Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
CRAZY LOVE


__ADS_3

"Gak bisa Kak, aku juga udah sangat, sangat, sangat sayang sama Kak Keita! Heh, mana mungkin aku menyerahkannya gitu aja sama Kakak? Ayolah Kak Dara, open your eyes, banyak yang bisa Kakak dapat dari yang lain!"


Yura bukan orang bodoh. Mana mungkin dia menyerahkan Keita begitu saja. Apa yang Dara minta saat ini adalah lelucon konyol yang ingin Yura tertawakan tapi dia tak akan menunjukan hal itu, dia tetap menghargai Dara.


"Yura, apa kamu lihat aku sedang main-main sekarang?" Dara mendelikan matanya yang tajam pada Yura, Yura semakin dibuat bimbang saja.


Apa yang tersirat di sorot mata Dara memang hanyalah kesungguhan tapi kesungguhan yang gila! Sepertinya Dara terlalu terobsesi. Dia terlalu fokus pada Keita sampai dia menutup mata dan hatinya untuk yang lain.


'Ya Tuhan, kejutan apa lagi ini? Kenapa Kak Dara seperti ini? Aku harus apa? Aku bisa apa?' batin Yura lalu kemudian dia menundukan kepalanya. Rasa-rasanya belakangan ini ada banyak kejutan tak terduga yang terjadi di hidupnya.


"Apa susahnya melepaskan Keita, mudahkan? Rasa cinta kamu itu gak sebesar rasa cinta yang aku rasain ini Han Yura! Please, mengerti lah!"


"Maaf ...."


"Jangan katakan kata lain selain iya!"


BRUK! Keadaan makin tak kondusif, Dara menyambar kalimat Yura lalu menjatuhkan Yura dan menahan pundaknya. Yura kini dalam keadaan terdesak.


DEG DEG DEG, Dara seperti siap untuk mencekiknya.


'Ada apa ini? Ada apa? Kenapa keadaannya jadi seperti ini?' batinnya ketakutan. Dara malah tampak seperti seorang pshyco yang siap melukai Yura kapanpun dia mau.


"Kak ...."


"Aku gak main-main Han Yura!"


"Iya, iya tapi tunggu dulu!"


"Aku gak bisa nunggu!"


"Kak!"


"Pilihannya, tinggalkan Keita atau aku akan melukai diriku sendiri! Disini! Sekarang! Detik ini!"


Yura semakin digiring dalam skenario gila Dara, dia lepaskan tangannya dan tiba-tiba Dara keluarkan cutter kecil dari dalam saku mantelnya. Yura semakin ketakutan, dia takut Dara nekat melukai dirinya atau melukai diri sendiri, dua hal itu sama-sama horor yang nyata untuk Yura.


"Tenang dulu Kak ...."

__ADS_1


"Janji!" tegas Dara dan dia sudah meletakan cutter itu tepat di urat nadinya, Yura merasa ngeri karena hanya dengan sekali gesekan saja, cutter tajam itu sudah pasti akan melukai urat nadinya.


"Ya! Ya, tapi tunggu ... tolong singkirkan dulu cutter itu Kak!" pinta Yura, dia sangat memohon. Yura benar-benar tak ingin suatu tragedi terjadi di ruangannya itu.


"Janji! Katakan janji! Kamu akan segera melepaskan Keita!"


Yura bimbang, apa-apaan ini? Keputusan besar yang harus dia ambil tanpa pertimbangan? Kenapa Yura harus terjebak dalam cinta gila yang Dara rasakan terhadap Keita?


"Ya!" tegas Yura dengan berat hati, tapi sial Dara belum menurunkan cutter itu dari pergelangan tangannya.


"Katakan dengan tegas, apa kamu menganggap aku cuma main-main?" Dara masih saja mengancam.


"Ya! Ya aku janji, tapi ada tapinya!" tegaskan Yura.


"Gak ada pengecualian!"


"Bukan, kasih aku waktu!"


"Sampai besok pagi!"


"Apa?"


'Gila! Dia sudah gila!' batin Yura.


"Han Yura?"


"Iya!"


"Katakan dengan jelas!"


"Ya besok pagi saat di Bandara aku akan memutuskan hubungan ini!" tegas Yura sembari dia pejamkan matanya kuat-kuat. Yura tak ingin melihat Dara yang saat ini tengah menjelma jadi iblis yang memuakan.


Dara puas, dia tersenyum puas. Intimidasinya berhasil. Dia lipat cutternya lalu dia simpan lagi ke dalam saku mantelnya.


"Kamu tahu Yura? Hampir setiap malam aku hampir menenggelamkan kepalaku di dalam bath up! Atau ... kadang aku juga ingin lompat dari rooftop asrama! Cinta yang aku rasakan ini gak bisa aku cegah, gak bisa aku sangkal!" Dara kembali terlihat tenang, dia memang sangat labil saat ini. Yura dibuat deg-degan dan tegang setengah mati.


"Tapi Kak, apa yang harus aku katakan sama dia? Apa aku memutuskannya tanpa alasan?" tanya Yura kebingungan.

__ADS_1


"Tenang, aku sudah merancang rencana ini dari beberapa hari yang lalu!"


Yura berdecak, merencanankan ini? Jauh-jauh hari? Sungguh tega sekali apa yang Dara lakukan saat ini terhadap Yura.


"Aku sudah menyiapkan skenario! Katakan saja kalau kamu sudah punya pilihan lain di Jakarta, kamu sudah menjalani hubungan gelap dengan cowok itu selama setahun terakhir ini! Bagaimana? Masuk akal kan?"


'Masuk akal? Tapi dalam kasus ini tentu saja aku akan menjadi tersangkanya! Gila! Kenapa ada orang seperti ini ya Tuhan?'


"Heh, semudah itu Kak?"


"Ya, aku sudah menghubungi saudara sepupuku sebagai pacar gelapmu itu, simpel kan?"


"Heh, mana bisa?"


"Bisa! Kamu tinggal jalankan peranmu!"


Yura tertegun, dengan hati gamang dan takut. Bagaimana pula reaksi Keita besok kalau Yura benar-benar menjalankan skenario busuk Dara ini? Sudah pasti Yura akan menjadi pihak yang sangat dan paling dirugikan. Bagaimana tidak? Dia harus merelakan Keita, sementara saat ini hatinya benar-benar tertambat pada Keita. Kemudian dia juga harus bersandiwara dengan pria lain, apa yang akan Keita katakan nanti?


Liburan yang awalnya indah ini akan berubah menjadi bencana besar. Sudah pasti, dan Yura lah yang akan menjadi pihak yang paling disalahkan dalam prahara nanti.


"Yura, kamu sudah mengerti?"


"Kak, kenapa Kakak lakukan ini?" tanya Yura lirih dengan mata berkaca-kaca, berharap Dara berubah pikiran.


"Karena aku hampir gila! Aku tak ingin benar-benar gila! Tolong, beri aku kesempatan Yura, beri aku kesempatan untuk merasakan posisimu!"


Huh, apalagi yang bisa Yura lakukan saat ini? Benar-benar hanya mendengus. Rasanya berat sekali detik-detik yang akan dia jelang kelak.


"Tiga tahun ... bukan waktu yang mudah ...."


"Gak usah berbalada Yura! Kamu sudah mendapatkan cinta dan kasih sayang Keita selama tiga tahun! Aku? Bertahun-tahun aku cuma bisa jadi angin! Menyakitkan tahu gak?" lagi-lagi sambar Dara, sudah beberapa kali dia menyela perkataan Yura sejak tadi.


"Tapi Kak, gimana kalau aku putuskan hubungan ini saat nanti aku udah sampai di Jakarta! Mana bisa aku putuskan Kak Keita secara mendadak?" Yura masih mengharapkan kemurahan hati Dara.


"Heh, justru disana letak dramanya! Tak sabar rasanya menunggu hari esok datang!"


Dara bangkit dan sepertinya dia sudah selesai dengan misinya. Dara yakin kalau ancamannya tadi sudah cukup membuat Yura gentar. Dara yakin besok semua rencana jahatnya akan berjalan mulus seperti yang dia harapkan.

__ADS_1


"Sampai jumpa besok di Bandara! Besok Zahran, sepupuku akan menelponmu secara tiba-tiba! Ingat-ingat ya, namanya Zahran!"


Dia berlalu begitu saja. Yura terdiam dan tak tahu harus bagaimana? Bagaimana? Entahlah, ini semua benar-benat rumit.


__ADS_2