
Kemana Nara pergi?
Azka belum juga menemukan titik terang tentang keberadaan Nara, dia sangat sangat sangat menyesal!
Dia juga terngiang kata-kata Budi tadi siang, gak seharusnya dia membandingkan rasa jengkelnya dengan sikap rewel Nara, seharusnya Azka sadar kalau seorang wanita hamil itu memang cenderung moody.
Azka gak tahu lagi harus cari kemana..
tapi dia ingat satu hal, dia belum memeriksa ke rumah ibu tiri Nara, dia segera bergegas kesana, mungkin saja Nara ada kesana.
Azka datang dengan penuh harapan..
Ibu dan Nadia sampai kaget dengan kedatangan Azka.
"masuk dulu yuk.." persilahkan Ibu pleasure.
"saya cuma mau memastikan kalau Nara ada disini.." kata Azka masih bertahan diambang pintu.
"huh.. memangnya kemana dia?"
Harapan Azka pupus, ternyata Ibu tiri Nara pun tak tahu Nara ada dimana, dia hampir hopeless.
"jadi, dia gak ada disini?" tanya Azka.
"m.. sudah lama dia gak datang lagi kerumah ini.."
"ya sudah.. saya pamit.." Azka pergi dengan harapan yang pupus.
Ibu jadi kasihan, dia tutup pintunya lalu masuk kembali kedalam rumah.
Dia berjalan menaiki tangga menuju sebuah kamar, saat dia buka pintunya..
Ternyata Nara memang ada disana, menyaksikan Azka berlalu lewat jendela kamarnya.
"lihat !! kamu gak kasihan sama dia?" tanya Ibu ketus, ternyata tadi Ibu hanya berakting didepan Azka, Nara yang memintanya untuk berbohong.
"hey Nara, masalah itu jangan dihindari, tapi dihadapi lalu selesaikan !! Ibu gak bisa bayangkan gimana perasaan suamimu saat ini.." kata Ibu lagi mencoba meluluhkan kerasnya hati Nara.
"tau tuh, tega banget sih lo.." cibir Nadia.
Nara berpikir keras..
"kamu baru tahu rasa kalo kamu sudah kehilangan dia !!! huh.. kami berdua sampai iri padamu karena saat ini kehidupanmu sangat sempurna !! "
Nara makin berpikir keras.
"pikirkan lagi !! kalo menurut ibu, sebaiknya kamu nyalakan lagi ponselmu, lalu lekas hubungi dia.." kata Ibu yang bersikap bijak kali ini.
__ADS_1
"kalo kamu tetap mau menginap disini, ya menginap saja.. tapi setidaknya beri kabar padanya, pikirkan lagi !! jangan biarkan dia menyerah dengan sikapmu !" nasehati Ibu lagi, lalu dia dan Nadia pergi dari kamar itu.
Nara pikir apa yang Ibu bilang benar, dia tarik ponselnya.. walaupun pelan pelan tapi dia nyalakan lagi ponselnya itu..
Ting.. ting..ting..
Begitu banyak notifikasi, banyak pesan masuk dan banyak juga panggilan masuk.
'huh.. kenapa gue selalu berlebihan ya... padahal, dia itu sosok yang nyaris sempurna..' pikir Nara, dia benar-benar galau malam ini.
Kriiiiiing.. kriiiing..
Begitu tahu ponsel Nara sudah menyala lagi, Ibu yang sepertinya sangat cemas langsung menelphone.
Nara jadi malu, dia bingung harus jawab apa kalau Ibu bertanya A,B,C dan lainnya.
Walau begitu, dia angkat telphonnya..
"Naraaa.. sayaang.." sapa Ibu dengan penuh kepanikan, Nara jadi merasa bersalah karena sudah membuat banyak orang cemas dan panik.
"kamu dimana? kamu baik-baik aja kan?" tanya Ibu semakin deras, Nara menghela nafas panjang.
"maafin aku ya bu.."
"maaf kenapa? Kamu dimana?"
"iya tapi kamu dimana sayang?"
"aku dirumah keluargaku, maaf ya sekali lagi.."
"sudah..sudah, sekarang kamu pulang ya?" Bujuk Ibu dengan lemah lembut.
"m.. boleh gak aku nginep disini semalam? besok.. aku pulang kerumah.." Izin Nara, dia benar-benar ingin menenangkan pikiran kusutnya.
"boleh, kamu baik-baik ya disana.. kalau ada apa-apa, kamu cerita sama Ibu, apalagi kalau Azka sampai macam-macam, lapor saja semuanya pada Ibu.. yaaa.."
Nara mulai merasa tenang, Ibu sangat membantunya rise up, dia tersenyum lega.
"iya bu.."
Mereka akhiri percakapan itu.
Nara sandarkan badannya , dia merasa lelah dan tersiksa oleh rasa cemburu butanya selama ini. tapi pesan dari Kalyla tadi pagi sangat meyakinkan dugaannya selama ini.
Nara kecewa, dia menganggap kalau selama ini Azka pura-pura perhatian, padahal Nara belum tahu kalau kejadian tadi pagi murni karena kesalah fahaman.
tak lama kemudian.
__ADS_1
Kriiiiing.. kriiing..
ponselnya kembali berdering, kali ini yang menelphonenya adalah Azka, Nara tampak malas, dia masih agak kesal dengan Azka.
Kriiiiing, suaranya semakin lantang dan mengganggu.
Nara angkat tapi dia diam saja.
"Nar.." panggil Azka diujung telphon.
"Sayaaang.." panggil Azka lagi, Nara masih kesal.
"kita pulang yaaa.." bujuk Azka, Nara masih diam.
"Nar.."
"malam ini aku gak pulang, maaf! gak usah cemas, aku baik-baik saja!" jawab Nara tegas.
Walaupun hanya mendengar suaranya, Azka sangat lega. setidaknya dia tahu kalau Nara baik-baik saja.
"m.. aku balik kesana ya.."
" gak usah!!" sambar Nara ketus.
Azka hanya tersenyum.
"m.. oke, besok pagi kamu pulang yaa.."
"heeumm.." sahut Nara malas.
Nara tutup telphonenya, dia masih belagak jutek.
Azka malah memutar arah mobilnya, sepertinya dia akan kembali menuju komplek perumahan Ibu dan Nadia, entah apa rencananya.
Benar saja, Azka kembali kedepan rumah Ibu. dia parkirkan mobilnya didepan gerbang tapi dia tidak turun sama sekali.
Ternyata dia sengaja tinggal disana malam ini.
Dia putuskan untuk menginap dalam mobil , dia benar-benar tidak mau melewatkan Nara sedikitpun, dia ingin memastikan kalau Nara terjaga dengan baik.
sejak kapan yaa Azka yang savage jadi so sweet begitu...
Apa yang akan terjadi besok?
Akankah Nara menerima penjelasan Azka atau dia akan tetap bersikap ketus pada Azka?
Padahal Azka sudah mati-matian merubah image nya agar Nara merasa nyaman, sekarang tukeran peran, Azka jadi supersweet husband dan Nara jadi supersavage wife.
__ADS_1
Bersambung.