Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Designer muda berbakat


__ADS_3

Arkan menemani Alana dengan sabar, dia sedang memilih-milih kain bahan. Alana sendiri tengah mengarungi karirnya sebagai seorang designer, ya walaupun dia masih belum cukup profesional tapi dia sudah punya butik sendiri dan sudah memiliki cukup banyak pelanggan.


"Aku harus pilih bahan yang bagus tapi harganya miring, maklumkan, pelangganku kebanyakan dari kalangan pelajar dan mahasiswi, jadi harus bikin desain yang ringan di ongkos!" kata Alana sembari memilah-milah beberapa jenis kain pilihannya.


"Sabar, semuanya harus dimulai dari nol," sahut Arkan.


"Iya deh, aku akan tetap semangat! Yang ini aja ya mbak, semuanya." tukas Alana lalu dia telah memutuskan kain-kain pilihannya.


"Iya, saya packing dulu ya," kata si anak toko.


Sembari menunggu kain-kainnya dikemas dan dihitung, Alana dan Arkan duduk menunggu di dalam toko kain yang cukup besar dan komplit itu.


"Oh iya, Keita, Vano, apa kabar mereka?" tanya Alana mencoba membangun topik pembicaraan baru.


"Vano udah magang di salah satu kantor statiun televisi," jawab Arkan lalu sesekali dia minum air mineral dalam genggamannya.


"Waaah, dia kerja di broadcast? Keren banget Vano, terus Kei? Apa dia benar-benar ngambil kuliah pasca sarjana di UK?" puji Alana lalu kemudian dia bertanya soal Keita.


"Iya, dia masih harus kuliah setahun lagi, dia juga hebat bisa kuliah dengan fokus disana!"


"Iyaa, salut banget deh sama kalian! Si Kei hebat banget ya, dan apa dia masih lanjut sama si Yura?" tanya Alana kemudian membawa-bawa nama Yura dalam obrolan membuat Arkan agak berdecak, dia ingat kalau Yura adalah salah satu gadis yang membuat konsentrasinya selalu buyar.


"Masih," jawabnya singkat.


"Heum, iri deh sama mereka! Udah tiga tahun lebih dan masih bisa terus lanjut meski LDR," kata Alana dengan nada mengeluh lagi, secara tidak langsung dia sedang mencoba menyentil Arkan.


Arkan tak banyak komentar.


"Aku bayar dulu ya," kata Alana yang kemudian pergi menuju meja kasir untuk menyelesaikan transaksinya.


Arkan agak termenung lalu dia menoleh memperhatikan langkah Alana yang semakin menjauh dari pandangan matanya. Rasanya memang keterlaluan sudah membuat Alana menunggu untuk waktu yang lama, tapi mau bagaimana lagi? Sepertinya masih ada yang mengganjal di hatinya, masih ada yang membuatnya ragu-ragu.

__ADS_1


***


Alana sedang sibuk membuat beberapa pola rancangan barunya, dia memang merancang semua pakaian yang terpajang rapi di ruang butik kecilnya itu. Butik yang menyediakan beberapa outfit bergaya chic karena target pasar Alana memang para remaja dan perempuan-perempuan muda sepertinya.


Sebenarnya secara kasat mata seharusnya Arkan tak semestinya meragukan seorang Alana. Dia cantik, fashionable dan dia juga sudah mengukuhkan dirinya sebagai designer muda berbakat walau belum begitu profesional tapi masa depannya terlihat sangat cerah.


"Permisi Kak, ada klien yang mau bertemu dengan Kak Al," seorang pegawai datang mengusik konsentrasi Alana di ruang kerjanya.


"Siapa?"


"Mbak Keyla, penyanyi itu lho Kak," kabari sang pegawai dan Alana cukup tertarik. Mungkinkah Keyla yang dimaksud adalah Keyla yang juga dulu sempat menjadi adik kelasnya?


"Oh iya, iya ... dia tamuku, suruh dia masuk!" sambut Alana penuh semangat dan dia segera membereskan mejanya yang berantakan.


Keyla? Penyanyi?


Dan ternyata memang benar, Keyla yang dimaksud adalah Keyla yang juga sempat menaruh hati pada Arkan di masa lalu. Keyla ternyata juga meraih impiannya menjadi seorang entertainer.


"Ini tuh kehormatan banget lho kamu mau datang langsung ke butik kecilku ini," kata Alana penuh haru.


"No no no, kamu akan selalu jadi role modelku Kak Al, kamu akan selalu jadi panutanku!" kata Keyla tampak cair sekali berbincang dengan mantan Kakak kelasnya itu.


"Eummm, makasih sayaang! Eh betewe selamat ya atas perilisan album pertama kamu, aku udah punya albumnya!"


"Benarkah? makasih ya Kak, makasih karena sudah mau mendukung karirku!"


"Sama-sama, sini duduk, banyak sekali yang mau aku obrolkan sama kamu, udah lama deh kita gak nongki-nongki bareng," Alana menarik tangan Keyla lalu mereka duduk di satu sofa panjang di salah satu sudut ruang kerja Alana itu.


"Iya, sayang banget ya Kak, kita terlalu sibuk dengan pekerjaan kita masing-masing."


"Oh iya, gimana kabar si Dara?"

__ADS_1


"Dia masih mau meneruskan study-nya di London Kak," sahutnya, Alana agak mengerutkan dahinya. Dara? Meneruskan study di London?


"Oh ya? Bener-bener ngikutin Keita ya?" goda Alana.


"Bisa jadi Kak, dia memang ... cinta mati sama Keita, hehe."


"Huh, bener-bener ya! Tapi, kalau memang cinta dan yakin serta mampu, sebaiknya memang dikejar, hasilnya tak akan mengkhianati usaha, iya kan?"


"Bener banget Kak," sahut Keyla lalu dia tersenyum hambar, entah apa yang dia pikirkan? Mungkinkah Keyla juga masih mengharapkan seorang Arkana? Kalau benar, kisah cinta mereka pasti akan sangat komplek.


"Oh iya Key, aku tuh mau endorse kamu, mau gak? Aku butuh boost biar produkku bisa semakin dikenal orang," Alana langsung ke inti obrolan.


"Endorse aku? Benarkah? Waah, aku mau banget lah!" sambutnya penuh suka cita dan Alana senang bukan main mendapat tanggapan itu dari Keyla. Dia pikir Keyla akan sedikit menjaga imagenya dan menunjukan sikap pongah karena saat ini dia sudah menjadi penyanyi yang cukup terkenal. Ternyata anggapan Alana salah besar, Keyla tetap bersikap ramah dan baik padanya karena sebenarnya Alana adalah sosok yang selalu dia kagumi sejak SMA dulu.


"Astaga, kamu gak pernah berubah lho Key, kamu tetap humble dan menyenangkan! Aku seneng banget, emang pantas banget karir dan popularitasmu menanjak sekarang, karena kamu tuh tetep down to earth!" sanjung Alana berkali-kali.


"Tetap jadi diri sendiri adalah prinsipku Kak."


"Bagus, prinsip yang bagus, aku yakin someday later kamu akan semakin sukses!"


"Aamiin, kita akan sukses bersama-sama!"


"Aaah, sini peluk! Seneng deh bisa ketemu kamu hari ini, makasih ya udah meluangkan waktu dan menerima tawaran kecilku ini," Alana segera memeluk Keyla dengan hangat, dia senang sekali dan dia merasa memiliki teman yang baik dan tulus.


"Iya Kak, sama-sama aku juga merasa tersanjung lho karena Kak Al mempercayakan produknya buat aku iklankan, aku akan promo gila-gilaan di semua akun sosial mediaku!"


"Makasih ya!"


Designer muda berbakat dan penyanyi muda berbakat itu sedang menikmati kebersamaan mereka. Mereka memiliki banyak kesamaan, sama-sama cantik, menarik, penuh bakat dan satu lagi yang membuat mereka tak berbeda, mereka sama-sama menyukai lelaki yang sama, ya Arkana!


Akankah suatu hari hal itu menggoyahkan hubungan pertemanan mereka? Belum lagi hati Arkan masih mempertimbangkan seorang Han Yura.

__ADS_1


Akankah mungkin tercipta cinta jajargenjang di antara mereka?


__ADS_2