Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Kalyla comeback


__ADS_3

Selesai menjalani latihan rutin, Azka mendapat banyak pesan masuk dari kalyla. dia benar-benar dilema, kalau Nara tahu ini semua dia pasti akan kecewa berat.


Tapi dia juga tidak mungkin mengabaikannya, bagaimanapun juga Kalyla adalah teman kecilnya.


Saat Azka datang, Kalyla hanya duduk sendiri di pojok cafe...


"hai, akhirnya kamu datang.." sapa Kalyla, dia tampak sangat senang dengan kehadiran Azka, Azka hanya tersenyum lalu dia duduk didepan Kalyla.


"udah lama nunggunya?" tanya Azka.


" lumayan, huh.. ternyata menunggu itu meyebalkan ya.. sekarang aku tahu perasaan kamu dulu.."


Azka tak terlalu menanggapi, dia tahu saat ini Kalyla masih berusaha mengungkit kembali perasaannya yang dulu. perasaan itu sudah pergi sekarang, hati Azka hanya untuk Nara dan Arkan saja.


"apa yang mau kita bicarakan sekarang?" tanya Azka ke inti permasalahan, dia tidak mau berbasa basi, dia ingin segera pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga kecilnya.


"m.. ini masalah Yuki.."


"kenapa dia?"


"kemarin, aku ketemu sama orangtuanya.. mereka, menanyakan pasal hubunganku dengan Yuki, awalnya aku gak ngerti, aku sama Yuki kan gak ada hubungan apa-apa.." cerita Kalyla


"oh, kenapa gak langsung bicarakan sama Yuki.."


"aku gak yakin, sudah lama kami gak saling menghubungi, aku hampir menyerah menghadapi sikap dinginnya.."


"atau mungkin, Yuki bicara sama orang tuanya.."


"entahlah.."


Azka tatap jam di dinding cafe, dia sudah tak sabar ingin segera pergi dari sana.

__ADS_1


"Az.." panggil Kalyla dengan suara lembutnya, Azka hanya meliriknya dengan tatapan biasa.


"kehadiran anak diantara kalian, pasti membuat kebahagian kamu semakin lengkap ya.." kata Kalyla, dia tampak iri, dia merasa harusnya dia lah yang ada di posisi Nara sekarang.


"ya, itu benar!" sahutnya.


"sejak Nara hamil, kamu benar-benar memberikan seluruh perhatian kamu buat dia.." kata Kalyla lagi dengan nada penyesalan.


"iya, dia berhak mendapatkannya.."


"heh, beruntung sekali dia.." gumam Lyla penuh sesal.


"dia sudah memberikan kebahagian yang sangat sempurna, gak mungkin aku mengabaikan dan menyia-nyiakan dia!" tegaskan Azka, semakin membuat Kalyla merasa sesak. perhatian yang dulu hanya miliknya seorang kini jadi milik Nara 100%.


"bisa gak ya, aku dapat pengganti kamu?"


Kalyla menatap Azka dengan tatapan yang sangat dalam, Azka tidak membalasnya, dia benar-benar berusaha menghindari pandangan itu.


"pembicaraan kita sudah selesai kan?" tanya Azka.


"ya, nanti aku bicarakan langsung sama Yuki!"


"apa kamu mau langsung pulang?"


"ya, anak dan istriku menunggu di rumah.." kata Azka yang bersiap untuk pergi.


"hehe, kamu udah jadi papa sekarang.. hot papa.." goda Kalyla.


"ya udah, aku pulang ya.."


"ya, hati-hati.."

__ADS_1


Azka sudah benar-benar melupakan perasaan cintanya pada Kalyla. dia benar-benar sudah memberikan semuanya pada Nara dan Arkan saat ini. itu cukup menjadi hal yang menyakitkan untuk Kalyla. tapi Kalyla sadar kalau ini semua karena kesalahannya, sekarang hanya ada penyesalan, tak ada lagi yang lain.


***


Azka pulang ke rumah..


Dia langsung mencari keberadaan istri dan anaknya, walaupun baru beberapa jam berpisah, dia sudah sangat merindukan keduanya.


Azka temukan keduanya di kamar, Nara sedang berusaha menidurkan Arkan dalam buaiannya. saat Azka datang..


"sttt.." isyaratkan Nara agar Azka tidak membuat keributan, dia gak mau Arkan terganggu lagi.


Arkan berjalan mendekat, lalu dia pandangi wajah imut Arkan..


"mandi dulu gih, kita makan sama-sama.. aku yang masak hari ini.." kata Nara sungguh pelan.


"oh ya?.. m.. aku udah kangen masakan kamu.." goda Azka juga dengan nada pelan.


"heuummm.." Nara tersipu, dia baringkan Arkan dalam box tidurnya dengan sangat hati-hati..


"have a nice dream, dear.." bisik Nara penuh kasih.


Akhirnya Arkan tidur, sudah pegal rasanya badan Nara yang seharian ini merawat Arkan.


"kemarilah.." kata Azka yang sudah duduk di tepi kasur, Nara berjalan mendekat.


"kenapa?" tanya Nara, Azka mendekap Nara yang masih berdiri di hadapannya.


"i love you.." kata Azka, heh.. Nara hanya tertawa, malam ini dia merasa Azka sedang dalam mode romantis.


"iya, love you too.."

__ADS_1


Rumah tangga mereka memang harmonis, rumah mereka selalu di penuhi cinta dan keceriaan. Azka tak mungkin menyia-nyiakan hal indah ini. dia akan menjaga ini sampai akhir hayatnya.


Bersambung.


__ADS_2