Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Dua garis merah


__ADS_3

Nara terbangun disamping Azka yang masih terlelap, tiba-tiba sesuatu terjadi padanya, dia merasakan mual yang hebat, dia pegangi dadanya dan semakin tak bisa dia tahan lagi.


lantas dia berlari menuju wastafel dikamar mandi dan dia langsung muntahkan rasa mualnya itu..


Ukh..ukh..ukh..


Sayup-sayup suara Nara terdengar sampai membangunkan Azka, dia bangun dan hampiri Nara yang hampir terhuyung diwastafel.


"kenapa?" tanya Azka agak panik lalu membantu Nara berdiri tegak, Nara terlihat payah dan lemas.


"gak tahu, masuk angin mungkin.." tukasnya.


Azka memapah Nara masuk kembali kedalam kamar, Nara duduk ditepi ranjang ,keadaannya sangat lemah dan dia juga merasakan pusing yang hebat. Azka duduk disampingnya lalu memberinya segelas air.


"minumlah!"


Nara teguk sedikit..


"kita ke dokter ya.." ajak Azka.


"gak usah, kayaknya masuk angin biasa kok.." sahutnya.


"ya udah, baring aja dulu ya.." Azka membantu Nara untuk kembali naik ketempat tidur lalu dia terbaring lagi dengan nyaman.


Azka gak tega lihat Nara seperti ini, selama ini dia selalu kuat.


"pagi ini ada latihan ya?" tanya Nara pelan.


"iya, biar gue minta izin aja gak akan ikut latihan pagi ini.." tukas Azka sembari dia belai dan usap kepala Nara dengan lembut dan penuh kasih.


"kenapa?"


"lo kan lagi gak enak badan, gak mungkin gue tinggal lo sendiri.."


"udah.. gak apa apa, pelatih pasti marah kalau lo gak datang pagi ini, pertandingan waktu itu aja lo mainnya jelek, pasti banyak evaluasi buat lo dilatihan sekarang.."


"tapi kalau nanti kenapa-napa.."


"nggak akan kenapa-napa, mungkin gue butuh istirahat sebentar lagi..nanti siang juga pasti pulih.."


Azka pikir yang Nara katakan benar.


***


"halo.. lu, gue gak bisa datang ke cafe ya..iya nih, gak enak badan, iya.. iya..semangat ya.." Nara baru saja menelphone lulu, hari ini dia memutuskan untuk tetap dirumah, kepalanya masih pusing, perutnya pun masih mual.

__ADS_1


Dia berbaring santai di sofa diruang tengah..dia coba nikmati rasa sakitnya.


Ting tong..


Sepertinya ada tamu membunyikan bel, Nara gak tahu ada orang masuk melewati gerbang. walau malas dan lemas Nara bangkit dan segera buka kan pintu.


Ternyata itu Ibu dan Bi ija yang datang, Nara lumauan terkejut.


"Ibu.. bi ija.." Nara segera berikan salam.


Lantas mereka masuk dan duduk bersama diruang tengah, Nara selalu canggung terhadap ibu.


"kamu kenapa? tadi Azka telphon katanya kamu sakit.. dia minta saya buat jagain kamu sampai dia pulang latihan.." kata Ibu dengan aksen datarnya, Nara senang walaupun begitu.


"kamu sakit kenapa non, pucet banget.." tanya bi ija


"m.. pusing, sedikit mual, mungkin masuk angin.." tukas Nara pelan.


"udah minum obat?" tanya Ibu, Nara hanya menggeleng.


"pusing? mual? jangan jangan kamu hamil lhoo.." kata Bi ija girang, Nara jadi malu dengan dugaan itu, Ibu juga tampak memikirkan hal yang sama.


"m.. gak mungkin, kayaknya masuk angin aja!" sangkal Nara malu-malu.


"kok gak mungkin, kamu sama den Azka kan sudah menikah.. tujuan menikah itukan salah satunya untuk dapat keturunan, nah.. mungkin kamu memang beruntung bisa dengan cepat mendapatkannya!" kata Bi ija, Ibu juga rasa begitu.


"coba saja dulu pake alat tes kehamilan.. aduh, kok jadi bibi yang deg deg an ya.. gak kebayang kalau hasilnya positif, ini bisa jadi kabar paling membahagiakan untuk keluarga..apalagi saya.." kata Bi ija lagi.


"ya udah, bibi tolong beli tespeck ya!" pinta Ibu.


"oke siap!" Bi ija pergi keluar.


Tinggal Ibu yang harap harap cemas dan Nara yang jadi malu dan semakin canggung.


"m.. kapan kamu terakhir datang bulan?" tanya Ibu seperti sedang mengintrogasi.


"m..sebenarnya..sebelum menikah.." jawab Nara,


"kamu gak ada rencana buat tunda kehamilan kan?"


Nara hanya menggelengkan kepala.


'memikirkannya saja gak pernah..' batin Nara.


Ibu terlihat resah, seperti sedang menunggu keputusan yang sangat penting. Nara belum bisa tebak apakah ibu akan senang atau akan kecewa kalau benar terbukti dia hamil.

__ADS_1


'gimana kalau benar gue hamil, kita memang lakukan ini dengan intens.. huh, gimana kalau Ibu marah dan kecewa ..aah.. kok gue makin insecure ya..' pikir Nara.


***


Bang banyu memanggil Azka secara pribadi, sepertinya banyak yang ingin dia katakan. mereka duduk ditepi lapangan sementara yang lain berlatih bersama.


"saya tahu, kamu gak mungkin konsisten sepanjang musim! tapi besok adalah pertandingan terakhir kita, posisi kita memang pemuncak klasemen tapi ini tidak menjamin kita juara karena yang lain mungkin menyusul disaat saat terakhir.." kata bang Banyu. Azka hanya diam mendengarkan.


"saya sangat andalkan kamu, jujur.. kamu adalah pemain paling dominan di team, saya harap.. kamu besok bermain total, gak ada masalah lain yang mungkin mengganggumu besok.." tambah bang Banyu, Azka mengerti maksudnya.


***


Nara keluar dari kamar mandi, lalu berjalan kembali keruang tengah kepada Ibu dan Bi Ija yang sangat tegang menunggu hasilnya, Ibu bahkan kelihatan pucat pasi dan Nara ragu dengan reaksi Ibu nanti.


"gimana non.." tanya Bi Ija tak sabar.


Nara tunjukan hasilnya, dan ada 2 garis merah tertera disana, wajah bi ija cerah menyambutnya, dan Nara gak berani melihat ekspresi Ibu.


"Wah.. positif! ini hasilnya positif! ya ampun..senang sekali saya.. selamat ya non.. selamat.." kata Bi ija girang, ternyata Ibu juga sangat senang dengan hasilnya.


"ini benarkan bi, saya gak lagi mimpi kan?" tanya Ibu excited dan hampir tak percaya.


Nara lega melihat reaksi Ibu dan dia senang.


"Iya bu, kalau ada dua garis seperti itu, tandanya positif.."


"ya ampun Nara.. saya speecless nih! saya gak tahu harus bilang apa, makasih ya.. kamu akan berikan saya cucu secepat ini.." kata Ibu penuh suka cita lalu menggenggam tangan Nara dengan hangat , Nara sangat senang bisa merasakan kehangatan Ibu.


"pasti pak Hardi akan senang sekali mendengar kabar bahagia ini.." kata Bi ija masih girang.


"iya, mas Yoga juga.. dia bilang, dia sudah sangat merindukan sosok ceria didalam rumah.. dan sebentar lagi kami akan mendapatkannya.. makasih ya sayang ya.."


Nara hampir gak percaya dengan reaksi Ibu, bahkan saat ini dia berubah 180° dari sebelumnya tapi yang pasti hari ini Nara merasa menjadi orang paling bahagia didunia.


'waw.. apa ini benar benar nyata..' batinnya.


"apalagi den Azka, dia pasti senang sekali dengan kabar bahagia ini.." kata Bi Ija.


Aaah iya, Nara sampai lupa pada Azka, dia belum bisa bayangkan bagaimana reaksi Azka.


"coba kamu kasih tahu dia..tapi, tunggu! lusa dia ulang tahun, gimana kalau kabar bahagia ini kamu jadikan kado spesial untuknya.."


"aah iya, ini akan jadi kado paling indah buat den Azka..ide bagus.."


"gimana menurut kamu?" tanya Ibu.

__ADS_1


Nara hanya mengangguk, dia setuju saja dengan saran ibu, yang pasti saat ini dia sangat senang walaupun disisi lain masih cemas dengan reaksi Azka nanti.


Bersambung.


__ADS_2