Mysweet Savage Boss

Mysweet Savage Boss
Cerita Bohong Keyla


__ADS_3

"Vitamin!"


Alana menyodorkan sebuah paperbag kecil.


Selepas latihat Arkan punya waktu senggang dan itu Alana manfaatkan untuk bisa mencurahkan sedikit perhatiannya.


Come on let it go, just let it be ....


Why dont you be you, and i'll be me ....


Tembang dari penyanyi James bay menggema menyeruak di seisi cafe tempat mereka bertemu sore ini.


"Ar, semakin hari aku semakin merasa jauh dari kamu!" ungkap Alana, Arkan hanya menoleh sebentar lalu kembali menunduk dan memainkan sendok kecil di atas cangkir espressonya.


"Kita butuh liburan deh!" tambah Alana.


"Liburan kemana? Kamu kan tahu mulai sekarang aku sibuk!" sahutnya.


"Ya gak usah jauh-jauh, kamu bisa manfaatkan waktu libur latihan kan? Ya ke Bandung kek, atau kemana aja yang dekat-dekat!"


Arkan kembali memicingkan matanya, itu lah yang dia tak suka dari sebuah hubungan yang mengikat. Arkan tak mau diatur-atur seperti itu.


Suasana beku lagi, keduanya sibuk lagi dengan gawai masing-masing. Hanya alunan back song yang menemani sore mereka. Sampai seseorang datang bergabung di antara keduanya.


"Hai!"


Arkan dan Alana menoleh berbarengan, dan seorang Keyla yang tampil fresh dan cerah ceria sore ini tahu-tahu sudah berdiri di dekat meja mereka.


"Eh Keyla?" sapa Alana dan keduanya langsung saling sapa, cium pipi kanan cium pipi kiri.


"Hai Ar!" sapa Keyla pada Arkan yang hanya menyahut dengan senyum.


"Apa kabar?" sapanya lalu dia sodorkan tangannya, Arkan hanya menjabat beberapa detik lalu melepaskannya lagi, "baik."


"Duduk, duduk ... kita ngopi bareng yuk!" persilakan Alana dan Keyla sungguh senang akhirnya bisa bertemu Arkan lagi dan duduk di dekatnya lagi.


"Gak akan ganggu waktu sore kalian kan?" tanya Keyla berbasa-basi.


"Gak lah!"


Keyla sesekali melirik ke arah Arkan. Sebenarnya sejak lulus SMA dulu, keduanya sudah jarang berinteraksi lagi. Mereka kuliah di Universitas berbeda dan sibuk dengan impian masing-masing.

__ADS_1


'Arkana, kenapa kamu semakin mempesona! Aku semakin gak bisa berpaling dari kamu tahu gak?' batin Keyla dan sudah hampir belasan kali dia mencuri pandang kepada Arkan.


"Oh iya, kamu sengaja mau ngopi disini atau ada acara di sekitar sini?" tanya Alana.


"Aku abis ngisi acara on air di Radio di seberang itu!" jawab Keyla sembari menunjuk sebuah gedung kecil di seberang cafe.


"Ah iya iya, kamu juga udah bener-bener sibuk ya?"


"Ya gitu deh, lumayan Kak buat nambah-nambah jadwal promosi!"


Arkan masih kelihatan tak bersemangat, dia hanya duduk bersandar menyaksikan kedua gadis yang kini tengah memperebutkan hatinya berbincang.


"Duh, ke toilet dulu ya bentar!" Alana malah meninggalkan keduanya. Dia kebelet ke kamar mandi dan hal itu sepertinya akan dimanfaatkan dengan baik oleh Keyla.


"Ar, selamat ya, kamu benar-benar udah sampai pada impian kamu sejak sekolah!" kata Keyla berbasa-basi.


"Ya, kamu juga."


"Kita semua udah tumbuh dan berkembang! Oh iya, apa bener Yura pergi ke London?" Keyla mulai beralih topik dan nama Yura disebut-sebut.


"Ya," jawab Arkan singkat dan malas.


"Lho, nyusul nerusin study?"


"Oh, liburan? Nyamperin Keita?"


"Iya, dia kan pacarnya!"


Keyla sepertinya sudah memulai start, kalau dilihat dari gerak geriknya, sepertinya dia sudah mulai menyusun rencana untuk menghancurkan satu persatu aral di hadapannya. Tapi entah apa rencana detailnya, hanya dia yang tahu.


"Lho, bukannya mereka udah putus?" tanya Keyla, Arkan hanya menautkan kedua ujung alisnya, dia tak pernah dengar issu itu, malahan Arkan selalu disuguhi romansa dari Keita dan Yura.


"Malahan Keita udah goda-godain si Dara! Dara baper dong, aku kira kamu tahu ini Ar?"


Arkan terdiam, dia merasa percaya tak percaya. Yang dia tahu Keita adalah seseorang yang setia begitupun dengan Yura. Tapi bagaimanapun, Arkan seperti mulai termakan konspirasi Keyla.


"Ya coba kamu bayangkan aja sendiri Ar, menjalani long distance relationship selama 3 tahun dan usia mereka masih sangat dini, apa mungkin akan mulus? Makanya, pas aku dengar kabar mereka putus, aku sih gak aneh, hal itu pasti gak akan bisa dihindari Keita sama Yura!"


"Jadi, masalahnya apa?" tanya Arkan.


"Masalah mereka?"

__ADS_1


"Ya."


"Eum, kata Dara sih, si Kei bosan! Ya gitu lah, aku juga gak terlalu ngikutin kabar ini, gak penting juga kan? Cuma ya aku pikir kamu tahu, makanya sekalian klarifikasi gitu."


"Gue malah gak tahu, selama ini hubungan mereka baik-baik saja!"


"Ya kan perasaan seseorang siapa yang tahu? Menurutku masuk akal kalau si Kei merasa bosan!"


"Gak mungkin!"


"Ya, but who knows? , ya aku sih jadi kasihan sama si Yura, kayak dibohongi gitu kan? Sebenarnya Kei tuh seharusnya gak usah pura-pura baik-baik saja kayak gini! Bicara aja sejujurnya, toh kalau memang dia bosan suatu hari mereka pasti akan putus juga kan?"


Arkan skeptis tapi sedikitnya kata-kata Keyla mulai masuk ke dalam otaknya. Dia mencoba menganalisa sendiri tapi Arkan masih tak menemukan cela sedikitpun dari sikap Keita dan Yura selama ini. Malahan hubungan keduanya selalu berhasil membuatnya terbakar api cemburu.


"Gimana gak tumbuh benih-benih cinta antara Keita sama Dara! Asrama mereka berseberangan! Dan, dulu pas SMA mereka juga pernah dekat!" racuni Keyla lagi dan lagi. Masih belum jelas apa rencana Keyla membuat cerita itu terhadap Arkan, tapi yang jelas Arkan mulai terpengaruh walau dia mencoba tetap bersikap biasa.


"Kalau itu bener, keterlaluan banget ya si Keita!"


"Dia gak mungkin kayak gitu," sangkal Arkan.


"Ya iya sih, entahlah, yang tahu kan cuma mereka!"


Alana kembali, saat berjalan menuju mejanya dia masih sempat melihat layar ponsel.


"Eh eh, aku heran deh, belakangan status si Dara tuh galau terus deh, ada apa sih?" tanya Alana tiba-tiba membuat Keyla merasa bisa menyambung cerita karangannya di hadapan Arkan.


"Ya gak galau gimana? Di PHP-in itu bikin galau kan?" sambut Keyla, Arkan merasa tersentil.


"PHP? Dia di PHP-in bule inggris?" tanya Alana.


"Gak Kak, si Dara itu cuma bucin sama satu orang selama hidupnya!"


"Keita? Emang di PHP-in kayak gimana sih? Jadi kepo deh aku!"


"Dia ...."


"Key!" seseorang memanggil dan melambaikan tangan di ambang pintu cafe, mungkin itu managernya dan alhasil cerita busuk Keyla tamat sampai detik itu.


"Aah, aku harus pergi!" Kata Keyla bersiap-siap untuk beranjak.


"Oh, iya iya, susah ya nongki nongki sama orang sibuk!" goda Alana.

__ADS_1


"Ya gitu deh, aku pergi ya ... bye ...."


Keyla berlalu tapi ceritanya tentang Keita dan Yura masih tertinggal di pikiran Arkan. Apakah ini akan menjadi bumbu dari konflik cinta segi enam mereka?


__ADS_2