Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Aunty Lulu


__ADS_3

Karena kejadian itu, Yura tak bisa mengikuti dua pelajaran terakhir. Dia menepi di loker para siswa, dia duduk di benchnya dan tak lama setelah itu Keita juga Arkan datang menghampiri.


Yura masih agak shock, dia tak menyangka kalau dia juga mengalami hal mengerikan yang paling dihindari siswa-siswa lainnya, yakni jadi korban Bully Amanda and the gank.


"Masih shock?" tanya Keita yang tiba-tiba duduk di samping Yura, membuat rasa shock Yura bertambah berkali lipat lagi. Sementara Arkan duduk di bench di depannya, dia menyaksikan kepedulian Keita tepat di depan matanya.


"Jangan khawatir lagi ya, mereka udah dapat skorsing selama seminggu! Semoga mereka jera!" tambah Keita, Yura baru tahu hal itu dan dia juga lega karena setidaknya dia bisa bernafas lega untuk seminggu ke depan.


"Gue gak yakin!" Kata Arkan.


"Gak yakin kenapa?" tanya Keita.


"Amanda gak akan pernah belajar dari kesalahannya!" sahut Arkan, ya Yura juga diam-diam berpikir seperti itu, orang-orang seperti Amanda biasanya malah akan semakin tertantang untuk melakukan hal yang lebih gila lagi selepas mendapat sebuah hukuman.


"Iya sih, tapi gue percaya sama om Danu! Dia pasti akan mengatasi anak manjanya itu!"


"Ya, beruntung bokapnya itu orang bijak!"


Yura rasanya malu-malu lagi duduk di antara dua orang populer ini. Yura hanya diam memainkan jarinya karena terlampau gugup dan canggung.


"Oh iya, besok kita main di jam pertama kan?" tanya Keita mengalihkan topik pembicaraan.


"Ya, lawan SMA Angkasa!" sahut Arkan.


Keita melirik kearah Yura ....


"M, besok kan team basket sekolah kita ada pertandingan penting, lo bisa gak hadir di venue! Anak-anak yang lain juga mau pada datang kok!" pinta Keita, Yura bingung harus jawab apa karena kenyataannya saat ini Yura punya pekerjaan yang harus dia jalani sepulang sekolah.


"M," Yura hanya menggumam mencoba mencari jawaban dari permintaan Keita.


"Dia gak akan bisa!" cetus Arkan membuat Keita heran, Yura juga bengong saat Arkan mengatakan hal itu secara tiba-tiba.


"Dia harus kerja sepulang sekolah!" pungkas Arkan dan Keita semakin tak mengerti. Yura semakin merasa malu dan canggung, dia pikir Arkan memang sudah tahu kalau saat ini dia adalah pegawai bari Mamanya.


"Lho, beneran?" tanya Keita pada Yura, Yura hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


"Kok lo tahu Ar?" tanya Keita kearah Arkan kali ini.


"Hm, permisi Kak, aku ke toilet dulu ya!" Yura malah pamit undur diri, dia merasa semakin canggung berada di antara Arkan dan Keita, dia mempercepat langkahnya meninggalkan keduanya.


"Kok lo tahu?" tanya Keita penuh curiga.


"Dia kerja di cafe nyokap gue!" jawabnya.


"Oh, kok bisa? Beneran dia kerja?"


"Ya,"


"Apa tuntutan keluarga?"


"Bisa jadi!"


"Kalau bener, kasian banget ya dia!"


"Dia tinggal sama ibu tirinya! Orangtuanya udah lama meninggal!" beritakan Arkan lagi dan semakin memantik rasa simpati didiri Keita, dia semakin tertarik dengan sosok Yura.


"Dia kan satu komplek sama gue, cuma beda beberapa blok!"


"Beneran, ya ampun, kasian banget calon pacar gue!" cetus Keita, Arkan menoleh lalu tersenyum masam mendengar pernyataan Keita barusan. "Heh, calon pacar?"


"Iya! Kenapa? keberatan?" goda Keita.


"Heh, ya terserah lo sih! Kalau emang lo suka!"


"Emang gue suka! Gue baru sadar kalau ada adik kelas se-manis dia di sekolah ini!"


Arkan hanya menggelengkan kepalanya mendengar kata-kata sohibnya itu, Arkan pikir Keita memang tak main-main suka pada Yura.


Kemana Yura pergi?


Dia memutuskan untuk pulang lebih dulu, dia tak tahan lama-lama duduk bersama kedua kakak kelas kecenya itu. Dia sudah menjelaskan pada satpam sekolah kalau dia memang sudah diijinkan untuk pulang lebih dulu, dan dia tanpa sadar memakai jaket Keita karena seragamnya masih basah gara-gara ulah bar-bar Amanda and the gank di jam istirahat tadi.

__ADS_1


Yura langsung menuju cafe milik Nara, dia tak ingin membuang waktu diapun segera memulai pekerjaannya. Begitu sampai Yura langsung memakai seragamnya.


"Yura, udah ada tugas buat kamu nih!" kata Danty begitu Yura bergabung di dalam cafe.


"Oke, kemana saja aku harus mengantarnya?" tanya Yura penuh semangat.


"Baru ada tiga pesanan sih, kamu antarkan saja dulu ya, jaraknya dekat kok!", Danty menyiapkan tiga tas kecil pesanan yang harus Yura antar siang ini, Yura menunggu dengan sabar.


"Eh, ini belum bubaran sekolah lho, kok kamu udah pulang?" tanya Danty mengintrogasi, "M, hari ini ada rapat orangtua murid, jadi aku bisa pulang lebih cepat!" sahutnya berbohong.


"Jangan bohong! Bu Nara akan marah kalau kamu bolos sekolah demi bekerja disini!"


"Nggak kok, gak bohong, nanti tanya aja sama Kak Arkan!" dalihnya santai.


"Iya sih, hari ini Bu Nara belum datang, dia juga gak nelphon ngasih instruksi apapun, apa dia rapat ke sekolah?"


Yura mengangkat kedua belah bahunya, dia tak tahu tapi sepertinya semuanya memang kebetulan padahal barusan Yura hanya berbohong pada Danty.


Ternyata Nara memang belum datang karena Hari ini dia punya tamu spesial, Lulu berkunjung ke rumah. Karib terdekat Nara yang sudah jadi istri seorang Yuki selama 14 tahun ini. Lulu memang pantas mendapatkan Yuki, karena Nara sendiri mengenalnya sebagai orang yang baik dan tulus, maka tak berlebihan kalau Yuki yang baik mendapatkan jodoh yang baik juga seperti Lulu.


"Lo pasti kangen banget dong sama Azka?" tanya Lulu memulai obrolan santai mereka.


"Ya, gue sangat kangen sama dia!" akui Nara dan rasa rindu itu memang selalu dia rasakan setiap waktu.


"Tapi lo gak usah cemas! Azka itu pria setia yang sayang keluarga,"


"Hope so! Tapi dia memang sudah banyak berubah sejak Arkan lahir, terakhir kita berselisih ya gara-gara Kalyla 16 tahun lalu, gue ingat betul, itu lah terakhir Azka main-main sama pernikahan kami!" kenang Nara dan dia ingat kejadian itu, kejadian saat Nara hampir saja mengakhiri pernikahannya dengan Azka belasan tahun lalu, gara-gara Kalyla.


"Huh, kejadian itu ya? Jangan sampai hal-hal seperti itu terjadi lagi dalam kehidupan rumah tangga kita!"


"Yuki ... apa kabar?" tanya Nara mulai menanyakan kabar Yuki.


"Dia masih sibuk di Sunrise! Ah iya, dia bilang ada kompetisi antar sekolah yang diadakan pihak pemkot yang bekerjasama sama pihak Northies, Arkan ikut kan?"


"Aah iya, dia ikut ... dia sangat berharap bisa masuk training camp, dia benar-benar bercita-cita jadi squad inti Sunrise, macam Papanya! Semoga nanti Yuki bisa memperhatikan potensi yang Arkan punya ya!" harap Nara.

__ADS_1


"Pasti lah! Yuki kan juga udah menganggap Arkan sebagai anaknya sendiri! Huh, kasihan dia ...." tiba-tiba Lulu menunduk lesu, Nara mengelus punggungnya dengan lembut mencoba menguatkan sahabatnya itu, apa yang terjadi pada Lulu sampai dia tiba-tiba merasa sedih seperti itu?


__ADS_2