Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Pie dan pancake


__ADS_3

Selalu dan selalu begitu, walaupun mereka berkomitmen di awal untuk tidak menganggap pernikahan ini serius, tapi Azka terlanjur terjerat pesona Nara yang baru kini dia sadari.


Mereka berbaring bersama,tak ada jarak lagi. tapi sebelum semuanya dimulai ,Nara mengajak Azka untuk pillow talk, dia ingin membicarakan banyak hal sebelum Azka benar-benar menjamahnya lagi.


"Gimana.. kalau seandainya Kalyla mau menikah sama lo..nanti.." tanya Nara, dia ingin mengungkapkan ketakutannya.


"gak mungkin.." tukas Azka singkat.


"gak ada yang gak mungkin !!" kata Nara tegas, dia insecure sejak dengar kata-kata Kalyla semalam. dan dia mulai takut kehilangan Azka.


Azka menatap Nara lagi, dengan tatapan yang sama seperti malam itu, tapi Nara gak bisa memastikan, adakah rasa cinta dan sayang dalam tatapan itu.


"gak tahu kenapa.. gue udah gak memikirkan Kalyla lagi, gue juga udah gak peduli, si Yuki cemburu atau nggak dengan hubungan kita ini.." kata Azka dalam.


Nara masih insecure, dia merasa Azka gak mungkin mencintainya dengan tulus bukan cuma karena nafsu.


"lo udah kasih hal yang gak bisa gue lupakan.." kata Azka lalu kembali dia mencumbu penuh gairah. Nara gak bisa apa -apa lagi.


'ini bukan cinta, ini nafsu.. ya! lo gak punya cinta buat gue ka!' batin Nara diantara gelombang cumbuan Azka yang menggebu.


Dia hanya berharap Azka senang dan suatu hari tak menganggapnya lagi sebagai pemuas nafsunya, melainkan sebagai cinta sejatinya.


***


Cafe sudah siap beroprasi kembali.


Nara dan Lulu berdiri didepan cafe sembari membagikan pamplet promosi berharap ada satu,dua orang yang masuk dan menikmati sajian di cafenya.


"mudah-mudahan pelanggan kita tahu ya,kalo hari ini kita mulai buka lagi.." kata Lulu berharap, dia penuh semangat.


Tidak dengan Nara, dia masih memikirkan nasib cintanya, dia ingin memiliki Azka seutuhnya tapi dia ragu dan gak percaya itu akan terjadi.


"silahkan mampir ke cafe kami.." kata Lulu sembari menyapa setiap orang yang lewat.


"Nar, Azka dan sunrise udah berangkat ke bandung ya??" tanya Lulu membangun topik pembicaraan.


"iya, tadi pagi.." jawab Nara singkat.


"m.. gimana hubungan kalian? m.. apa dia ..ganas diranjang?" tanya Lulu dengan pikiran kotor bikin Nara malu sendiri.


"iih, apaan sih.. yang belum married gak boleh ngobrol yang begituan.." kata Nara.

__ADS_1


"gue yakin pasti lo gak berdaya.. hihihi.." goda Lulu lagi semakin menjadi, Nara cuma memicingkan matanya.


"silahkan silahkan.. ini hari pertama kami buka lagi, banyak penawaran menarik untuk pengunjung hari ini.."


Tahu-tahu Lulu udah dapat 2 pelanggan, Nara senang.


Mereka pun masuk.


***


Di Bandung Azka dan Yuki dapat kamar hotel yang sama, mereka baru saja sampai.


"gimana hubungan kalian?" tanya Azka memecah kebisuan, keduanya berbaring santai diranjang masing-masing.


"hubungan apa?" tanya balik Yuki.


"lo sama Kalyla.. belum berencana nyusul gue sama Nara?" tanya Azka sedikit menggoda, mendengar itu Yuki hanya tersenyum getir.


"gue pikir, yang duduk disampingnya waktu di jogja itu bukan lo.." kata Yuki terdengar sangat dalam, Azka hanya memicingkan matanya.


"dia menyenangkan ya .." kata Yuki lagi.


"jujur aja, gue tertarik dengan dia.. gue kira, saat itu belum ada lo dihatinya.. tapi ternyata, lo jauh ada didepan gue, sepertinya gue kalah start ya.."


Azka kaget dengan semua kejujuran Yuki, tapi Yuki tampak lega karena dia sudah mengungkapkan perasaannya yang sebenar-benarnya.


***


Sejak percakapan itu, Azka gak mencoba menggoda Yuki lagi, dia malah jadi cemas kalau Yuki masih berharap pada Nara sedangkan saat ini dia juga mulai menemukan kenyamanan bersama Nara.


Sepanjang latihan sampai jelang pertandingan Azka tak hentinya curi-curi pandang kearah Yuki, dia takut kalau Nara juga akan berpaling pada Yuki seperti halnya Kalyla.


'gue gak akan lepaskan yang satu ini, gak akan lagi !!' tekad Azka disela-sela acara briefing jelang pertandingan dimulai.


***


Nara dan Lulu senang.


Hari pertama cafe ini di buka kembali sudah lumayan banyak pengunjung yang datang.


"mudah-mudahan, terus seperti ini ya.." kata Lulu penuh harap.

__ADS_1


"iya..semoga, kita harus buat menu baru.. apa ya.." pikir Nara.


"semacam desert aja.. selama ini kita cuma menyediakan savory snack.."


"iya, apa ya.."


Nara berpikir keras.


"m.. pancake, itukan cukup mudah, trus kita kasih toping yang menarik.." ide Lulu mengingatkan Nara pada kata-kata bi Ija, kalau pie susu dan pancake adalah favorit Azka.


"iya..iya, pancake aneka toping sama pie susu.."


"ide bagus.."


Nara senang dengan idenya.


***


Ternyata pie dan pancake lumayan jadi favorit para pelanggan, Nara senang rencananya dan rencana Lulu berhasil.


Tak lupa dia fotokan menu barunya dan mengirimkannya pada Azka.


Azka yang saat itu sedang rebahan dikamar hotelnya sampai terkejut, itukan desert kesukaannya, pikirnya. dia jadi senyum-senyum sendiri dan membuat Yuki penasaran.


"sudah lama sekali gue gak lihat lo senyum selebar itu.." kata Yuki.


"oh ya?" Azka masih berbalas pesan dengan Nara.


"ya, bahkan gue gak ingat itu kapan.."


"lihat.." Azka malah menunjukan Apa yang Nara fotokan pada Yuki, membuat Yuki semakin iri saja.


"ini menu baru di cafenya.. dan ini desert favorit gue sejak kecil..", kata Azka excited, dengan bangga dia tunjukan itu.


"cafe?" tanya Yuki.


"iya.. dia punya cafe,dia sendiri yang mengelolanya.."


Yuki makin dan makin penasaran dengan Nara.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2