Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Perfect Yuki


__ADS_3

Kebahagiaan yang selama ini Nara rengkuh hancur dalam sekejap mata, dia tak menyangka kalau masalah yang awalnya dia anggap biasa menjadi bom waktu yang akhirnya meluluh lantahkan mahligai rumah tangganya. Sejak awal Nara memang ragu pada dirinya sendiri, sejak awal Nara selalu merasa insecure setiap ingat sosok Kalyla. Dan kini sugesti itu benar adanya, Kalyla kini berhasil menyingkirkan dirinya dengan cara yang menyakitkan seperti ini.


Bagaimana dengan Azka?


Dia nikmati rasa sakitnya ditemani beberapa botol minuman di atas meja. Saat merasa buntu, Azka memang cenderung lari pada minuman-minuman keras, padahal sejak menikah dengan Nara, dia sudah lama meninggalkan kebiasaan buruknya itu.


Nara kembali membantu Yuki membersihkan luka lebam di wajahnya karena pukulan Azka tadi.


"Maaf ya..." kata Yuki pelan.


"Maaf kenapa?" tanya Nara heran.


"Tadi aku terlalu emosi, sampai memancing reaksi Azka!" sahutnya, Yuki memang merasa bersalah karena tadi dia sempat memperkeruh suasana.


"Dari awal memang udah salah, ini semua kesalahanku sama Azka! kami memang udah gak saling pengertian!"


"Aku memang sangat mengharapkan kamu, dulu sempat terlintas buat memperjuangkan kamu kembali! tapi, itu gak mungkin aku lakukan! dan sekarang..." Yuki menahan kalimatnya, ingin rasanya dia mencurahkan isi hatinya malam ini.


"Aku tahu itu..." tukas Nara,


"Tapi, aku akan lupakan niat itu! Nar..." Yuki kembali menarik tangan Nara lalu menggenggamnya dengan hangat.


"Azka pasti sangat menyayangi kalian! masalah yang kita alami ini, murni karena kalian gak mau saling mendengarkan satu sama lain! jadi, cobalah buat berpikir positif! pulang, temui dia, dengarkan penjelasannya! kamu lihat kan tadi bagaimana bahagianya Kalyla melihat kalian seperti ini?" ucap Yuki panjang lebar, Yuki memang tak bisa membiarkan semua ini semakin kacau.


Yuki merasa tak akan bahagia jika dia mendapatkan Nara dengan cara seperti itu.


"Apa kamu benar-benar tulus mencintaiku?" tanya Nara yang malah membuat suasana mengharu biru.


"Ya! tapi bukan dengan cara seperti ini! aku gak akan melangkah lebih jauh, cukup sampai jadi pelindung kamu saja! aku gak akan berusaha untuk memiliki kamu lagi! tapi aku akan tetap ada di belakang kamu kalau kamu merasa terluka lagi seperti saat ini!" jawab Yuki jujur dari dalam hatinya, Nara terharu dengan kata-kata Yuki yang deep sekali.

__ADS_1


"Lihat Arkan! dia akan sangat membutuhkan Azka!" kata Yuki, lalu keduanya menatap Arkan yang terlelap nyaman di dekat mereka. Nara tak tahan menahan airmatanya lagi.


"Selama ini aku yakin, kalau Azka sangat menyayangi kalian! aku yakin ini semua masih mungkin untuk diperbaiki!"


"Kenapa kamu bersikap seperti ini..." kata Nara lirih.


"Karena aku sangat mencintai kamu!" jawabnya tegas.


"Tapi kamu gak dapat apa-apa kan pada akhirnya?"


"Aku dapat sesuatu yang sangat berharga! kebahagiaan kamu dan Arkan akan jadi sesuatu yang berharga untukku! percayalah...ini bukan bullshit ! ini nyata yang ingin aku katakan dari sini..." kata Yuki semakin dalam lalu dia meletakan tangan Nara yang masih dia genggam tepat didadanya.


Nara tatap Yuki, ya! dia tidak melihat dusta sedikitpun di sorot mata Yuki. Nara mengerti sekarang, cinta yang tak harus memiliki itu memang benar adanya, dia tahu Yuki sangat tulus mencintainya tapi Yuki tak memaksakan hasratnya. Dia benar-benar pria sempurna, dan Nara bahagia karena sudah mengenal dan merasakan ketulusan cintanya.


"Terimakasih banyak ya!" Nara jatuh dalam pelukan Yuki, Yuki mengangguk lalu terernyum.


"Walau sakit, aku akan tetap pegang kata-kataku tadi, bahagiamu adalah bahagiaku juga!" kata Yuki lagi semakin membuat Nara merasa tenang dan hangat.


***


Keesokan harinya Yuki mengantar Nara dan Arkan ke rumah keluarga besar Azka, ibu menyambut Nara dan Arkan...


Ibu langsung memeluk Nara lalu dia menangis penuh penyesalan, sepertinya ibu ingin meminta maaf atas apa yang sudah Azka lakukan.


"Jangan pergi lagi ya! maafkan azka, ibu yakin...ini semua tuh cuma salah faham!" kata Ibu yang masih erat memeluk Nara, sementara Yuki masih berdiri di belakang Nara dengan Arkan dalam pangkuannya.


"Iya bu, aku juga...minta maaf, karena lari dan menghindar dari masalah!" sahut Nara.


"Iya, ibu ngerti! ibu sangat mengerti perasaan kamu!"

__ADS_1


Setelah puas mencurahkan rasa bersalahnya, ibu melepaskan pelukannya lalu berjalan ke arah Yuki dan Arkan...


"Sayaaaang, sini...nenek kangen sama kamu!" kata ibu lalu mengambil Arkan dari Yuki.


Berkat Yuki Nara merasa lebih tenang, setiap kata yang Yuki ucapkan adalah penyejuk bagi hatinya yang sedang marah...


"Yuki, terimakasih banyak ya!" kata ibu, Yuki hanya mengangguk lalu tersenyum.


"Seharusnya Azka belajar dewasa dari kamu!" tambah ibu.


"Dia sudah banyak berubah kok tante, sejak menikah dan punya anak, dia menunjukan banyak perubahan positif, hanya saja saat ini...dia sudah kalah dengan ego dan emosi sesaatnya sendiri!" sahut Yuki, bijak sekali.


"Iya, itu benar...makasih ya sekali lagi!" kata ibu.


"Ya, aku pamit ya...ada latihan siang ini!" pamit Yuki.


"Iya, hati-hati di jalan ya! tante mohon, jangan terpancing lagi kalau nanti Azka bersikap tidak baik sama kamu!" pesan ibu.


"Ya tante!"


Sebelum benar-benar beranjak, Yuki menatap Nara yang kelihatan lebih tenang dan dia juga merasa tenang. Lalu dia berpamitan pada Arkan dengan menyentuh jari jemari menggemaskannya.


Nara tertegun...


'Kenapa ada orang seperti dia? huh...semoga Yuki segera menemukan cinta sejatinya!' batinnya lalu berharap.


"Ayo masuk!" ajak ibu, Nara mengangguk lalu mengikuti langkah ibu dari belakang.


Sebelum benar-benar tancap gas, Yuki masih termenung di depan kemudinya. Cinta yang dia rasakan begitu menyakitkan, ketulusan yang dia berikan benar-benar membuatnya sesak, tapi itulah tujuannya dari awal. Dia tak ingin menjadi duri dalam rumah tangga wanita yang sangat,sangat,sangat dia cintai saat ini. Biarlah Nara bahagia dengan Azka' pikir Yuki.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2