
Azka dan Nara pulang bersama, sepanjang perjalanan mereka diam. rasa kesal Azka sudah sangat memuncak. bahkan dia pacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, Nara pun hanya diam, dia gak mau memulai obrolan.
Saat sampai, Nara segera membukakan gerbang.
Azka turun dari mobilnya lalu masuk kedalam rumah tanpa berkata apa-apa.
Nara mencoba tidak peduli, dia pergi menuju kamarnya tapi didepan kamar ada Azka menunggu dengan tatapan tajam seakan sedang memangsa dan siap menerkam. Awalnya Nara takut tapi dia mencoba bersikap biasa.
"kenapa lo lakukan ini?" tanya Azka
"apa?"
"lo sengaja mau bikin gue cemburu??"
"cemburu? gue pikir lo gak akan pernah cemburu.." Nara masih bersikap dingin dan Azka kesal.
"tolong jangan temui atau hubungi si Yuki lagi!" tegaskan Azka, dia bersungguh-sungguh saat ini.
"heh, memangnya kenapa? apa cuma lo yang berhak marah? apa gue gak boleh marah lo pergi menjaga Kalyla seharian penuh?" Nara mulai berani mengungkapkan unek-uneknya.
"gue.."
"jangan kasih gue alasan! kita lupakan saja semuanya..sepertinya kita sudah hampir sampai pada cinta sejati kita masing-masing!" Nara memutar langkahnya dia hendak pergi tapi Azka menahannya, Azka menahan lengan Nara dengan kasar.
"apa lo anggap selama ini gue membual?" tanya Azka, Nara mulai menangis, rasa kesalnya tak tertahankan lagi.
"gue akan menghindari Kalyla, tapi gue gak mungkin meninggalkan dia disaat dia seperti ini! dia butuh gue, Si Yuki sudah mengabaikannya, lo tahu?" tambah Azka juga penuh emosi, Nara masih diam dan masih menangis.
Lama-lama Azka gak tega melihat tangisan itu, dia tahu Nara memang marah dan kesal hari ini, diapun akhirnya menjatuhkan Nara dalam peluknya, dan tangis Nara semakin pecah membasahi dada kokoh Azka. Azka mendekapnya penuh kasih.
"lo gak tahu ya.. sejak malam itu lo udah buat gue jatuh cinta?" kata Azka mulai melunak, Nara cukup tersanjung dengan kata-kata Azka.
"mungkin lo pikir ini terlalu cepat, tapi inilah yang gue rasakan sekarang.." tambah Azka lagi -lagi membuat biru suasana, Nara memang terhanyut dan dia percaya dengan apa yang Azka katakan.
Azka menatap Nara, dia angkat wajah Nara yang menunduk lugu, lalu tahu apa yang terjadi selanjutnya? ya, Azka cium hangat istrinya penuh kelembutan. mereka tuntaskan pertengkaran ini dengan menghabiskan malam yang biru ini bersama-sama.
***
Kalyla sementara tinggal dirumah keluarga Azka, Ibu khawatir dengan Lyla karena selama ini dia tinggal sendiri di jakarta, orang tuanya menjalankan tugas di jerman sebagai staf kedutaan besar.
Ibu membawakan semangkuk bubur hangat kekamar kalyla.
__ADS_1
"makan yah.. dari kemarin kamu cuma makan sedikit.." kata Ibu penuh perhatian.
"aku lagi gak pengen makan tante, padahal masakan tante dan bi ija selalu enak.. tapi saat ini, aku benar-benar gak ada nafsu makan.." tukasnya yang masih terlihat belum fit 100%.
"tapi kamu harus tetap makan, sedikit aja.. yaah.." bujuk ibu, Akhirnya Lyla pun mau dia ambil mangkuk bubur itu dan mulai memakannya.
"digame kemarin Azka cuma main sampai quarter 3, sisanya dia gak main sama sekali.. apa dia baik-baik saja ?? aku jadi khawatir.." kata Lyla memulai obrolan.
"iya, kenapa ya.. tapi memang kemarin dia melakukan banyak kesalahan..gak seperti biasanya."
"m.. apa mungkin Azka sama Nara bertengkar?"
"bertengkar?"
"ya.. mungkin saja, apa karena Azka jagain aku sampai pagi lalu Nara marah dan mereka bertengkar, trus itu berimbas pada performa nya.." Kalyla berspekulasi, ibu malah jadi terpengaruh.
"kalau itu benar, keterlaluan sekali Nara, masa cuma karena hal seperti itu dia marah.." ibu terpancing.
entah kenapa Lyla senang melihat itu, dia memang sengaja memancing reaksi Ibu yang dari awal kurang setuju dengan pernikahan Azka dan Nara.
***
Hari ini Nara gak pergi ke cafe, dia merasa banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. hari ini saja dia sangat sibuk, mulai dari membereskan seisi rumah dan dia tuntaskan dengan menyirami rumput dan beberapa tanaman dihalaman samping rumah.
"huh..ngagetin!" gerutu Nara lalu dia menepi dan duduk dikursi diteras rumah.
"Lulu ditinggal sendiri?" tanya Azka.
"hari ini ada karyawan baru, lagian ini weekday, mungkin cafe gak akan terlalu rame.." sahut Nara.
Kriing..kriing, ponsel azka yang terletak dimeja didekat Nara terduduk terus berdering dan yang menelphone Kalyla, Nara jadi sebal.
"siapa?" tanya Azka dari jauh.
"Kalyla!" jawab Nara, lalu entah kenapa dia pergi begitu saja kedalam rumah, Azka heran
Kriing.. telphonnya terus berdering.
Nara jadi menggerutu dalam hati.
'huh.. ngapain sih dia hubungi Azka terus, bikin gerah aja..'
__ADS_1
Dia tuang air kedalam gelas lalu meminumnya. dan tak lama Azka datang menghampiri.
Azka malah sengaja mengangkat telphon dari Kalyla tepat didepan Nara.
"Azka.. hari ini kamu libur kan?" terdengar suara Kalyla yang manja, Nara semakin kesal, dia hendak pergi tapi Azka malah menahannya.
"ya!"
"kamu kesini ya! aku bosen.." Lyla semakin manja dan Nara semakin muak.
"gak bisa, hari ini Nara gak enak badan, dia minta ditemenin seharian.. maaf ya.." Azka malah sengaja mengatakan itu, sejenak tidak ada reaksi dari Kalyla, sepertinya dia meradang mendengar alasan Azka.
"kalo dia udah merasa lebih baik, nanti sore kami kesana.." tambah Azka,
"oh, oke.." Kalyla menutup telphonenya. dalam hati Nara senang dengan jawaban Azka tapi dia tetap bersikap biasa.
"siapa yang gak enak badan?" tanya Nara dengan sinis, Azka pandangi Nara lalu dia tersenyum simpul, tapi Nara malah sebal lalu memalingkan wajahnya dan Azka malah semakin gemas dengan itu.
"kenapa ya, gue baru sadari sekarang.. kalo lo ini sangat menarik, pantas Yuki terkesan sama lo!" goda Azka, Nara tak tergoda dia masih memalingkan wajahnya.
"udah? bohongnya?"
"siapa yang bohong? gue bicara jujur apa adanya , dari sini nih!"
Azka letakan tangan Nara yang masih digenggam tadi tepat didadanya.
"jangan salahkan gue kalo gue masih ragu ya.. karena ini memang terlalu cepat, lo berubah terlalu cepat ! gue shock dengan ini semua!" kata Nara juga mencoba jujur dari hatinya.
"iya gue ngerti.."
" ya udah, lepasin! gue mau mandi, gak enak badan ini udah bau matahari.."
"ayo gue antar.."
Azka malah semakin menggodanya, dia angkat tubuh Nara yang langsung terkaget lalu menggendongnya sampai ke lantai atas bahkan lebih tepatnya ke kamarnya.
"eeh, kamar mandi gue disana .." kata Nara.
"kita mandi bareng !" jawab Azka , Nara kini mulai terbiasa dengan kelakuan Azka ini, dia hanya memajang pouty face.
"huh.. mulai lagi!"
__ADS_1
Kini mereka sudah sampai dikamar mandi, jangan tanya lagi apa yang mereka lakukan didalam sana. tentu saja mereka kembali berendam di bathup sama-sama.
Bersambung.