas dengan senyuman hangat. lalu dia lirik kearah Nara yang hanya diam, dia tahu Nara tidak nyaman dengan situasi ini.
"terimakasih banyak ya atas kehadiran dan doa kalian semua.." kata Azka
"iya, semoga kalian selalu bersama dan selalu bahagia.." harap seorang teman ayah.
"iya, trimakasih..m.. kami tinggal dulu ya, kami harus temui teman-teman kami.." pamit Azka, Nara lega akhirnya Azka datang dan menyelamatkannya dari situasi yang canggung.
"iya.. iya silahkan.."
Azka menggandeng tangan Nara menyapa tamu-tamu lain yang takjub dengan pasangan pengantin ini.
"huh.. gue gak tahu.." gumam Nara, dia kebingungan dan Azka dengar itu.
"kenapa ?" tanya Azka.
"gue gak tahu harus bilang apa sama para tamu,.ah, pesta ini..ini terlalu besar buat gue.." kata Nara sangat kebingungan, Azka menghentikan langkahnya lalu menghadap pada Nara.
"relax..,yang penting tetap senyum.." kata Azka mencoba menenangkan, bahkan dia memperagakan senyum yang harus Nara lakukan, boom.. gummysmile itu lagi. satu panah asmara kembali tertancap dihatinya.
Tanpa mereka sadari para tamu menyaksikan mereka yang terkesan sangat romantis,.
__ADS_1
'jangan senyum.. gue gak tahan dengan senyuman lo itu..' pikir Nara malah cemberut.
"senyum.." bisik Azka.
Bahkan Kalyla juga menyaksikan itu, dia tidak senang melihatnya, dia sebenarnya tidak suka ada wanita lain yang Azka perhatikan. tapi mau tidak mau Kalyla hampiri keduanya, dia mencoba terlihat bersuka cita walaupun sebenarnya tidak.
" hai.. selamat ya.." sapa Kalyla yang sudah ada didekat mereka, Azka sempat terdiam tapi dia segera sadar dan harus kembali memainkan perannya.
"ya.. makasih ya udah mau datang.." kata Azka.
"gak mungkin aku gak datang..kamu, kelihatan berbeda sekali dengan penampilan seperti ini, aku sampai surprise.. " puji Lyla dan tatapan matanya kali ini berbeda, Azka tahu itu.
"oh ya, m.. sendirian?"
"sama Yuki, tuh.. dia masih sama teman-temannya.."
"oh.."
"semoga kita segera menyusul ya.." kata Lyla berharap, Azka tersenyum getir, Nara tahu itu.
Lyla melirik kearah Nara.
"selamat ya.. kamu cantik hari ini, kamu adalah gadis yang beruntung, Azka ini pria yang baik..dia sangat perhatian.." Kata Lyla sangat dalam, Azka terdiam. entah kenapa dia tiba-tiba diam tidak seperti sebelumnya.
Azka dan Nara segera pulang kerumah dan ini sudah cukup larut malam. mereka sangat kelelahan, Nara sampai gak kuat dan membaringkan tubuhnya di sofa dan gaunnya masih dia kenakan.
Bahkan hanya berselang menit Nara langsung terlelap disana. Azka yang sudah berganti pakaian dan turun darikamarnya sampai heran lihat Nara yang bisa tertidur dengan cepat.
Azka hanya geleng geleng kepala lalu dia kembali kekamarnya dan mengabaikan Nara.
***
Pagi-pagi Nara sudah bangun, sudah memulai pekerjaannya. dia juga segera memasak dan dia masih kelihatan lelah dan mengantuk.
Setelah selesai memasak dia malah tertidur dimeja makan.
Azka sampai heran dengan Nara, rumah memang sudah tampak rapi, makanan juga sudah tersaji di meja makan tapi Nara malah terlelap disana.
Karena Azka tahu Nara sangat kelelahan, tanpa membangunkannya Azka menggendong Nara menuju kamar atas dan dia membaringkannya dikamar lain yang terletak tepat didepan kamarnya.
saking pulasnya Nara sampai tak sadar kalau dia sudah berpindah tempat. dan Azka meninggalkannya sendiri.
__ADS_1
***
Azka hadir di latihan hari ini, teman-temannya heran tapi Azka tetap berlatih dengan giat.
"emangnya semalam lo gak lembur?" goda Pradit seperti biasa dengan otak mesumnya, Azka hanya senyum.
"emangnya lo gak pergi honeymoon?" timpal Dimaz
"Gue gak mau ketinggalan satu pertandingan pun, gue tunda acara honeymoon.." tukas Azka berdalih.
"wah.. bener sih, selama ini sunrise cukup kesulitan tanpa lo.." kata cakra.
"iya..iya, ya syukur deh kalo istri lo bersedia menunda acara honeymoon kalian, tapi gak usah masuk hari ini juga kalii, coach kan ngasih lo libur 3 hari.." kata Pradit.
"gak apa-apa, mumpung gue semangat.."
Yuki gak banyak bicara, dia gak mau ikut membahas kebahagian Azka.dia merasa kalau harusnya dia yang mendapatkan Nara.
***
Nara terbangun..
Dia kaget kenapa dia terbaring dikamar atas, dia bertanya-tanya siapa yang sudah memindahkannya dari meja makan tadi.
Dia bangkit lalu mencari Azka, tapi saat lihat keluar rumah tidak ada mobil Azka terparkir, dia yakin Azka pergi, tapi dia gak tahu Azka pergi kemana.
Dia segera menelphonenya..
Kriing, saat Nara menelphone Azka sudah ada diloker room, dia angkat telphonnya tepat disamping Yuki.
"iya sayang.. " sapa Azka belagak manis, bikin Yuki sebal,
"eumm, dasar pengantin baru.." goda Dimaz yang juga masih ada di loker room.
"iya..tadi gak sempat bilang soalnya lo tidur pulas banget, gue gak tega bangunin.. iya iya, gue langsung pulang kerumah ya.. bye.." Azka berhasil memanas-manasi Yuki lagi.
Nara sampai terhanyut dengan kata-kata Azka barusan tapi dia tahu kalau itu bagian dari aktingnya.
'diih..bisa aja lo,bahaya nih.. bisa-bisa gue baper lagi..' .
Nara bergegas mencari pekerjaan yang belum dia kerjakan tadi pagi.
__ADS_1
Bersambung.