
Bukan hanya Yuki yang mendapat berita mengejutkan itu, Azka juga menyadari kesalahannya saat video mirip dirinya tersebar luas dan cepat di internet. Sudah tak terbantahkan lagi kalau malam ini Azka adalah orang yang paling menyesal di dunia. Dia kini sadar kalau kesalahannya mungkin saja akan menghancurkan kebahagiannya selama ini.
Pagi menjelang...
Nara sudah bangun sejak tadi, dia sudah mandi dan membereskan kembali barang-barangnya. Sementara Arkan masih tidur, dia mencoba menikmati waktu santai lalu dia nyalakan ponselnya yang hampir seharian kemarin dia matikan.
Ting...ting...ting...
Begitu banyak notifikasi, banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Azka. Nara kesal, dia tak ingin buru-buru menelphone balik, dia ingin Azka merasakan bagaimana kesalnya didiamkan untuk waktu yang cukup lama.
Satu hal yang membuatnya tercengang, dia juga mendapat notifikasi dari portal berita online favoritnya, tentusaja itu berita tentang video Azka dan Kalyla yang terlanjur tersebar luas di jagat maya.
Lagi, Nara merasakan kehancuran yang nyata. dia mati rasa dan tak ada lagi yang dia pikirkan kecuali rasa sakit yang semakin membelenggungnya. Nara tak sempat memutar video itu, hatinya kadung sakit dan tentu dia tak sudi melihat adegan 10 detik yang sungguh sangat mencabik-cabik nuraninya saat ini.
Yuki datang dengan sarapan yang baru saja dia beli dari luar, saat datang dia mendapati Nara kembali menangis berderai airmata dengan ponsel di tangan. Yuki menduga kalau Nara sudah melihat video itu, Yuki semakin dilematis. Tak tahan rasanya melihat wanita yang dia sayangi selama ini disakiti secara frontal oleh temannya sendiri.
Yuki berjalan mendekat kearah Nara
"Ini gak bisa dibiarkan lagi! udah cukup! semuanya udah jelas sekarang!" ucapnya penuh emosi.
"Tenang dulu ya..." tenangkan Yuki.
"Tenang? gak bisa! perbuatan mereka ini udah gak bisa di toleri lagi! dan semua orang akan tahu apa yang terjadi sekarang!" Nara masih emosi, Yuki segera menenangkannya dalam pelukannya.
__ADS_1
Kini Nara menangis perih dalam peluk hangat Yuki, airmatanya membasahi dada kokohnya dan Nara sudah tak bisa berpikir apa-apa lagi kecuali ingin segera menyudahi drama ini.
"Jangan biarkan emosi kamu ini menguasai keadaan! ini gak akan selesai dengan baik kalau kita tidak menghadapinya dengan kepala dingin!" kata Yuki yang masih setia menemani Nara dengan rasa sakitnya, Yuki tak ingin Nara lebih terluka lagi.
Nara masih menangis, tak tahan rasanya membayangkan apa yang suaminya lakukan malam itu bersama Kalyla.
Setelah agak tenang, Nara melepaskan pelukan Yuki, dia seka airmatanya lalu menghela nafas dalam-dalam.
Yuki sakit melihat seraut wajah risau di hadapannya saat ini, andai saja dia dapat memutar kembali waktu, ingin rasanya dia mendapatkan Nara sebelum Azka mendapatkannya lebih dulu. Tentu saja Yuki tidak akan menyia-nyiakannya seperti apa yang Azka lakukan saat ini.
"Kami pulang ya, terimakasih atas kebaikannya..." kata Nara yang masih agak terisak, lalu dia gendong Arkan yang masih terlelap. Yuki tak tega melihat ini semua...
"Gak, kalian gak boleh pergi dari sini!" tahan Yuki.
"Gak, sebelum semuanya mereda kalian harus tetap disini! aku janji, akan membantu kamu menyelesaikan kekeliruan ini!" kata Yuki lagi.
"Kekeliruan? semuanya udah jelas kok!"
"Jangan terjebak dalam permainan Kalyla!" ujar Yuki tegas, Nara terdiam. Dari mana Yuki tahu kalau ini semua hanya permainan Kalyla?' pikir Nara.
"Kamu...tahu semuanya?" tanya Nara.
"Kamu tetap disini aja ya! jaga Arkan baik-baik, aku janji, akan membantu menyelesaikan ini! Azka gak mungkin mengkhianati kalian, aku tahu itu! dia sangat menyayangi kalian!" kata Yuki mencoba meyakinkan Nara, hati Nara terenyuh. Bagaimana bisa Yuki memiliki hati yang besar dan tulus seperti ini.
__ADS_1
Yuki benar-benar mencintai Nara dengan caranya sendiri. Dia bisa saja merebut Nara dengan memanfaatkan situasi ini, tapi dia enggan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mana mungkin dia bisa bahagia diatas kehancuran rumah tangga Nara dan teman satu teamnya. Yuki adalah sosok pria sejati yang tak mudah ditemui di dunia ini.
"Kenapa kamu lakukan ini semua? apa kamu...tulus membantu permasalahan rumah tangga kami?" tanya Nara, dia ingin tahu pasti kenapa Yuki melakukan kebaikannya ini.
"Sebelumnya kamu harus tahu, bahwa sejak hari itu...hari dimana kita bertemu, rasa sayang dan cinta ini selalu tumbuh seiring berjalannya waktu! aku sangat menyayangi kamu!" ungkap Yuki, dalam sekali sampai Nara terbawa suasana.
"Terus, kenapa kamu malah mau bantu hubunganku sama Azka?"
"Aku gak tahan lihat kamu menangis seperti tadi, itu semua karena kamu terluka kan? dan itu juga karena kamu gak rela kalau rumah tangga kalian hancur begitu saja? iya kan?"
Nara mengangguk pelan...
"Karena kebahagian kamu sudah jelas saat ini! Azka, dan Arkan! itu yang pasti! aku gak akan menghancurkan kebahagiaan kalian! aku akan membantu kalian mendapatkan kembali kebahagiaan itu!" Ungkap Yuki lebih dalam lagi dan Nara kembali merasa terharu, ternyata benar kalau Yuki memang menyayanginya dengan tulus.
Nara memeluk Yuki lagi dengan hangat, Yuki tersenyum getir, dia sadar kalau sudah tak ada lagi kesempatan untuknya.
"Kamu adalah orang baik! pasti kamu akan mendapatkan yang terbaik juga! aku yakin itu!" kata Nara mencoba memberi motivasi pada Yuki.
"Ya, terimakasih!"
Nara berharap Yuki mampu membantunya mengatasi masalahnya ini, dia yakin jika Yuki memang tak akan membiarkan Kalyla bermain terlalu jauh. Nara bisa bernafas lega, karena Yuki ada di pihaknya saat ini.
Bersambung.
__ADS_1