Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Lowongan pekerjaan


__ADS_3

"Oh, jadi yang tadi itu yang namanya Arkan?" tanya Ibu dengan santainya membuat Tania semakin kesal namun antusias.


"Maksud Ibu apa?" tanya Tania antusias sekali.


"Tadi si Yura diantar pulang sama anak lelaki, ya cukup cakep sih, motornya juga gagah, Ibu pikir pasti dia orang kaya!" jelaskan Ibu, Tania semakin kepanasan dan Yura diam saja, dia pasrah dengan apapun reaksi Tania.


"Iya bu, itu yang namanya Arkan, cekep kan? Makanya aku klepek-klepek bucinin dia kayak gini! Iiih, kok lo nyebelin banget sih Yura!"


"Hey Yura, mengalah lah demi Tania! Berikan saja Arkan untuk Tania!" kata Ibu, dia bicara enteng sekali tanpa tahu fakta yang sebenarnya.


"Emang bener ya lo jadian sama Arkan? Kalau bener, gue kagak rela! Sumpah gue kagak rela!"


Yura menghela nafas dalam-dalam, dia sedang merangkai kata yang tepat yang mungkin bisa dicerna dengan baik oleh Tania.


"Mana tadi Arkan membantu si Yura turun dari motornya," ibu malah terus memanas-manasi Tania.


"Hey Yuraa! kenapa diam aja sih? ngomong dong! Gue gak bisa tenang nih sebelum lo jelaskan apa yang terjadi tadi sampai sedetail-detailnya!"


"Jangan salah faham dulu! Semuanya gak seperti yang Kakak pikirkan kok!" Yura memulai.


"Ya terus apa, jelasin dong!"


Ibu hanya tersenyum santai melihat kedua gadis kecil di hadapannya sedang berselisih faham gara-gara anak lelaki bernama Arkan.


"Tadi pagi aku jatuh dari sepeda, kebetulan ... Kak Arkan lewat, ya dibantuin deh. Gitu doang kok ceritanya!" jelaskan Yura singkat dan itu masih menyisakan rasa penasaran di benak Tania.


"Masa cuma gara-gara itu doang Arkan sampe rela-rela bantuin lo sih? Gue yakin ini pasti ada modusnya! Iya kan? Pasti lo modus kan?"


'Hiliiih, terserah lah! Sudah banget ngomong sama makhluk alien macam Kak Tania ini!' batinnya dan dia memilih untuk diam.


"Ibuuu, coba lihat baik-baik bu, masa aku kalah sama si Yura sih?" tanya Tania manja.


"Ya nggak lah sayang, kamu gak akan kalah dari segi apapun! Tadi dia cuma lagi beruntung saja!"


"Au ah, bete gue!" ucap Tania terakhir lalu dia segera beranjak ke kamarnya, dia sudah terlalu sesak untuk menuntut penjelasan dari Yura.

__ADS_1


***


Dengan susah payah Yura antarkan beberapa paket pesanan para pelanggan Ibunya. Walau tertatih, tapi Yura mencoba tetap semangat karena dia sudah membiasakan diri untuk hal-hal seperti ini.


Tinggal beberapa blok lagi yang harus Yura jajaki, tapi dia sudah cukup kelelahan. Dia rogoh kocek di depan jumpernya dan dia ingat dia masih punya kembalian uang jajan yang Arkan beri tadi siang. Yura segera menepi di sebuah stan minuman di salah sati sudut komplek.


"Yuraaa ....", lagi-lagi ada yang memanggil namanya, tapi kini suaranya berbeda, itu bukan suara Ibu maupun suara Tania. Yura menoleh dan dia lihat Danty berjalan kearahnya sambil melambai-lambaikan tangannya. Danty pegawai Nara dan kebetulan ternyata Danty adalah anak kost yang tinggal di samping rumah Yura.


"Kak Danty," sapa balik Yura.


"Kakak lihat dari kejauhan tadi kamu jalan kaki, sepeda kamu mana?" tanya Danty.


"Sepedaku rusak Kak,"


"Oalah, terus kaki kamu?"


"Lumayan sakit sih, tapi lebih baik dari pas pertama jatuh tadi."


"Ya ampun, cepet sembuh deh ...."


"Iya, Kakak kerja shift satu, sebenarnya Kakak mau nawarin sesuatu ke kamu,"


"Wah, apa itu?"


"Ada lowongan buat freelance, jadi pesanan online di cafe kan udah makin rame dan gak ke handle, makanya cafe butuh kurir khusus, dan Kakak langsung kepikiran kamu!"


"Waaah, aku mau dong kak!" sambut Yura antusias sekali. Dia juga hanya belum tahu kalau cafe tempat Danty bekerja adalah cafenya Nara.


"Iya, Kakak udah rekomendasikan kamu, tapi kalau sepeda kamu rusak gimana dong? Bos minta Kakak ajak kamu besok buat bertemu dia di cafe!"


"Yaaah, tapi aku akan ambil sepedanya sepulang dari sini! Aku yakin sepedaku udah bisa dipake lagi!"


"Iya deh, Kakak tunggu kabar baiknya ya!"


"Oke kak, pokoknya jangan sampai pekerjaan itu jatuh ke tangan orang lain ya ..." mohon Yura dan Danty tersenyum lalu mengangguk pasti memastikan harapan Yura untuk bisa bekerja terjaga dengan baik.

__ADS_1


"Makasih banyak kak,"


"Iya, Kakak duluan ya," pamit Danty.


"Oke, kak, hati-hati di jalan ya!"


Yura senang bukan main, akhirnya ada lowongan pekerjaan yang bisa dia manfaatkan nantinya berharap dia akan punya uang jajan dari hasil pekerjaaannya itu. Yura benar-benar bersemangat membayangkan hal itu.


Selesai mengantar kue-kue produksi Ibu, Yura lanjutkan langakahnya menuju blok rumah Arkan. Dia ingin mengambil sepedanya yang rusak. Yura tak ingin kehilangan kesempatan untuk bekerja, dan pekerjaannya akan sangat membutuhkan alat transportasi dan kendaraan yang Yura punya hanya sepeda itu.


Rumah Arkan memiliki gerbang yang tinggi, Yura sempat kesulitan untuk bisa masuk ke dalamnya.


'Duh, gimana bisa gue dapat kembali sepeda gue?' batinnya lalu dia mencari cara untuk bisa menotice orang yang ada di dalam rumah.


"Permisi!" seru Yura, dan suaranya tak sampai ke dalam rumah Arkan yang besar. Yura lihat di ujung gerbang ada semacam bel.


"Aaah, itu dia!"


Yura hampiri bel itu dan langsung memencet belnya sampai beberapa kali, sampai beberapa menit berlalu akhirnya gerbangnya terbuka. Bi Marni keluar dari dalamnya.


"Maaf mau cari siapa ya?" sapa bi Marni.


"M, saya mau ambil sepeda saya bi, yang tadi pagi jatuh di depan sini!" jawab Yura.


"Oh, jadi kamu tho! Sepedanya sudah dibawa ke bengkel sama den Arkan, barusan kok belum lama," kabarkan Bi Marni.


"Oh, bengkelnya dimana ya bi?"


"Mungkin bengekel pak Amir, cuma lewat dua blok dari sini, coba saja kamu cari kesana!"


"Oh, iya iya makasih ya bi ... permisi," pamit Yura lalu dia menarik langkahnya.


Dia hela nafas sedalam mungkin, sebenarnya kakinya sudah sangat lelah tapi Yura kembali memacu semangatnya, Yura ingin memastikan sepedanya baik-baik saja dengan begitu besok dia bisa memenuhi tawaran pekerjaan dari Danty.


Langkah Yura semakin berat dan tertatih tapi dia terus berjalan sampai dia menemukan bengkel tang di maksud dan Ya, Yura melihat sepedanya sedang diperbaiki, disana juga ada Arkan. Yura semakin menaruh respect terhadap Arkan karena Arkan benar-benar menebus kesalahannya tadi pagi.

__ADS_1


Yura lanjutkan langkahnya sampai benar-benar masuk ke dalam bengkel, Arkan sampai terpaku beberapa detik saat Yura datang dan menghampirinya.


__ADS_2