Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
GAGAL


__ADS_3

Pesta sudah berakhir ....


Yura maupun Arkan sudah menarik diri dari hiruk pikuk khalayak dan menepi di kamar resort mereka.


Yura masih ragu dan pikirannya juga masih kemana-mana. Dia sudah mengganti gaun pengantinnya dengan daster imut selutut, sebenarnya Alika memberikannya lingerie super seksi tapi dia belum siap mengenakannya di depan Arkan.


CKTT, Arkan kembali dari kamar mandi, dia juga baru saja mengguyur tubuhnya yang lelah dan kini dia juga sudah tampak lebih santai dengan celana pendek dan kaos oblongnya.


Sesaat saat daun pintu kamar mandi berputar, Yura malah berakting dan pura-pura tidur. Dia sangat gugup, salah tingkah dan kikuk, dan pura-pura tertidur adalah caranya untuk menghindari ketiga hal itu.


Arkan hanya tersenyum, dia tahu bagaimana perasaan istrinya saat ini, dia malah menarik selimut untuk Yura dan menyelimutinya, maniiis sekalii. Arkan hanya mencoba menghargai kegugupan Yura.


Yura yang tak benar-benar tertidur pun sampai merasa bersalah, karena setelah menyelimuti Yura, Arkan malah pergi ke luar ruangan dan duduk santai di tepi kolam renang menikmati angin malam di malam pertamanya yang gagal ini.


'Maafkan aku ya Kak, aku ... aku ... aku gak tahu harus ngapain! Padahal orang-orang bilang, malam seperti ini adalah malam yang paling dinantikan para lelaki!' batinnya lalu dia kembali membuka matanya dan menoleh ke arah Arkan yang hanya duduk sendiri di tepi kolam.


Sampai beberapa menit Yura masih berdebat dengan hati dan otaknya. Hatinya berkata tidak, tapi otaknya berkata iya!


'Ayo Yura, hampiri dia! Dia itu suamimu sekarang!' kira-kira seperti itu lah benaknya mendorong Yura untuk bangun dan menghampiri Arkan.


'Boleh aja sih, tapi gimana kalau Arkan berpikir kamu siap, kamu kan belum siap, Yura!' dan hatinya ikut membantah. Yura benar-benar kebingungan.


Yura malah sibuk berdebat sampai akhirnya dia benar-benar ketiduran. Malam pertama yang terlewatkan.


Setelah selesai dengan sebatang rokoknya Arkan kembali masuk ke dalam kamar dan sekarang dia melihat Yura benar-benar tertidur.


Arkan naik ke atas tempat tidur lalu mengamati wajah Yura yang tertidur dengan seksama. Arkan kelihatan bahagia sekali, walau dia tak bisa menuntaskan hasratnya malam ini, tapi dia tak peduli. Yang penting dia sudah memiliki Yura, jiwa dan raganya, pikir Arkan.


"I love you!" bisiknya sembari dia tuntaskan bisikan cintanya dengan kecupan sayang di kening Yura yang sama sekali tak terusik, dia benar-benar kelelahan sepertinya.


***


Hah, hampir saja Yura berteriak kaget. Mulai pagi ini, dia akan menemukan Arkan di tempat tidurnya. Yura hampir lupa kalau sekarang dia harus berbagi kasur dengan suaminya itu.


Yura membuka mata dan ada Arkan yang tertidur di sampingnya. Sekarang semuanya terwujud, Arkan lah orang pertama yang dia lihat saat pertama kali ia membuka matanya di pagi hari.


'Aaah, suamiku ... bahkan kamu gak berani untuk sekedar memeluk istrimu ini! Hihi ....' batin Yura lalu terkekeh, dia tahu kalau Arkan sangat menghargai ketakutannya.


Yura segera bangkit, ke kamar mandi dan merapikan diri supaya saat nanti Arkan bangun, dia sudah terlihat cantik paripurna, seperti biasa.


Selanjutnya dia siapkan kopi dan sarapan yang disediakan langsung oleh pihak resort. Dia ingin semuanya siap saat nanti Arkan bangun.

__ADS_1


"Ini udah cukup siang, sarapannya juga keburu dingin, sebaiknya aku bangunin aja lah!" pikir Yura lalu dia berjalan menuju tempat tidur dimana Arkan masih tertidur di atasnya.


"Duh, tapi gimana cara banguninnya ya!" gumamnya, Yura masih ragu dan canggung.


"Kak ... Kak Arkaaan ... ini udah siang looh, bangun yuk!" ujar Yura pelan sembari mengusap lembut pundak Arkan yang perlahan membuka matanya. Sinar mentari menyapa dan mengusiknya, dan kilau aura istrinya malah lebih menyilaukan lagi sampai dia benar-benar kehilangan rasa kantuknya.


"Sarapan juga udah siap! Cepat bangun ya," tambah Yura, suara Yura mengalun lembut membuai Arkan yang malah ingin sedikit berlama-lama di atas tempat tidur.


"Sebentar lagi ...." sahutnya pelan dengan suara paraunya.


"Sarapannya keburu dingin lhoo Kak!"


"Heum, kalau gitu coba kasih aku semangat!" tantang Arkan, manja sekali.


"Semangat? Semangat apa?"


"Apa saja ...."


Yura mengerti, dengan inisiatifnya akhirnya dia memberikan kecupan di pipi Arkan yang seketika kehilangan rasa kantuknya, benar-benar kehilangan rasa kantuknya itu, kiss.


"Udah ya, jangan nawar lagi! Aku kasih itu pagi ini, dan nanti malam ...."


"Nanti malam?" tanya Arkan lalu dia setengah bangkit.


"Nanti malam aku siap!" ungkapnya dan seketika pipinya memerah. Yura malah berbalik karena malu, mukanya benar-benar memerah seperti tomat, apalagi saat Arkan menatapnya sambil menggodanya.


"Heum, siap apa?" goda Arkan sembari mencolek pinggang Yura yang masih malu-malu dengan jarinya.


"Aaah, gak usah diperjelas deh! Udah ya! Aku tunggu di luar! Sarapannya sudah siap dari tadi!" kata Yura lalu dia pergi ke luar kamar, dia semakin tak tahan dengan rasa salah tingkahnya.


Arkan hanya tersenyum, dia tahu kalau Yura memang tak cukup berani untuk memulai hal itu.


Dan setelah sarapan, mereka pergi ke beberapa tempat menghabiskan waktu bersama. Mereka hanya punya satu malam lagi karena besok harus sudah kembali ke Jakarta.


Arkan juga mengantar istrinya ke pusat oleh-oleh untuk membeli beberapa barang yang diinginkannya. Dan tanpa terasa jam demi jam berlalu sampai malam yang Yura janjikan tiba.


BYUUUUUR ....


Arkan membenamkan tubuh jangkungnya ke dalam kolam, mengayuh kemampuan otot lengan dan kakinya beberapa putaran. Arkan memang mahir berenang.


Yura malah sangat hati-hati saat menuruni kolam, dia takut tenggelam. Tapi dia beranikan diri walau hanya berdiri saja di pinggir kolam, kolamnya cukup dalam sampai menenggelamkan 6 per 8 tubuhnya.

__ADS_1


Berenang malam-malam adalah ide Arkan, Yura ikuti saja apa maunya. Lagi pula Yura merasa dia sudah gagal menyenangkan suaminya di malam pertama.


Arkan sudah mendekat, dia sudah sampai di dekat Yura yang hanya berdiri mematung di pinggirnya. Dan Arkan baru sadar kalau saat ini Yura memakai two piece yang sangat sangat sangat membuatnya tampil begitu sensual.


"Apa ini?" tanya Arkan, Yura malah menunduk. Walau dia menyembunyikan badannya di dalam air tapi Arkan bisa melihatnya dengan jelas.


Untuk pertama kalinya Yura tampil erotis di depan lelaki. Dia akan menyerahkannya malam ini.


"Kenapa? Apa Kak Arkan gak suka?" tanya Yura.


Bagaimana Arkan tak suka? Raga Yura adalah yang paling dia inginkan selama ini, dan malam ini, Yura menyajikannya tepat di depan matanya.


Tanpa bicara lagi, Arkan malah langsung mengangkat Yura untuk duduk di bibir kolam sementara dirinya tetap ada di dasarnya. Dia berdiri di antara kedua belah paha telanjang Yura.


Aaaaah, frekuensi detak jantung Yura tak dapat dikendalikan lagi. Pasti malam ini semuanya akan terjadi, pikirnya.


"Aku gak maksa kok, kalau kamu masih ragu, aku bisa menunggu lebih lama lagi!" kata Arkan, padahal dari sorot matanya tampak jelas kalau saat ini dia sudah siap melahap Yura yang sudah hampir telanjang di depan matanya saat ini.


"Jangan bohong ...." goda Yura, dia mencoba berbaur. Yura lingkarkan kedua tangannya di pundak Arkan yang berdiri lebih rendah dari posisinya saat ini.


'Ayo Yura! Kamu bisa memulainya! Tunjukan bakti pertamamu padanya!' batin Yura mendorong dirinya sendiri untuk melayani Arkan.


Yura rendahkan punggungnya lalu meraih bibir Arkan dengan bibirnya. Ciuman di kolam renang yang membuat malam ini begitu menggairahkan.


Tangan Arkan yang dengan liar mengusap punggung Yura dengan sentuhan lembutnya sampai membuat Yura menggeliat dan ingin kembali tenggelam dalam birunya malam ini.


Tahukan apa yang terjadi?


Arkan tak sengaja melepas pengait bra Yura sampai terlepas dan dua cup menyangga barang berharganya pun tertanggal begitu saja. Tak ada lagi yang menutupi tubuh ranumnya, Arkan membuatnya semakin tampak jelas di depan matanya.


Sungguh pemandangan yang membuat malam ini semakin erotis. Penampakannya yang bulat dan penuh, menggoda Arkan untuk menyapanya dengan sentuhannya.


Yura tersadar dan jadi malu ....


Sontak tangan yang awalnya bergelayutan di pundak Arkan, segera tangkas menutupi miliknya itu. Yura tak kuasa menahan rasa malunya walau dia sendiri tak munafik kalau sentuhan Arkan sudah membuat libidonya naik sejak beberapa menit lalu.


"Gak usah ditutupi lagi sayang, apa kamu masih malu?" kata Arkan, pelan dengan suara yang rendah sampai membuat Yura berdebar lagi tak karu-karuan.


"Ma-maaf," gumam Yura lalu menunduk malu, dan perlahan dia tanggalkan kedua tangannya yang melindungi kedua harta berharganya itu dari pandangan Arkan.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


__ADS_2