Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Trip to Bandung


__ADS_3

Seperti rencana dua hari yang lalu, Nara dan seluruh keluarga sudah sampai di kota kembang. Nanti sore Azka dan Sunrise akan melakoni laga tandang ke markas lawan sebagai lanjutan seri liga basket Nasional.


Ini adalah perjalanan pertama Arkan, selama tiga bulan ini dia tidak pernah bepergian jauh. Dia tampak menggemaskan dengan outfit sailorman yang cute saat dia kenakan. Arkan benar-benar membuat siapapun yang melihatnya terpana karena kelucuannya.


Nara sampai di kamar hotel, dia langsung membaringkan baby Arkan yang masih terlelap sepanjang perjalanan tadi.


Kriiiing...


Telphonnya berdering, yang menghubunginya saat ini adalah mantan bos yang kini sudah resmi jadi suami dan ayah dari anaknya, siapa lagi kalau bukan Azka.


"Halo," sapa Nara yang sudah tampak lemas karena perjalanan yang cukup jauh.


"Udah sampai?" tanya Azka.


"Baru aja sampai hotel," sahutnya.


"Arkan mana?"


"Tidur, dia memang pangeran tidur! sepanjang perjalanan juga tidur, hehe..."


"Oh, ya udah kamu juga istirahat! nanti sore harus semangat ya mendukung Sunrise!" kata Azka.


"Oke, hari ini adalah kali pertama Arkan nonton papanya berlaga, kamu harus cetak poin yang banyak ya!"


"Lihat saja nanti! akan ada banyak poin yang aku persembahkan khusus untuk kalian!"


"Eumm, menarik! ya udah, aku rebahan dulu ya...pegal nih,"


"Iya, jaga Arkan baik-baik!"


"Iyaa."


Nara akhiri telphonnya, lalu dia terbaring di samping Arkan. Dia tak sabar ingin segera mendukung suaminya nanti.


Azka tampak lebih semangat setelah menelphone Nara, dia memang semakin mature dan menjadi sosok familyman sejak menikah dan punya anak. teman-teman satu teamnya sampai surprise dengan perubahan itu, saat masih lajang Azka dikenal sebagai pribadi yang cuek dan agak tempramental.


"Pasti abis nelphon anak istri kan?" tanya Pradit menggoda, saat ini mereka sedang menjajal lapangan untuk pemanasan, pertandingan akan di gelar sekitar 5 jam lagi.


"Iya!" sahut Azka lalu menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


"Lo benar-benar berubah bro! gue takjub, kelahiran baby Arkan benar-benar merubah citra lo jadi lebih baik lagi!" kata Pradit bangga.

__ADS_1


"Oh ya?"


"Ya, pertahankan ya! jangan sia-siakan mereka!"


"Pasti!"


Pradit mulai memasuki lapangan, Yuki baru saja hadir bergabung. dia menyimpan tasnya didekat milik Azka.


"Ternyata Kalyla juga lagi di Bandung!" kata Yuki membuka obrolan, Azka cukup kaget.


"Oh ya? mungkin dia sengaja datang buat memberi dukungan penuh buat lo!" sahut Azka, Yuki malah kelihatan tidak semangat.


"Huh, semoga gak ada pers yang tahu!" keluhnya lalu dia kenakan sepatunya.


"Kenapa?" tanya Azka.


"Jujur, gue alergi sama wartawan!"


"Heh, itu resiko jadi orang spesial buat Artis terkenal macam Kalyla!"


"Entahlah, gue udah tenang selama setahun terakhir ini, kenapa tiba-tiba muncul issue tentang gue lagi? padahal gue udah lama banget gak berhubungan sama dia!"


"Lo harus mulai menerima Kalyla dan dunianya!" kata Azka berharap Yuki memberi respon positif.


"Heh, perasaan gue masih sama! gue masih belum bisa menerima siapapun dalam hidup gue!" sahut Yuki, dan Azka juga merasa kalau Yuki masih belum bisa move on dari istrinya, Nara.


"Heh, lo ini! cewek kayak gimana lagi yang lo tunggu, cewek se-sempurna Kalyla aja lo masih tarik ulur!" cibir Azka yang masih mencoba mempengaruhi pendirian Yuki agar mau mulai membuka hatinya untuk Kalyla.


Sejenak Yuki terdiam, lalu menatap Azka...


"Kalau mungkin ada, gue butuh kloning istri lo!" jawabnya dengan nada bercanda, tapi itu cukup membuat Azka cemas. Dia tahu Yuki memang sangat tertarik pada Nara jauh sebelum Azka mendapatkannya.


"Heh, ngawur!" kata Azka lalu dia berlari masuk dalam lapangan bergabung dengan teman-temannya, sedangkan Yuki? dia masih terdiam, dia jadi ingat sosok Nara dan jujur saja, sampai detik ini Yuki masih sangat menginginkan Nara.


Mungkin berlebihan kalau Yuki tak mampu jatuh hati pada wanita lain selain Nara, tapi itu nyata terjadi pada perasaannya saat ini. Sejak hari itu, saat dia bertemu dengan Nara di super market untuk pertama kalinya, perasaan cintanya tumbuh terus menerus. Bahkan sempat terlintas dalam benaknya untuk merebut Nara dari tangan Azka, karena Yuki merasa kalau yang pertama kali menemukan Nara adalah dirinya.


***


Sebelum berangkat menuju gor Citra Arena Bandung, ayah,ibu,kakek,Nara dan Arkan menyempatkan diri untuk makan di lounge hotel.


"Besok kita ke Lembang ya, banyak sekali wisata lokal yang pengen ibu kunjungi!" kata ibu membangun topik pembicaraan.

__ADS_1


"Tapi besok kan ayah harus kembali ke kantor!" sahut ayah.


"Tapi kan ini perjalanan pertama untuk cucu tersayang kita, masa gak menjelajah dulu...apa ayah gak sayang sama Arkan?" bujuk ibu manja, Nara hanya tertawa kecil melihat sikap manja ibu.


"Nanti kalau Arkan sudah besar, mau kemanapun pasti ayah turuti, sekarang kan dia masih bayi!" sahut ayah.


"Arkan sayaang, kamu mau jalan-jalan ke Lembang ya.. ayo bilang kakek, ayo..." kata ibu bikin suasana semakin hangat, Arkan seperti mengerti apa yang ibu katakan, dia tersenyum manis sampai membuat semua orang surprise dengan senyum spontannya.


"Aaah, ya ampun... lihat ayah, ayah gak lihat tadi Arkan tersenyum spontan? itu artinya dia butuh satu hari lagi untuk liburan di Bandung!" kata ibu beralibi.


"Duuuh, anak siapa sih kamu, gemas..." kata Nara lalu dia kecup pipi bakpau Arkan.


"Turuti saja Yoga! kamu bisa mengambil libur sehari atau lebih untuk keluargamu ini!" kata kakek menyokong keinginan ibu.


Ayah tatap wajah Arkan yang membuatnya tak bisa menolak lagi.


"Baiklah," setujui ayah.


Ibu senang bukan main, Nara juga senang karena dia mendapat waktu lebih banyak lagi bersama keluarga besar barunya. Nara senang berada di tengah-tengah mereka, walaupun awalnya ibu tidak terlalu pleasure padanya di awal pernikahan, tapi saat ini Nara merasakan kehangatan dan kasih sayang yang luar biasa dari ibu mertuanya itu.


"Yeee, makasih banyak kakek..." ujar ibu excited.


"Apapun, buat Arkan!" kata ayah manis sekali.


"eumm, so sweet..." goda ibu.


"Tentu saja, dia segalanya untuk kita semua!" tambah ayah, dia memang rela menanggalkan sikap dinginnya demi Arkan. Dia tak pernah menyembunyikan rasa sayangnya pada Arkan.


"Benarkan? rasa sayang seorang kakek itu bisa melebihi rasa sayang seorang ayah kepada anaknya!" kata kakek, semua orang tersenyum.


"Bener banget kek, Arkan benar-benar warna baru dalam kehidupan kami!" kata ibu dalam sekali.


"Ya, sekarang aku tahu kenapa kakek dulu sangat memanjakan Azka!" lanjut ayah.


"Nah, kamu merasakannya sendiri kan? rasa sayangku untuk Azka pasti sama persis seperti rasa sayangmu pada Arkan saat ini!"


Ayah cuma manggut-manggut, dia mengakui kalau apa yang kakek katakan itu adalah benar. Nara semakin merasa hangat...


'Kehidupan yang sempurna, terimakasih tuhan telah mengirimkan mereka dalam kehidupanku!' batin Nara, dia sangat bersyukur dengan apa yang dia dapatkan sekarang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2