
Karena Azka berhasil mencetak banyak 3point dalam pertandingan tadi akhirnya Nara mau pulang tanpa perdebatan lagi, sebenarnya dia senang tapi kata-kata Kalyla kemarin masih saja mengganggu pikirannya.
Nara letakan tropi MV player Azka dilemari kaca tempat koleksi piala Azka lainnya.
"debut yang manis.." kata Azka sangat bersuka cita.
"selamat ya.. lo memang hebat!" puji Nara, tapi sikapnya tak secair biasanya, dia masih selalu dihantui rasa insecure.
"jadi.. kemarin lo dengar apa yang Kalyla katakan?" tanya Azka, dia ingin tahu apa yang membuat Nara marah kemarin.
Nara sangat malas untuk menjawab, dia pergi dari sana dan pergi keruang tengah lalu duduk nyaman disana. Azka menyusul..
"ini kan tujuan awal kita, apa lo lupa? pernikahan ini awalnya untuk membuat Kalyla cemburu.. ya ,kita berhasil! kita sudah melakukannya, bahkan Kalyla sudah sadar, kalo dia sangat membutuhkan lo lebih dari sekedar sahabat.." kata Nara panjang lebar, Azka speechless, yang Nara katakan benar.
"saat dengar kata-katanya kemarin.. gue marah, karena gue merasa sudah mengambil kebahagiannya.. gue merasa sangat jahat, dan ingin rasanya pergi dari sini dan membiarkan kalian bahagia sama-sama.." tambah Nara sangat dalam.
"dia pantas dapat itu, dan gue juga pantas mendapatkan lo!" tegaskan Azka.
"tapi, kelihatannya dia gak akan berhenti sampai dia dapatkan yang dia mau!" kata Nara lagi kali ini sorot matanya menunjukan kalau dia sangat takut.
Azka mengerti dengan ketakutan Nara, apa yang dia katakan benar, Kalyla memang bertekad untuk mendapatkannya lagi.
"awalnya gue gak peduli, karena gue sudah dapatkan imbalan dari semua kebohongan kita, tapi.. lo sudah banyak memberi gue sesuatu yang gak akan bisa gue lupakan begitu saja, gue jatuh cinta sama lo tapi gue gak yakin dan gue takut, gue gak mau terluka lebih dalam lagi, jadi kemarin.. gue putuskan untuk pergi.."
Azka tarik jari jemari Nara, lalu menggenggamnya dengan erat dan hangat, matanya menatap mata berbinar milik Nara.
"kita lupakan saja rencana itu ya, kita jalani apa yang kita rasakan saat ini..gak ada yang tahu rencana itu, cuma kita yang tahu, sekarang semua orang melihat kita benar-benar sebagai pasangan yang saling mencintai, dan itu benar!" kata Azka menguatkan.
Nara tahu Azka gak mungkin membual saat ini, matanya berbicara kalau saat ini dia sedang bersungguh-sungguh.
"jadi.. kita akan besarkan anak ini sama-sama?" tanya Nara ragu ragu.
"tentu saja!" kata Azka tegas.
ketakutan Nara mulai berkurang, dia hanya tinggal menghadapi Kalyla dan ambisinya.
***
__ADS_1
Hari-hari berlalu..
Akhirnya Nara mau diajak kedokter, dia lelah menolak ajakan Azka dan hari ini dia mengalah.
Dr.eva menghadap Nara dan Azka yang menunggu penuh harap.
"selamat ya, usia kandunganmu sudah memasuki minggu ke 4, jaga baik-baik jangan melakukan aktivitas yang menguras tenaga dan banyak-banyak makan makanan yang bernutrisi karena pertumbuhan janin di trimester pertama ini sangat penting untuk diperhatikan.."
Akhirnya mereka mendapat kepastian, ternyata memang benar Nara hamil, tadinya dia percaya gak percaya.
Sepulang dari dokter Mereka berkunjung kerumah keluarga Azka. tentu saja Ibu menyambutnya dengan sukacita begitupun dengan kakek dan Bi Ija.
"wah.. sudah 4 minggu ya? berarti tunggu 32 minggu lagi, gak sabar rasanya.." kata Ibu exited.
"aah, selama itu ya.." tanya Azka
"iya, kamu juga dulu 36 minggu ada di perut ibu.." jawab Ibu sembari mengenang.
" waah, masih cukup lama ternyata.." bisik Nara pada Azka, Azka hanya tersenyum.
"kamu akan mengalami banyak fase, mual pening seperti sekarang ini, trus nanti kamu akan mulai merasa perubahan pada fisik kamu.." kata Ibu, Nara malah merasa takut.
"tapi, kamu akan menikmati prosesnya.. semua hal itu akan membuat kamu merasa menjadi wanita yang sempurna.." kata Ibu menenangkan.
***
Sudah berminggu minggu berlalu, kini Nara mulai bernafsu untuk makan, mau ini mau itu dan Azka sampai terkejut melihat perubahan itu.
Siang ini saja ada beberapa kurir yang mengantar semua yang Nara pesan, meja yang lebarnya cukup luas pun sampai penuh dengan makanan yang dia pesan.
" duh..makan yang mana dulu ya.." katanya, dia kebingungan karena terlalu banyak jenis yang harus dia pilih.
"heh.. kamu yakin mau habiskan ini semua?" tanya Azka yang belakangan memanggil Nara dengan sebutan yang lebih halus, gak 'gue elo' lagi.
" iyalah, dari semalam kan aku pengen ini.." Nara mulai memakan chiken wing yang dia pesan satu bucket kecil, lalu kemudian dia minum minuman coklat ditangan lainnya.
"makannya pelan-pelan, gak akan kehabisan juga kok.. ini semua kan pesananmu.. jadi ini semuanya milikmu.." kata Azka sampai hanya sempat menonton saja, melihat Nara seperti ini dia merasa kenyang duluan.
__ADS_1
"mau? ambil aja.. nih.."
" gak! gak! lihat kamu makan aja aku udah kenyang.."
"oh ya udah.." Nara lanjutkan acara mukbangnya.
***
Karena akhir-akhir ini nafsu makannya menggila, berat badannya sampai naik cukup mengejutkan padahal usia kehamilannya baru menginjak minggu ke 15.
"arrrggh.. hari ini naik 2kg lagi?" teriaknya, dia kaget saat tahu bahwa dia semakin berisi.
Azka yang baru keluar dari kamar mandi sampai terkaget dan panik dengan teriakan itu.
" kenapa?" tanya Azka yang masih mengenakan handuk dan bertelanjang dada.
"minggu kemarin naik , sekarang naik lagi.. huhu.." katanya sambil merengek, Azka malah gemas dibuatnya.
"itu artinya kamu sehat, bayi kita juga sehat.." kata Azka mencoba menghibur.
"tapi badanku makin berisi, lihat.. pipiku juga makin chuby.. aaaah.." keluhnya dan masih merengek.
"gak apa-apa, aku tetap cinta kok.. malahan makin cinta.." goda Azka.
"aah, bohong.. "
"serius lah, tuh lihat.. makin cantik kok, aku gak bohong.." Azka menarik Nara untuk bercermin, dia malah makin minder, kini perutnya mulai terlihat membesar.
"bohong.." Nara malah insecure lagi.
"mata ini gak buta, lihat wanita cantik ini.. uuh, beruntung sekali aku memilikinya.." Azka memegang pipi Nara dengan kedua belah tangannya.
"gombal.." celetuk Nara dan dia masih cemberut.
Azka gak bisa apa-apa lagi, dia tahu perubahan-perubahan iti harus dia terima dan maklumi, tapi sejak Nara mengalami perubahan fisik dan sikap selama kehamilan ini dia malah makin sayang dengan mantan ARTnya ini.
Nara sendiri selalu merasa takut karena dia merasa ini semua adalah mimpi, pria yang kini jadi perisainya adalah mantan bossnya, bahkan dia sempat berpikir dulu kalau Azka itu adalah orang yang cukup absurd. satu sisi dia bersikap Kejam dan kasar lalu disisi lainnya dia juga kadang bersikap manis. itu lah sebabnya sampai saat ini Nara masih menganggap kalau Azka adalah mysweet savage boss.' pikirnya berkali kali.
__ADS_1
Bersambung.